Pemerintah Targetkan Bangun Rusun di Senen Mei 2026, Gunakan Lahan BUMN 1,61 Hektare
- account_circle say say
- calendar_month 58 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI. Pemerintah menyiapkan lahan seluas 1,61 ha milik PT Angkasa Pura Indonesia di kawasan Senen, Jakarta Pusat, untuk pembangunan rumah susun.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah terus mempercepat penyediaan hunian layak di kawasan padat perkotaan. Terbaru, proyek pembangunan rumah susun (rusun) akan segera dimulai di kawasan Senen, Jakarta Pusat, dengan target konstruksi pada Mei 2026.
Lahan yang digunakan merupakan aset milik PT Angkasa Pura Indonesia seluas 1,61 hektare.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa proyek ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk merelokasi warga yang tinggal di bantaran rel kereta api.
“Kita bersinergi antara pemerintah pusat, kementerian, BUMN, hingga pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan rusun ini,” ujarnya.
Pemerintah saat ini tengah mengkaji sejumlah skema pembangunan. Salah satu opsi adalah pembangunan dua tower dengan kapasitas sekitar 1.000 unit oleh Perum Perumnas dengan dukungan APBN.
Alternatif lainnya datang dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang menawarkan pembangunan sembilan tower setinggi empat lantai dengan total 690 unit hunian.
Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari optimalisasi aset BUMN untuk kepentingan publik.
Menurutnya, skema serupa akan diterapkan di kota besar lain seperti Bandung, Surabaya, hingga Makassar.
Selain proyek rusun di Senen, pemerintah juga menyiapkan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.100 unit rumah di wilayah DKI Jakarta sepanjang 2026.
Program ini akan tersebar di seluruh wilayah administrasi, termasuk Kepulauan Seribu, guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau langsung kawasan bantaran rel di Senen dan menegaskan komitmennya dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Proyek ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam mengatasi permukiman kumuh di perkotaan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Penyediaan hunian layak adalah prioritas utama pemerintah,” tegas Prabowo.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar