Jumat, 19 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Beban pembayaran bunga utang pemerintah terus meningkat dan mulai menekan ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan estimasi sementara yang dihitung dari selisih defisit anggaran dan keseimbangan primer, pembayaran bunga utang Indonesia pada Februari 2026 mencapai sekitar Rp99,8 triliun.

Nilai tersebut setara 27,8 persen dari total pendapatan negara yang tercatat sebesar Rp358 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp346,1 triliun, porsi pembayaran bunga utang mencapai 28,8 persen.

Kondisi ini menandakan semakin besarnya tekanan fiskal yang harus ditanggung pemerintah dalam mengelola anggaran negara.

Risiko pembengkakan beban bunga utang diperkirakan meningkat seiring kenaikan imbal hasil surat utang negara.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di level 6,52 persen per 10 Maret 2026. Sementara itu, yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun berada di posisi 4,09 persen.

Secara kumulatif sejak awal tahun 2026, yield SBN tercatat meningkat sekitar 55 basis poin.

Kenaikan yield ini berpotensi meningkatkan biaya pembiayaan utang pemerintah di masa mendatang.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan pemerintah tetap mengelola utang secara hati-hati untuk menjaga risiko fiskal.

Menurut dia, pengelolaan portofolio utang dilakukan secara cermat agar rasio pembayaran bunga utang maupun Debt Service Ratio (DSR) tetap berada pada level yang aman.

“Dengan utang yang dikelola secara efisien dan ditopang oleh peningkatan penerimaan negara melalui berbagai reformasi, risiko tersebut tetap terkendali,” ujar Suminto.

Meski demikian, rasio pembayaran bunga utang terhadap pendapatan negara menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada Februari 2025, rasio pembayaran bunga utang tercatat 24,98 persen. Namun pada periode yang sama tahun ini, rasio tersebut meningkat menjadi 28,8 persen.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa kemampuan pendapatan negara untuk menutup kewajiban bunga utang semakin tertekan.

Pemerintah berharap peningkatan penerimaan pajak dapat membantu memperbaiki rasio tersebut. Pada Februari 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 30,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, menilai lonjakan pembayaran bunga utang dapat mengurangi fleksibilitas APBN sebagai instrumen stimulus ekonomi.

Menurut dia, ketika keseimbangan primer masih negatif, sebagian pembiayaan negara digunakan untuk menutup biaya bunga utang, bukan untuk memperluas belanja pembangunan.

“Struktur belanja menjadi lebih rigid dan ruang fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi semakin terbatas,” kata Rizal.

Ia menambahkan porsi bunga utang yang besar juga berpotensi menimbulkan crowding out, yakni mengurangi alokasi anggaran bagi sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, serta program peningkatan produktivitas.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik global juga diperkirakan dapat memperburuk kondisi fiskal Indonesia.

Direktur Kebijakan dan Program Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai konflik di Timur Tengah yang berdampak pada jalur perdagangan energi berpotensi membuat defisit APBN 2026 melampaui batas 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah dapat meningkatkan beban subsidi energi sekaligus menekan penerimaan negara.

Jika harga minyak Brent naik setiap 10 dollar AS per barel, biaya subsidi bahan bakar minyak diperkirakan bisa meningkat hingga 30 persen.

Sementara pelemahan nilai tukar rupiah sebesar Rp500 per dolar AS berpotensi meningkatkan beban subsidi agregat sekitar 3 persen.

“Belanja meningkat, sementara penerimaan berisiko melemah. Artinya, celah defisit anggaran bisa semakin melebar,” ujar Piter.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementan Pastikan Pasokan Bibit Ayam Aman, Tak Ada Monopoli Distribusi

    Kementan Pastikan Pasokan Bibit Ayam Aman, Tak Ada Monopoli Distribusi

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa pasokan dan distribusi bibit ayam atau Day Old Chick (DOC) di seluruh wilayah Indonesia dalam kondisi aman dan terkendali. Pemerintah memastikan tidak ada praktik monopoli dalam rantai pasok perunggasan nasional. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan pemerintah telah melakukan transformasi tata kelola distribusi DOC […]

  • Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung, Biar GERD Nggak Kambuh Saat Ramadan

    Menu Buka Puasa untuk Penderita Asam Lambung, Biar GERD Nggak Kambuh Saat Ramadan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Buat kamu yang punya masalah asam lambung atau GERD, memilih menu buka puasa itu nggak bisa asal. Salah makan sedikit saja, bisa langsung muncul rasa perih di ulu hati, mual, kembung, bahkan sensasi panas di dada. Padahal, puasa seharusnya bikin tubuh lebih nyaman, bukan malah bikin asam lambung kambuh. Kuncinya ada di pemilihan […]

  • Harga Perak Kembali Melonjak Signifikan

    Harga Perak Kembali Melonjak Signifikan

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam melonjak signifikan pada perdagangan Rabu, (15/4/2026). Kenaikan harga ini mengikuti harga emas Antam dan harga perak dunia. Berdasarkan data terbaru dari laman logam mulia, harga perak Antam naik Rp2.150 menjadi Rp50.300. Pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam dibanderol Rp48.150. Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak […]

  • Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    Freeport Indonesia Kucurkan Investasi USD 1 Miliar per Tahun untuk Dongkrak Ekonomi Nasional

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya menjadi motor investasi nasional dengan menggelontorkan investasi sekitar USD 1 miliar per tahun, di luar belanja domestik perusahaan yang mencapai OPEX dan CAPEX sebesar USD 4–5 miliar atau hampir Rp 80 triliun. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan Freeport terus memainkan peran strategis dalam menopang investasi nasional, […]

  • Indonesia Resmi Masuk Bursa Tuan Rumah Piala Asia 2031

    Indonesia Resmi Masuk Bursa Tuan Rumah Piala Asia 2031

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indonesia secara resmi mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah Piala Asia 2031. Pengajuan tersebut telah diterima oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) seiring berakhirnya proses bidding yang berlangsung sepanjang tahun lalu. Dalam pengumuman resminya, AFC menyatakan Indonesia menjadi salah satu dari sembilan kandidat yang berminat menyelenggarakan turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia […]

  • Telkomsel Gunakan AI untuk Jaringan Efisien dan Layanan Cerdas

    Telkomsel Gunakan AI untuk Jaringan Efisien dan Layanan Cerdas

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Telkomsel kini semakin serius memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, keamanan siber, dan kualitas layanan pelanggan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital Telkomsel menuju perusahaan telekomunikasi yang lebih cerdas dan berkelanjutan. Menurut Ronald Limoa, VP Technology Strategy and Consumer Product Development Telkomsel, penerapan AI tidak hanya untuk pelanggan, tetapi juga […]

expand_less