Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

  • account_circle say say
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat.

Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada di bawah sejumlah mata uang lain yang lebih tertekan, seperti rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos.

Nilai tukar rupiah saat ini berada di kisaran Rp 17.000 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp 17.300 dalam beberapa waktu terakhir. Posisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah dinamika global.

Di peringkat teratas, rial Iran menjadi mata uang terlemah dengan nilai yang sangat rendah, diikuti oleh pound Lebanon yang tertekan akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Sementara itu, dong Vietnam dan kip Laos juga masuk dalam daftar akibat kombinasi faktor perlambatan ekonomi dan tekanan eksternal.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor global dan sentimen pasar.

“Pergerakan ini bukan karena fundamental ekonomi kita memburuk. Dibandingkan negara lain, kondisi Indonesia masih relatif kuat,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, dinamika suku bunga global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta ekspektasi pasar menjadi faktor dominan yang memengaruhi nilai tukar. Selain itu, persepsi negatif yang berkembang juga dapat memperkuat tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Pemerintah, lanjut dia, terus berupaya menjaga stabilitas melalui perbaikan kebijakan ekonomi, termasuk penguatan sektor fiskal dan penataan sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan yang dapat memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Lantik Abdul Kadir Karding Jadi Kepala Badan Karantina, Gantikan Sahat Panggabean

    Prabowo Lantik Abdul Kadir Karding Jadi Kepala Badan Karantina, Gantikan Sahat Panggabean

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Senin (27/4/2026). Karding menggantikan Sahat Manaor Panggabean dalam jabatan pimpinan tinggi utama lembaga tersebut. Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 TPA Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan pejabat tinggi di lingkungan Barantin. Dalam prosesi […]

  • IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    IMF hingga Bank Dunia Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Bawah 5 Persen, di Bawah Target Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sejumlah lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, OECD, dan Japan Credit Rating Agency (JCR) kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5 persen, lebih rendah dari target pemerintah yang menargetkan pertumbuhan minimal di angka tersebut. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat ketidakpastian perdagangan, tarif impor Amerika Serikat, dan lemahnya permintaan ekspor […]

  • Demam Emas Modern, Ketika Harga Emas Terus Melonjak dan Ancaman Inflasi

    Demam Emas Modern, Ketika Harga Emas Terus Melonjak dan Ancaman Inflasi

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Mereka yang mengamati pergerakan harga emas dalam setahun terakhir tentu mendapati, betapa cepatnya harga emas beranjak naik. Siapa nyana rilis inflasi 2025 oleh BPS mendapati, emas punya andil dalam angjka inflasi tahunan. Memang, ia tidak seperti komoditas lainnya semisal cabai merah, rokok yang acap menyumbang inflasi. Dua yang disebut terakhir, boleh disebut konsumsi […]

  • Prabowo Bertemu Mohammed bin Zayed di UEA, Perkuat Kerja Sama Indonesia-UEA

    Prabowo Bertemu Mohammed bin Zayed di UEA, Perkuat Kerja Sama Indonesia-UEA

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto melanjutkan lawatan kenegaraannya ke Uni Emirat Arab (UEA) setelah sebelumnya berkunjung ke Yordania. Di Abu Dhabi, Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden UEA, Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), guna memperkuat kerja sama bilateral kedua negara. Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di Abu Dhabi, Rabu (26/2/2026) sore waktu […]

  • Laba SK Hynix Melejit 5 Kali Lipat di Kuartal I-2026, Booming AI Dongkrak Permintaan Chip Memori

    Laba SK Hynix Melejit 5 Kali Lipat di Kuartal I-2026, Booming AI Dongkrak Permintaan Chip Memori

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Produsen chip asal Korea Selatan, SK Hynix, mencatat lonjakan kinerja luar biasa pada kuartal I-2026. Perusahaan membukukan laba operasional lebih dari lima kali lipat, didorong oleh tingginya permintaan chip memori di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mengacu laporan Reuters, Kamis (23/4/2026), SK Hynix mencatat laba operasional sebesar 37,6 triliun won atau […]

  • Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

    Musim Kemarau Bikin Ban Cepat Aus dan Retak, Ini Peringatan Penting untuk Pengendara

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Musim kemarau tak hanya berdampak pada suhu udara, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kondisi kendaraan, khususnya ban. Suhu jalan yang lebih tinggi saat kemarau disebut dapat mempercepat keausan hingga memicu retakan pada ban kendaraan. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pengendara. Pasalnya, ban merupakan komponen vital yang berperan langsung dalam keselamatan berkendara. […]

expand_less