Jenderal Kepercayaan Xi Jinping Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir China ke AS, Militer Diguncang Skandal Besar
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Sen, 26 Jan 2026
- comment 0 komentar

Xi Jinping melihat pemandangan kota dari Taman Lianhuashan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China selatan 14 Oktober 2020. Xi menghadiri pertemuan besar yang diadakan untuk merayakan 40 tahun pendirian Zona Ekonomi Khusus Shenzhen (Xinhua/Ju Peng)
JAMBISNIS.COM – Jajaran tertinggi militer China tengah diguncang skandal spionase dan korupsi berskala besar. Seorang jenderal senior yang dikenal sebagai orang kepercayaan Presiden Xi Jinping, Jenderal Zhang Youxia (75), diduga membocorkan informasi rahasia program senjata nuklir China kepada Amerika Serikat.
Laporan yang dirilis Wall Street Journal menyebutkan, dugaan kebocoran tersebut mencakup data teknis inti persenjataan nuklir, menjadikannya salah satu kasus keamanan nasional paling serius dalam sejarah modern China.
Tak hanya itu, Zhang juga dituding menerima suap besar-besaran dalam proses promosi jabatan di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), termasuk dalam pengangkatan seorang perwira ke posisi Menteri Pertahanan.
Kementerian Pertahanan China secara resmi mengumumkan penyelidikan terhadap Zhang Youxia pada 24 Januari 2026. Langkah ini dinilai sebagai pembersihan terbesar di tubuh militer China dalam beberapa dekade terakhir, menandai keseriusan pemerintah dalam membongkar jaringan korupsi dan faksi politik internal.
Zhang diketahui merupakan anggota Politbiro Partai Komunis China serta tokoh kunci dalam pengadaan dan modernisasi alutsista militer.
Kejatuhan Zhang mengejutkan banyak pihak karena ia memiliki hubungan personal yang panjang dengan Xi Jinping. Keduanya disebut berasal dari latar belakang keluarga revolusioner, di mana ayah mereka pernah berjuang bersama dalam perang saudara di wilayah barat laut China.
Namun, laporan investigasi menyebut Zhang diduga membentuk faksi politik di dalam militer, menyalahgunakan kewenangan, serta mengatur promosi jabatan dengan imbalan finansial ketika mengawasi lembaga pengadaan perangkat keras militer.
Selain Zhang, Jenderal Liu Zhenli (61) juga dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Liu sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Staf Gabungan PLA yang bertanggung jawab atas intelijen, pelatihan, dan operasi militer.
Menariknya, Zhang dan Liu termasuk sedikit jenderal senior China yang memiliki pengalaman tempur langsung, yang mereka peroleh saat konflik perbatasan China–Vietnam pada akhir 1970-an.
Sejak mengamankan masa jabatan ketiga pada 2023, Presiden Xi Jinping gencar melakukan kampanye pemberantasan korupsi di tubuh angkatan bersenjata. Sejumlah jenderal dan pejabat tinggi militer telah dicopot, ditahan, atau diselidiki.
Pengamat menilai langkah ini bukan sekadar penegakan disiplin, melainkan juga upaya Xi Jinping memperkuat kontrol politik atas militer di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, khususnya dengan Amerika Serikat.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar