Mixue Resmi Tutup 428 Gerai Luar Negri, Indonesia dan Vietnam Siap Siap
- account_circle say say
- calendar_month 5 jam yang lalu

Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam.
JAMBISNIS.COM – Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup ratusan gerai di pasar internasional sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat penurunan sebanyak 428 gerai di luar negeri, termasuk di Indonesia dan Vietnam.
Langkah ini menandai perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya agresif berekspansi, kini beralih pada konsolidasi bisnis. Manajemen menyatakan fokus utama diarahkan pada optimalisasi gerai yang sudah beroperasi agar lebih stabil dan berkelanjutan.
“Perusahaan saat ini fokus mengoptimalkan operasional gerai-gerai yang sudah ada agar bisa berjalan stabil, berkelanjutan, dan bertahan untuk jangka panjang,” demikian keterangan resmi perusahaan.
Indonesia dan Vietnam disebut sebagai dua pasar yang paling terdampak, meski perusahaan tidak merinci jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara. Kedua negara ini selama beberapa tahun terakhir menjadi tulang punggung ekspansi internasional Mixue.
Di Vietnam, perusahaan mulai mengubah model bisnis dengan menghadirkan gerai berukuran lebih besar di lokasi strategis. Format baru ini dilengkapi area persiapan lebih luas dan kapasitas pelayanan yang ditingkatkan. Perubahan tersebut diduga turut memicu evaluasi terhadap gerai lama yang berukuran kecil dan dinilai kurang efisien, termasuk di pasar Asia Tenggara.
Meski memangkas jumlah gerai di sejumlah negara, Mixue tetap melanjutkan ekspansi ke pasar lain. Perusahaan membuka jaringan baru di Amerika Serikat dan Kazakhstan, serta memasuki Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda.
Secara global, Mixue masih menjadi salah satu jaringan makanan dan minuman terbesar di dunia. Hingga akhir 2025, perusahaan tercatat memiliki 59.823 gerai, dengan lebih dari 55 ribu unit berada di China daratan.
Dominasi ini ditopang strategi harga terjangkau yang menjadi ciri khas perusahaan. Produk seperti es krim, milk tea, dan minuman buah dijual dengan harga rendah berkat penguasaan rantai pasok dari hulu hingga hilir.
Di tengah penutupan gerai luar negeri, kinerja keuangan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan. Pendapatan meningkat 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan, sementara laba bersih naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan.
Perubahan arah bisnis ini mencerminkan fase baru Mixue setelah periode ekspansi besar-besaran. Perusahaan kini berupaya menjaga keberlanjutan usaha dengan memastikan setiap gerai mampu memberikan kontribusi optimal terhadap kinerja jangka panjang.
- Penulis: say say


