Rabu, 20 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

Sektor Gadget Jadi Penopang Terbesar Kinerja Paylater Indodana 2025

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) mengungkapkan bahwa sektor elektronik dan gadget masih menjadi penopang terbesar dalam kinerja layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater milik perusahaan.

Direktur Indodana Finance, Iwan Dewanto, menjelaskan bahwa kontribusi besar dari segmen tersebut didorong oleh kerja sama perusahaan dengan berbagai merchant di seluruh Indonesia.

“Kerja sama kategori elektronik dan gadget juga meluas dari brand global hingga gerai lokal di berbagai wilayah,” ujar Iwan kepada Kontan, Sabtu (1/11).

Menurut Iwan, tren positif itu juga diperkuat oleh meningkatnya penggunaan layanan paylater dari kalangan muda, terutama generasi Milenial dan Gen Z yang sudah berpenghasilan dan memiliki kemampuan finansial untuk mencicil sesuai kapasitas.

“Kelompok usia pengguna masih didominasi oleh generasi Milenial dan Z yang berpenghasilan dan mampu berbelanja sesuai kemampuannya,” tambahnya.

Secara umum, kinerja layanan paylater Indodana Finance tumbuh di atas rata-rata industri, meskipun perusahaan tidak menyebutkan angka pastinya.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, total pembiayaan paylater di industri multifinance tumbuh 79,91% secara tahunan (YoY) hingga Agustus 2025, dengan nilai mencapai Rp 9,97 triliun.

Indodana juga berhasil menjaga rasio kredit macet (Non Performing Financing/NPF) tetap sehat, di bawah ambang batas 5% yang ditetapkan OJK.

Untuk mempertahankan kinerja tersebut, perusahaan menerapkan sistem credit scoring yang ketat dan selektif serta memperkuat manajemen risiko dan tata kelola agar bisnis tetap tumbuh berkelanjutan.

Selain itu, Indodana terus menjalankan program literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat, agar pengguna paylater dapat bertransaksi dengan bijak dan menyesuaikan dengan kemampuan bayar masing-masing.

Langkah-langkah tersebut menjadi strategi penting Indodana Finance untuk menjaga pertumbuhan bisnis paylater yang sehat dan berkelanjutan di tengah tingginya permintaan pembiayaan digital, terutama di sektor gadget dan elektronik.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Melonjak Tajam Hari Ini

    Harga Perak Melonjak Tajam Hari Ini

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produk Antam kembali melonjak hari ini, Senin (23/2/2026). Berdasarkan data laman Logam Mulia, harga perak Antam menguat sebesar Rp 1.100 ke level Rp54.250 per gram. Kenaikan harga perak ini mengikuti tren bullish logam mulia di pasar global. Bagi investor yang mencari aset safe haven dengan harga lebih terjangkau dibanding emas, perak […]

  • Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    Investasi VinFast! Buka Pabrik Mobil Listrik di Subang

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – VinFast resmi membuka fasilitas manufaktur terbarunya di Subang, Jawa Barat, pada Senin (15/12/2025). Peresmian ini menandai langkah strategis produsen kendaraan listrik asal Vietnam tersebut dalam memperkuat eksistensinya di pasar global, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. “17 bulan yang lalu, kami memulai pembangunan pabrik ini dengan misi […]

  • Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat. Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada […]

  • Defisit APBN 2025 Melebar Rp695,1 Triliun, Nyaris Tembus Batas Aman 3% PDB

    Defisit APBN 2025 Melebar Rp695,1 Triliun, Nyaris Tembus Batas Aman 3% PDB

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mencapai Rp695,1 triliun, angka tertinggi dalam satu dekade terakhir di luar masa pandemi. Nilai tersebut setara dengan 2,92% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan nyaris menyentuh batas aman defisit fiskal sebesar 3% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa […]

  • Prabowo Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Tegaskan Fondasi Baru Ekonomi Rakyat

    Prabowo Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Tegaskan Fondasi Baru Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat saat memimpin evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (25/11/2025). Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam langkah pemerintah mempercepat hadirnya koperasi modern di seluruh desa dan kelurahan. Dalam laporan resmi yang disampaikan melalui akun […]

  • Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    Merger 7 BUMN Karya Mundur ke 2026, Danantara Beberkan Masalah Keuangan yang Belum Tuntas

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rencana merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dipastikan batal rampung pada 2025. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan penggabungan perusahaan tersebut bergeser ke kuartal I 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa penundaan ini terjadi karena masih banyak persoalan keuangan yang harus dibereskan sebelum penggabungan […]

expand_less