Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz, Bayang-bayang Serangan AS Kian Nyata

Iran Gelar Latihan Perang di Selat Hormuz, Bayang-bayang Serangan AS Kian Nyata

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat. Iran menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, di tengah menguatnya ancaman serangan dari Washington.

Latihan tersebut ditandai dengan dikeluarkannya Notice to Airmen (NOTAM) oleh otoritas Iran untuk membatasi aktivitas penerbangan sipil di wilayah udara sekitar Selat Hormuz. NOTAM itu menyebut adanya latihan tembak langsung yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Januari 2026.

Wilayah udara dengan radius sekitar lima mil laut dinyatakan sebagai zona berbahaya, mulai dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki. Pembatasan ini menunjukkan keseriusan Iran dalam meningkatkan kesiapan militernya.

Latihan militer Iran berlangsung beriringan dengan manuver militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) sebelumnya mengumumkan latihan kesiapan tempur untuk menunjukkan kemampuan pengerahan cepat dan dukungan udara di wilayah tanggung jawab CENTCOM.

Situasi geopolitik memanas setelah AS mengerahkan kapal induk serta aset militer tambahan ke kawasan tersebut. Presiden AS Donald Trump disebut hampir memerintahkan serangan terhadap target rezim Iran, menyusul tindakan keras aparat keamanan Iran terhadap demonstran antipemerintah yang menelan ribuan korban jiwa.

Meski serangan tersebut urung dilakukan, Washington menegaskan semua opsi tetap terbuka, termasuk tindakan militer. Pernyataan itu langsung direspons Teheran dengan peringatan keras bahwa setiap agresi AS akan dibalas secara cepat dan menyeluruh.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintas di perairan sempit tersebut. Eskalasi militer di kawasan ini dikhawatirkan dapat memicu gangguan serius terhadap stabilitas ekonomi global.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    Kurangi Ketergantungan pada China, Trump Teken Kesepakatan Dagang dengan 4 Negara ASEAN

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani kesepakatan perdagangan dan mineral penting dengan empat negara Asia Tenggara dalam rangkaian KTT ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (26/10). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan rantai pasokan terhadap China, terutama di sektor tanah jarang dan mineral penting yang menjadi bahan utama chip […]

  • Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    Bekas Pemegang Saham Minoritas Steadfast (KPAL) Kini Kuasai PT Kapal Listrik Indonesia

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Keluarga Logam yang sebelumnya tercatat sebagai pemegang saham minoritas di PT Steadfast Marine Tbk. (KPAL), kini resmi menjadi pemegang saham mayoritas di PT Kapal Listrik Indonesia. Pengambilalihan saham tersebut dilakukan oleh Suhanna Logam, Rayton Samuel Logam, dan Regan Stepanus Logam. Berdasarkan pengumuman pada Kamis (9/10/2025), ketiganya telah merampungkan aksi korporasi tersebut pada Agustus […]

  • Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    Kerugian Banjir Sumatra Tembus Rp 68,6 Triliun, Kerusakan Diduga Dipicu Sawit dan Tambang

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada November 2025 kembali menegaskan rentannya kawasan tersebut terhadap kerusakan ekologis. Analisis terbaru Center of Economic and Law Studies (Celios) menunjukkan, kerugian ekonomi akibat bencana mencapai jauh di atas penerimaan daerah dari sektor pertambangan dan perkebunan sawit yang selama ini mendorong alih fungsi lahan. Celios […]

  • Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    Sempat Galau, IHSG Dibuka Menguat ke Level 8.064

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (16/10/2025). Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 8.064,67. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.030-8.072 sesaat setelah pembukaan. Sebanyak 864,74 juta saham diperdagangkan, dengan nilai Rp947,68 miliar. Sejumlah 240 saham menguat, 164 saham melemah, dan 201 saham stagnan. […]

  • BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    BSI Siapkan Uang Tunai Rp15,49 Triliun Hadapi Libur Nataru

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -PT Bank Syariah Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai Rp15,49 triliun pada momentum libur akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan nasabah di outlet dan ATM/CRM untuk mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun dan awal tahun. Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan BSI akan menyiapkan sinergi kesiapan […]

  • Harga Cabe Merah di Pasar Angso Duo Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    Harga Cabe Merah di Pasar Angso Duo Tembus Rp 100.000 per Kilogram

    • calendar_month Jum, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Jambi per 28 November 2025 tercatat stabil di sebagian besar komoditas. Namun sejumlah komoditas hortikultura, terutama kelompok cabai, mengalami kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan data resmi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas harga beras, gula, minyak goreng, tepung, hingga daging tercatat stabil. Meski begitu, beberapa komoditas […]

expand_less