Sabtu, 20 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

Wamenkeu Optimistis Ekonomi RI Triwulan I Tumbuh 5,5 Persen

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Wakil Menteri Keuangan RI, Juda Agung, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mampu mencapai 5,5 persen. Angka tersebut dijadwalkan akan diumumkan secara resmi pada awal Mei 2026.

“Proyeksi Kementerian Keuangan pertumbuhan di triwulan I diperkirakan 5,5%, dengan melihat PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) meningkat cukup signifikan, kemudian ekspektasi konsumen dan sebagainya. Ini yang kemudian kita optimistis bahwa di triwulan I akan tumbuh 5,5%,” ujar Juda dalam acara Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI) di Kantor Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Optimisme tersebut, lanjut Juda, didukung oleh kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada triwulan I 2026. Belanja pemerintah tercatat tumbuh tinggi hingga 31,4 persen secara tahunan (year on year).

Sementara itu, pendapatan negara yang berasal dari pajak, PNBP, dan cukai juga mengalami pertumbuhan sebesar 10,5 persen. Khusus penerimaan pajak, tercatat tumbuh 20,7 persen secara year to date.

Ia merinci, pertumbuhan penerimaan pajak terjadi secara konsisten sejak awal tahun, yakni Januari sebesar 30,7 persen, Februari 30,1 persen, dan Maret 7,6 persen.

“Kalau kita lihat rincian dari pajak yang tumbuh di APBN 2026 ini, itu kelihatan bahwa PPN dan PPN-BM tumbuhnya sangat tinggi, yaitu 57,7%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi, baik konsumsi maupun transaksi di perindustrian, di sektor dunia usaha, itu tumbuhnya juga cukup baik, di triwulan satu,” jelasnya.

Menurut Juda, tingginya pertumbuhan PPN dan PPnBM mencerminkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat serta transaksi di sektor usaha, baik untuk kebutuhan ritel maupun industri.

Di sisi lain, realisasi belanja pemerintah hingga triwulan I telah mencapai 21,2 persen dari total APBN, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,1 persen.

“Nah dengan belanja dan penerimaan ini, maka defisit anggaran kita itu mencapai 0,93%. Jadi memang belanja sekarang ini, di tahun ini, itu cukup cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi itu merata, cepat, dan terjadi di tahun yang sama,” paparnya.

Lebih lanjut, Juda menilai konsumsi masyarakat masih menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari data Mandiri Spending Index (MSI) yang mencatat peningkatan pada sektor consumer goods hingga elektronik.

Selain itu, tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional juga dinilai masih kuat, meski sempat mengalami sedikit pelemahan pada Maret akibat faktor eksternal.

“Tren penguatan memang terjadi sejak bulan September di Triwulan IV kemarin. Memang di bulan Maret ada sedikit pelemahan, terutama di dalam melihat ekspektasi kondisi ekonomi ke depan, itu ada pelemahan, tentu saja ini saya kira dampak dari perang di Timur Tengah,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Usaha rumahan kerap dipilih ibu rumah tangga sebagai cara menambah penghasilan keluarga. Modal yang relatif kecil, fleksibilitas waktu, dan bisa dijalankan dari rumah membuat jenis usaha ini terlihat minim risiko. Namun pada praktiknya, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan. Penyebabnya bukan semata karena produk tidak laku atau persaingan ketat, melainkan […]

  • BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    BI Resmi Hentikan Jibor dan Dorong Penggunaan Indonia

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dalam rangka memperkuat kredibilitas dan keandalan suku bunga acuan rupiah nasional, Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) mulai 1 Januari 2026. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, untuk menggantikan Jibor, pasar keuangan Indonesia didorong untuk menggunakan Indonesia Overnight Index Average (Indonia), yaitu suku bunga acuan rupiah […]

  • Terima Trump, PM Takaichi Bahas Investasi USD 550 Miliar dan Pembelian Gas Alam dari AS

    Terima Trump, PM Takaichi Bahas Investasi USD 550 Miliar dan Pembelian Gas Alam dari AS

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa (28/10/2025) di Tokyo. Pertemuan bilateral ini menjadi sorotan global karena merupakan agenda diplomatik pertama sejak Takaichi dilantik sebagai perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah Jepang. Pertemuan tersebut akan membahas kerja sama strategis di bidang perdagangan, energi, dan keamanan, […]

  • Pemkot Gelar Buka Bersama Rekan Pers, ​Wali Kota Maulana: Insan Pers Mitra Strategis Bangun Kota Jambi

    Pemkot Gelar Buka Bersama Rekan Pers, ​Wali Kota Maulana: Insan Pers Mitra Strategis Bangun Kota Jambi

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • 0Komentar

     JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi, Maulana menggelar silaturahmi, dan buka puasa bersama insan pers, Sabtu (7/3/2026). Acara itu berlangsung hangat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Setda Kota Jambi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi Saleh Ridha beserta jajaran, Kepala […]

  • Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    Harga Cabai Rawit Hijau di Pasar Angso Duo Naik 12,5 Persen

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, terpantau relatif stabil pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian setempat, sebagian besar komoditas tidak mengalami perubahan harga signifikan. Sejumlah bahan pangan utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga daging masih bertahan di level sebelumnya. Harga beras premium berada di […]

  • Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    Menguat Tipis, Rupiah Menjadi Rp16.618 per Dolar AS Pagi Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat tipis pada pembukaan perdagangan Selasa (28/10/2025). Rupiah dibuka dilevel Rp16.618 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah menguat sebesar 3 poin atau 0,02 persen dibanding penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.621 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS mengalami depresiasi sebesar 0,11% menuju posisi 98,67. Pergerakan […]

expand_less