Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

Merger BUMN Karya Ditargetkan Rampung Semester II 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM –  Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menargetkan proses merger perusahaan pelat merah sektor karya dapat diselesaikan pada semester II 2026. Konsolidasi baru akan dilakukan setelah seluruh BUMN karya berada dalam kondisi sehat secara fundamental.

Hal tersebut disampaikan Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai memberikan keterangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2). Ia menegaskan pemerintah saat ini masih memfokuskan diri pada pembenahan internal perusahaan sebelum masuk ke tahap penggabungan usaha.

“Ini kan kemarin kita sudah lakukan proses pembetulan buku-bukunya. Kita lakukan impairment, setelah itu restrukturisasi perusahaannya. Setelah sehat semua, baru kita lakukan konsolidasi tahapannya,” ujar Dony.

Menurut Dony, secara waktu pelaksanaan merger kemungkinan besar akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan persiapan bisa dirampungkan sehingga konsolidasi berjalan lebih efektif.

“Kita harapkan tahun ini selesai, jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester kedua,” katanya.

Sepanjang tahun lalu, pemerintah melakukan pembersihan laporan keuangan (clean-up) BUMN karya, termasuk penyesuaian nilai aset, pembenahan pembukuan, serta penurunan beban utang melalui restrukturisasi keuangan.

Setelah proses restrukturisasi rampung dan kondisi keuangan perusahaan dinilai lebih sehat, BUMN karya akan masuk ke fase konsolidasi bisnis melalui skema merger untuk memperkuat struktur usaha dan meningkatkan efisiensi.

“Setelah itu baru masuk ke fase berikutnya, yaitu konsolidasi bisnis melalui merger,” ucap Dony.

Adapun BUMN karya yang masuk dalam rencana merger antara lain PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), serta PT Nindya Karya (Persero).

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subaru BEV Concept, Perpaduan Desain Futuristik dan DNA Subaru

    Subaru BEV Concept, Perpaduan Desain Futuristik dan DNA Subaru

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Subaru memperkenalkan konsep mobil listrik terbarunya yang menggambarkan masa depan performa merek tersebut dalam format battery electric vehicle (BEV) pada Japan Mobility Show 2025. Model ini bukan sekadar pajangan di pameran, melainkan wujud nyata dari filosofi Subaru tentang kenikmatan mengemudi dan kendali, yang menjadi esensi dari setiap produknya. Dikutip dari Subaru.jp, Jumat (31/10/2025) […]

  • Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    Purbaya Tegaskan Redenominasi Rupiah Bukan Wewenang Kemenkeu, Sepenuhnya Tugas BI

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBINNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kebijakan redenominasi rupiah bukan berada di tangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), melainkan sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI). “Kalau redenominasi itu bukan wewenang Kementerian Keuangan. Nanti Gubernur Bank Sentral atau BI yang menyelenggarakannya,” kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jumat (14/11/2025). Pernyataan ini menegaskan posisi […]

  • Menkeu Purbaya Pastikan Dana Rp 200 Triliun Tersalurkan, Bank & Koperasi Ajukan Tambahan

    Menkeu Purbaya Pastikan Dana Rp 200 Triliun Tersalurkan, Bank & Koperasi Ajukan Tambahan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan penyaluran dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun melalui Himbara terus meningkat hingga Oktober 2025. Beberapa bank bahkan sudah mengajukan permintaan tambahan karena dana sebelumnya terserap habis ke sektor riil. Selain perbankan, dana juga diarahkan ke Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) untuk pemberdayaan ekonomi desa. Bank penyalur hanya […]

  • DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    DIPA APBN 2026 Belum Diserahkan, Kemenkeu Pastikan Anggaran Tetap Berjalan

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN 2026 kepada kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah hingga kini belum dilaksanakan. Meski demikian, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap berjalan tanpa hambatan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut hanya menyangkut agenda seremoni penyerahan DIPA dan tidak […]

  • Cuti Bersama Imlek 2026 di China Terpanjang dalam Sejarah

    Cuti Bersama Imlek 2026 di China Terpanjang dalam Sejarah

    • calendar_month 21 jam yang lalu
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah China menetapkan cuti bersama Tahun Baru Imlek 2026 sebagai yang terpanjang dalam sejarah. Kebijakan ini membuat jutaan warga menikmati libur nasional selama sembilan hari penuh. Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026. Berdasarkan ketetapan pemerintah, libur Festival Musim Semi berlangsung mulai 15 hingga 23 Februari 2026, dengan aktivitas […]

  • WhatsApp & Instagram Hampir Dipaksa Dijual, Zuckerberg Menang Besar Lawan FTC

    WhatsApp & Instagram Hampir Dipaksa Dijual, Zuckerberg Menang Besar Lawan FTC

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Upaya regulator Amerika Serikat untuk memaksa Meta melepas Instagram dan WhatsApp akhirnya kandas. Hakim Distrik AS James Boasberg memutuskan bahwa Meta tidak memegang monopoli dalam bisnis jejaring sosial saat ini sehingga tidak melanggar hukum antimonopoli. Putusan ini menjadi kemenangan hukum besar bagi CEO Meta Mark Zuckerberg. Persidangan antimonopoli yang berakhir pada Mei lalu […]

expand_less