Jumat, 7 Agu 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

  • account_circle say say
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat.

Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada di bawah sejumlah mata uang lain yang lebih tertekan, seperti rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos.

Nilai tukar rupiah saat ini berada di kisaran Rp 17.000 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp 17.300 dalam beberapa waktu terakhir. Posisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah dinamika global.

Di peringkat teratas, rial Iran menjadi mata uang terlemah dengan nilai yang sangat rendah, diikuti oleh pound Lebanon yang tertekan akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Sementara itu, dong Vietnam dan kip Laos juga masuk dalam daftar akibat kombinasi faktor perlambatan ekonomi dan tekanan eksternal.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor global dan sentimen pasar.

“Pergerakan ini bukan karena fundamental ekonomi kita memburuk. Dibandingkan negara lain, kondisi Indonesia masih relatif kuat,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, dinamika suku bunga global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta ekspektasi pasar menjadi faktor dominan yang memengaruhi nilai tukar. Selain itu, persepsi negatif yang berkembang juga dapat memperkuat tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Pemerintah, lanjut dia, terus berupaya menjaga stabilitas melalui perbaikan kebijakan ekonomi, termasuk penguatan sektor fiskal dan penataan sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan yang dapat memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    Harga TBS Kelapa Sawit Terbaru, Sepekan ke Depan Turun Rp 31,71 per Kg

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dinas Perkebunan Provinsi Jambi bersama pihak terkait menetapkan harga tandan buah segar kelapa sawit untuk periode 9-15 Januari. Rapat bersama yang antara lain dihadiri Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) itu memutuskan adanya penurunan harga TBS. Untuk tandan buah segar (TBS) sawit umur 10-20 tahun penurunannya sebesar Rp 31,71 per kg. Pada periode […]

  • Pemerintah Tambah Kuota Beasiswa Mahasiswa Internasional 2026

    Pemerintah Tambah Kuota Beasiswa Mahasiswa Internasional 2026

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan meningkatkan kuota beasiswa bagi mahasiswa internasional mulai tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi pendidikan untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung pendidikan global. Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Mukhamad Najib menyampaikan bahwa jumlah penerima Beasiswa TIA (The Indonesian Aid) akan naik signifikan […]

  • IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham […]

  • BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan mengalami cuaca hujan ringan hingga hujan petir pada Selasa, 4 November 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah bagian tengah dan timur provinsi. Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, Kabupaten Batanghari dan Kota Jambi […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (5/2/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan data pembaruan terakhir, mayoritas komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras secara umum berada dalam kondisi stabil. Beras Belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog berada di level Rp12.000 per kilogram. Harga […]

  • Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    Bos Krakatau Steel Minta Negara Hadir Jamin Persaingan Usaha yang Adil di Industri Baja

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), Akbar Djohan, meminta negara hadir secara aktif untuk menjamin persaingan usaha yang adil guna memulihkan fundamental industri baja nasional. Menurut Akbar, keberhasilan industri strategis seperti baja tidak hanya ditentukan oleh efisiensi korporasi, tetapi juga oleh kepastian regulasi serta penegakan hukum yang konsisten. Hal tersebut dinilai […]

expand_less