Selasa, 23 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Melemah Lagi! Pagi Ini Sentuh Rp17.859 per Dolar AS

  • account_circle -
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum mampu keluar dari tekanan. Pada perdagangan Selasa (23/6/2026) pagi, kurs rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kini rupiah di level Rp17.859.

Mengutip dari Antara, mata uang Indonesia melemah 16 poin atau tergerus 0,09 persen menjadi Rp17.859 per dolar AS. Penutupan sebelumnya rupiah di level Rp17.843 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat tipis 0,02% ke level 101,040.

Pelemahan ini mencerminkan tekanan eksternal yang belum juga mereda, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah. Ini seiring meningkatnya ketidakpastian terhadap kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran. Ketidakpastian muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan melanjutkan perang di Timur Tengah, sementara Teheran mengumumkan telah menutup Selat Hormuz.

Meski tensi kembali meningkat, pembicaraan damai antara AS dan Iran masih berlanjut memasuki hari kedua di Swiss. Perundingan tersebut dilakukan berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata April setidaknya selama 60 hari lagi.

Ketidakpastian ini membuat minat pasar terhadap dolar AS sebagai aset aman atau safe haven masih tinggi. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat ruang penguatan mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi lebih terbatas.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga masih mencermati langkah Bank Indonesia (BI) yang kembali memperketat aturan pembelian valuta asing tunai tanpa dokumen pendukung atau underlying.

BI resmi menurunkan ambang batas pembelian valas tunai tanpa underlying dari sebelumnya US$25.000 per orang per bulan menjadi US$10.000 per pelaku per bulan. Aturan baru ini mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan prinsip kehati-hatian dalam Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA). Langkah ini juga diarahkan untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, BI juga menyesuaikan batas kewajiban dokumen pendukung untuk transfer dana ke luar negeri dalam valuta asing. Ambang batasnya diturunkan dari semula setara di atas US$50.000 menjadi setara di atas US$25.000.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agustiar Sabran Dorong Catur Masuk Sekolah dan Perkuat Digitalisasi

    Agustiar Sabran Dorong Catur Masuk Sekolah dan Perkuat Digitalisasi

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) periode 2026–2030, Agustiar Sabran, menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan olahraga catur melalui jalur pendidikan dan transformasi digital. Agustiar Sabran resmi terpilih sebagai Ketua Umum PB Percasi dalam Musyawarah Nasional (Munas) XXX yang digelar di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Ia menyampaikan, salah satu fokus utama […]

  • Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US0 per Barel

    Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus US$100 per Barel

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah dunia terus menunjukkan lonjakan tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pasar energi global kini dibayangi kekhawatiran terganggunya pasokan minyak akibat memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Iran. Kegagalan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran menjadi salah satu sentimen utama yang mendorong kenaikan harga minyak dunia. Selain […]

  • Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

    Ini Spesifikasi Mahindra Scorpio yang Bakal Jadi Mobil Operasional KDKMP

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kendaraan Mahindra Scorpio Pickup kini menjadi pusat perhatian setelah puluhan ribu unitnya dipilih sebagai kendaraan operasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP/Koperasi Merah Putih). Dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026), perusahaan akan mengekspor 35.000 unit pikap Scorpio ke Indonesia pada 2026. Ini menjadikannya salah satu penjualan ekspor terbesar dalam sejarah produsen asal India […]

  • Menkop Pastikan Program Strategis Kemenkop di Luar Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

    Menkop Pastikan Program Strategis Kemenkop di Luar Kopdes Merah Putih Tetap Berjalan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memastikan seluruh program strategis Kementerian Koperasi (Kemenkop) di luar Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih tetap berjalan sesuai rencana. Dalam siaran pers, Ferry menyebut Kemenkop memiliki 16 program kerja, di mana sebagian telah dilaksanakan, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan atau pelaksanaan. Salah satu capaian penting adalah penyatuan dualisme organisasi […]

  • Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

    Diserang AS-Israel dan Dihantam Embargo 50 Tahun, Mengapa Iran Masih Bertahan?

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyorot ketahanan Iran. Di tengah konflik terbuka melawan Amerika Serikat dan Israel, negara itu dinilai tetap mampu memberikan perlawanan kuat meski telah menghadapi embargo internasional hampir setengah abad. Sejak Revolusi Iran 1979, Iran menjadi salah satu negara yang paling lama menghadapi sanksi ekonomi dari Barat, terutama dari […]

  • Amazon Rencana PHK Besar di Awal 2026, 14.000 Posisi Kantoran Terancam

    Amazon Rencana PHK Besar di Awal 2026, 14.000 Posisi Kantoran Terancam

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali membayangi industri teknologi global di awal 2026. Salah satu raksasa teknologi dunia, Amazon, dilaporkan tengah mempersiapkan gelombang kedua PHK skala global yang berpotensi berdampak pada hingga 14.000 karyawan. Langkah efisiensi ini disebut akan dimulai paling cepat dalam waktu dekat, meskipun kinerja keuangan Amazon masih tergolong solid. Perusahaan […]

expand_less