Bawang Putih Impor Segera Masuk, Pemerintah Pastikan Harga Turun Jelang Ramadan
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Kam, 29 Jan 2026
- comment 0 komentar

Pekerja menurunkan karung berisi bawang putih di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (5/2/2020). Kelangkaan pasokan bawang putih di dalam negeri diduga imbas dari penghentian impor produk dari China terkait pencegahan penyebaran virus Corona. (merdeka.com/magang/ Muhammad Fayyadh)
JAMBISNIS.COM – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan segera masuk ke pasar domestik. Langkah ini diharapkan mampu menekan kenaikan harga bawang putih yang terus melonjak menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyatakan pemerintah telah menerbitkan seluruh persetujuan impor (PI) bawang putih bagi pelaku usaha yang terdaftar dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).
“Seharusnya minggu-minggu ini bawang putih sudah mendarat di Tanjung Priok, baik di akhir Januari maupun awal Februari. Jika barang sudah masuk, harga otomatis akan turun dan kembali ke harga acuan,” ujar Iqbal, Kamis (29/1/2026).
Iqbal menambahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga, bawang putih menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian khusus. Namun, dengan diterbitkannya PI, ia menilai persoalan pasokan sudah dapat diatasi.
“Menurut timeline pelaku usaha, akhir Januari atau awal Februari ini bawang putih impor sudah tiba. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga bawang putih secara nasional mengalami tren kenaikan. Pada minggu keempat Januari 2026, harga rata-rata bawang putih mencapai Rp39.810 per kilogram, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp38.000 per kilogram.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, kenaikan harga bawang putih sudah terjadi sejak Desember 2025. Bahkan, harga tertinggi tercatat mencapai Rp100 ribu per kilogram di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Pegunungan Bintang.
Secara nasional, kenaikan harga bawang putih terjadi di 57,78 persen wilayah Indonesia, atau sekitar 208 kabupaten/kota, termasuk Natuna, Halmahera Selatan, Flores Timur, Rote Ndao, dan Lombok Tengah.
Pemerintah berharap masuknya bawang putih impor dalam waktu dekat dapat menjaga stabilitas harga pangan serta memastikan ketersediaan pasokan selama periode Ramadan dan Lebaran.
- Penulis: syaiful amri

Saat ini belum ada komentar