Program Sertifikasi Halal Gratis Dongkrak Ekonomi
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sab, 15 Nov 2025
- comment 0 komentar

Pengunjung melihat produk UMKM dari Rumah Kreatif BUMN (RKB) binaan BNI saat Launching Halal Park di Senayan Jakarta
JAMBISNIS.COM – Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang digencarkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Selain memastikan produk UMKM memenuhi standar halal, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan pendamping yang terlibat dalam proses sertifikasi di lapangan.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Dian Lestari, pendamping Proses Produk Halal (P3H) asal Malang, Jawa Timur. Dian mengaku hidupnya berubah sejak bergabung menjadi P3H, terutama setelah menghadapi masa sulit sebagai orang tua tunggal yang harus menafkahi dua anak.
“Dulu saya bingung bagaimana membiayai keluarga setelah ditinggal suami. Tapi sejak menjadi pendamping halal, hidup saya pelan-pelan berubah. Saya bisa bekerja sambil membantu banyak UMKM mendapatkan sertifikat halal,” ujar Dian kepada Liputan6.com.
BPJPH mencatat lebih dari 10 juta produk kini telah tersertifikasi halal, mencakup makanan, minuman, kosmetik, hingga produk rumahan. Jumlah ini memberikan kepastian bagi jutaan keluarga Indonesia dalam mengonsumsi produk yang terjamin halal dan thayyib.
Program SEHATI juga mendorong tumbuhnya lapangan kerja baru. Hingga akhir 2025, lebih dari 107 ribu pendamping halal terlibat dalam proses pendampingan, verifikasi, dan edukasi di berbagai wilayah.
“Pendapatan kami sekarang jauh lebih stabil, bahkan banyak P3H yang penghasilannya sudah di atas UMR. Saya salah satunya. Dari membantu UMKM, saya bisa mandiri dan menafkahi keluarga dengan lebih baik,” tutur Dian.
Program sertifikasi halal gratis diyakini mempercepat transformasi UMKM agar lebih kompetitif. Pelaku usaha yang sebelumnya menilai sertifikasi halal mahal dan sulit, kini lebih mudah mendapatkan legalitas tersebut karena seluruh proses didampingi P3H secara gratis.
UMKM yang telah tersertifikasi pun memiliki peluang pasar lebih luas, terutama untuk masuk ritel modern dan marketplace yang mensyaratkan sertifikat halal sebagai standar mutu.
Selain itu, edukasi halal yang dilakukan para pendamping membuat masyarakat semakin sadar pentingnya produk yang aman dan sesuai syariat.
Dian menjadi satu dari puluhan ribu pendamping yang merasakan perubahan finansial, kepercayaan diri, serta kesempatan berkarier baru melalui program SEHATI.
“Bisa membantu UMKM sambil menafkahi keluarga adalah anugerah. Saya percaya, menebar kebaikan lewat produk halal itu balasannya selalu ada,” katanya.
BPJPH menegaskan bahwa program sertifikasi halal gratis akan terus diperluas, termasuk penambahan kuota pendamping, digitalisasi proses, dan perluasan edukasi halal di daerah.
Program SEHATI kini tidak hanya menjadi instrumen regulasi, tetapi juga pintu terbuka bagi tumbuhnya ekonomi umat dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar