Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Naik 9 Persen, ASDP Perkuat Kesiapan Operasional
- account_circle say say
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan peningkatan mobilitas tersebut telah diantisipasi dengan sejumlah langkah operasional. Jumlah kendaraan yang melintasi jalur penyeberangan diperkirakan mencapai 1,4 juta unit, atau naik sekitar 9,3 persen.
JAMBISNIS.COM – Mobilitas masyarakat pada periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Operator penyeberangan nasional, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), memproyeksikan jumlah penumpang yang menggunakan layanan kapal feri mencapai sekitar 5,8 juta orang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 9,4 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintasi jalur penyeberangan diperkirakan mencapai 1,4 juta unit, atau naik sekitar 9,3 persen.
Direktur Operasi dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, mengatakan peningkatan mobilitas tersebut telah diantisipasi dengan sejumlah langkah operasional.
“Periode angkutan Lebaran merupakan momentum penting bagi layanan penyeberangan karena meningkatnya mobilisasi masyarakat. Karena itu kami memastikan seluruh elemen operasional telah dipersiapkan dengan baik,” ujar Rio dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Secara nasional, ASDP melayani 320 lintasan penyeberangan yang terdiri dari 91 lintasan komersial dan 229 lintasan perintis. Layanan tersebut didukung 222 kapal yang beroperasi melalui 37 pelabuhan yang dikelola oleh 27 cabang perusahaan.
Sejumlah lintasan dengan mobilitas tinggi selama periode mudik antara lain:
- Pelabuhan Merak – Pelabuhan Bakauheni
- Ketapang – Gilimanuk
- Padangbai – Lembar
- Kayangan – Pototano
- Bajoe – Kolaka
ASDP memproyeksikan jumlah penumpang pada rute Jawa menuju Sumatera mencapai sekitar 1,56 juta orang, meningkat 10,3 persen. Jumlah kendaraan pada lintasan ini diperkirakan mencapai 371.653 unit, atau naik 9,9 persen.
Sementara itu, arus Sumatera menuju Jawa diperkirakan mencapai 1,51 juta penumpang dengan 353.901 kendaraan. Adapun lintasan Jawa–Bali diprediksi melayani sekitar 805.851 penumpang dengan 217.117 kendaraan selama periode Lebaran.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, ASDP meningkatkan sejumlah fasilitas di pelabuhan, antara lain dengan menambah dermaga express di lintasan Merak–Bakauheni, menyediakan layanan pelanggan selama 24 jam, serta menambah toilet portable.
Selain itu, pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui penerapan buffer zone, delaying system, dan geofencing guna mengurai kepadatan kendaraan di sekitar pelabuhan.
Dalam periode mudik Lebaran tahun ini, ASDP juga menghadirkan program Mudik Ramah Anak bertajuk “Semarak Liburan 2026”.
Program tersebut menyediakan kids corner di Pelabuhan Merak dan Bakauheni yang berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Area tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, seperti ruang bermain anak, board games, area membaca, hingga aktivitas kreatif untuk anak-anak yang menunggu jadwal keberangkatan kapal.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga H. Oktaviyanti, mengatakan pemerintah juga memberikan stimulus tarif bagi pengguna jasa penyeberangan selama periode mudik.
Stimulus tersebut berupa diskon 100 persen tarif jasa pelabuhan, yang setara dengan sekitar 21,9 persen dari total tarif penyeberangan pada beberapa lintasan tertentu.
Menurut Bunga, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih terjangkau selama mudik Lebaran.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa tidak ada penjualan tiket secara langsung di pelabuhan selama periode mudik.
“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi dan menghindari perantara yang tidak resmi agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih tertib dan lancar,” ujar Windy.
- Penulis: say say


Saat ini belum ada komentar