e-Banking Bank Jambi Lumpuh, Pesan Berantai Soal Rekening Terkuras Bikin Nasabah Resah
- account_circle syaiful amri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Layanan e-banking milik Bank Jambi dilaporkan tidak dapat diakses hingga Minggu pagi. Gangguan ini memicu keresahan di kalangan nasabah, seiring beredarnya pesan berantai di sejumlah grup percakapan yang menyebut dugaan pembobolan rekening dan hilangnya saldo tabungan.
Pesan berantai yang beredar luas, terutama di kalangan aparatur sipil negara dan komunitas guru di Provinsi Jambi, menyebutkan bahwa layanan perbankan digital Bank Jambi dinonaktifkan sementara. Dalam pesan tersebut, pengirim mengimbau nasabah untuk segera mengecek saldo melalui mesin ATM karena layanan mobile banking dan pengecekan saldo daring tidak dapat digunakan.
Sebagian pesan bahkan mengklaim adanya rekening nasabah yang terkuras. Informasi itu disampaikan sebagai pengalaman pribadi pengirim pesan dan menyebut adanya gangguan yang bersifat luas. Namun demikian, hingga awal gangguan terjadi, belum ada penjelasan resmi yang rinci dari manajemen Bank Jambi mengenai penyebab utama masalah tersebut.
Gangguan layanan ini mendorong sejumlah nasabah mendatangi mesin ATM untuk memastikan kondisi saldo mereka. Di beberapa titik, pengecekan saldo melalui ATM dilaporkan sempat terkendala, sehingga memperbesar kekhawatiran masyarakat.
Direktur Teknologi Informasi Bank Jambi, Nanang, membenarkan adanya gangguan sistem yang berdampak pada tidak dapat diaksesnya layanan e-banking Bank Jambi. Menurut dia, pihak bank saat ini tengah melakukan pemeliharaan (maintenance) dan penanganan internal secara menyeluruh.
“Kami sedang melakukan maintenance dan penelusuran internal, sehingga untuk sementara layanan e-banking belum bisa diakses,” kata Nanang.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak bank membuka layanan pengaduan bagi nasabah yang merasa mengalami kejanggalan transaksi atau kehilangan saldo di rekening. “Bagi nasabah yang merasa saldo rekeningnya berkurang atau hilang, silakan melapor melalui pusat layanan pengaduan Bank Jambi agar dapat kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Nanang menegaskan, langkah penonaktifan sementara layanan e-banking dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan sistem dan investigasi internal. Ia tidak merinci lebih jauh soal dugaan serangan siber maupun jumlah laporan nasabah yang masuk.
Di tengah situasi tersebut, pesan berantai di grup-grup percakapan terus menyebar. Salah satu pesan yang beredar menyebutkan adanya tabungan nasabah yang “dijebol” dan mengajak para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta masyarakat untuk segera memeriksa rekening masing-masing.
Meski pesan-pesan itu menambah kepanikan, pihak bank mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menarik kesimpulan sebelum proses penelusuran internal selesai. Nasabah juga disarankan menyimpan bukti transaksi dan segera melapor secara resmi apabila menemukan kejanggalan pada rekening mereka.
Hingga berita ini diturunkan, Bank Jambi belum menyampaikan keterangan resmi lanjutan terkait penyebab teknis gangguan, durasi pemulihan layanan e-banking, maupun hasil awal penanganan internal. Publik kini menunggu penjelasan lengkap sekaligus jaminan keamanan dana nasabah dari pihak Bank Jambi.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar