Harga BBM April 2026 Berpotensi Naik
- account_circle say say
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Ilustrasi: Pengendara sepeda motor sedang mengisi BBM di POM bensin
JAMBISNIS.COM – Ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2026 semakin menguat seiring lonjakan harga minyak global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa pemerintah dan Pertamina akan melakukan penyesuaian harga, terutama untuk BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memperkirakan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi naik sekitar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter.
Menurutnya, kenaikan ini mengikuti harga keekonomian yang terdorong oleh lonjakan harga minyak dunia yang kini menembus sekitar US$115 per barel.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi hampir tidak terhindarkan, namun kenaikan terlalu tinggi perlu dihindari karena berisiko memicu inflasi,” ujarnya.
Selain itu, kenaikan harga yang terlalu besar juga dikhawatirkan akan mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite dan solar, yang berpotensi memicu kelangkaan dan penimbunan.
Senada, pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai peluang kenaikan BBM, termasuk subsidi, semakin terbuka jika tren pelemahan rupiah terus berlanjut.
Nilai tukar rupiah saat ini mendekati Rp17.000 per dolar AS, yang memperbesar beban impor energi dan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kalau harga minyak naik dan rupiah melemah, pemerintah hampir pasti harus menaikkan harga BBM, termasuk subsidi seperti Pertalite,” kata Ibrahim.
Ia memperkirakan harga BBM subsidi bisa mengalami kenaikan terbatas, misalnya dari Rp10.000 menjadi sekitar Rp10.500 per liter. Meski terlihat kecil, dampaknya dinilai signifikan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
Tekanan terhadap harga energi juga dipicu oleh konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang berdampak pada terganggunya pasokan global, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz.
Di sisi lain, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga demi melindungi masyarakat atau menyesuaikan harga untuk menghindari pembengkakan subsidi energi.
Hingga akhir Maret 2026, harga BBM di Indonesia masih belum mengalami perubahan. Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter, solar subsidi Rp6.800 per liter, dan Pertamax di kisaran Rp12.300 per liter.
- Penulis: say say

Saat ini belum ada komentar