Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah Dunia 2026 Versi Forbes

  • account_circle say say
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Majalah bisnis global Forbes merilis daftar mata uang terlemah di dunia pada April 2026. Dalam laporan tersebut, Rupiah Indonesia tercatat berada di posisi kelima berdasarkan nilai tukarnya terhadap dolar Amerika Serikat.

Penilaian ini mengacu pada kurs per 7 April 2026, dengan Dolar Amerika Serikat sebagai tolok ukur utama. Dalam daftar tersebut, rupiah berada di bawah sejumlah mata uang lain yang lebih tertekan, seperti rial Iran, pound Lebanon, dong Vietnam, dan kip Laos.

Nilai tukar rupiah saat ini berada di kisaran Rp 17.000 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp 17.300 dalam beberapa waktu terakhir. Posisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik di tengah dinamika global.

Di peringkat teratas, rial Iran menjadi mata uang terlemah dengan nilai yang sangat rendah, diikuti oleh pound Lebanon yang tertekan akibat krisis ekonomi berkepanjangan. Sementara itu, dong Vietnam dan kip Laos juga masuk dalam daftar akibat kombinasi faktor perlambatan ekonomi dan tekanan eksternal.

Meski demikian, pemerintah menilai pelemahan rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor global dan sentimen pasar.

“Pergerakan ini bukan karena fundamental ekonomi kita memburuk. Dibandingkan negara lain, kondisi Indonesia masih relatif kuat,” ujar Purbaya.

Ia menjelaskan, dinamika suku bunga global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta ekspektasi pasar menjadi faktor dominan yang memengaruhi nilai tukar. Selain itu, persepsi negatif yang berkembang juga dapat memperkuat tekanan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Pemerintah, lanjut dia, terus berupaya menjaga stabilitas melalui perbaikan kebijakan ekonomi, termasuk penguatan sektor fiskal dan penataan sistem perpajakan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan yang dapat memicu ketidakpastian di pasar keuangan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Kurs Rupiah Hari Ini: Melorot ke Level  Rp16.829

    Update Kurs Rupiah Hari Ini: Melorot ke Level Rp16.829

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam mengawali perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026). Rupiah dibuka di posisi Rp16.829 per dolar AS. Dikutip dari Antara, rupiah mengalami pelemahan 42 poin atau 0,25 persen penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.787 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat naik 0,21% ke level […]

  • Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin campuran etanol 10% atau E10 sebagai upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini disiapkan matang agar tidak membebani keuangan negara. Langkah Presiden Prabowo Subianto menerapkan bensin campur etanol 10% atau E10 disebut bisa menjadi terobosan menuju energi bersih dan kemandirian energi […]

  • Transaksi Digital Makin Besar, Bagaimana Perubahan Cara Belanja di Jambi?

    Transaksi Digital Makin Besar, Bagaimana Perubahan Cara Belanja di Jambi?

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Perubahan perilaku konsumen tidak hanya terlihat dari produk yang dibeli, tetapi juga dari cara pembayaran. Bank Indonesia mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional terus tumbuh pada 2026, termasuk transaksi melalui QRIS yang meningkat sangat tinggi. Pada Juli 2026, volume transaksi QRIS secara nasional tumbuh 82,42 persen secara tahunan, sementara total volume transaksi […]

  • Kabut Asap Jambi Belum Mereda, PJJ Diperpanjang hingga 2 September 2026

    Kabut Asap Jambi Belum Mereda, PJJ Diperpanjang hingga 2 September 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berdampak terhadap aktivitas masyarakat di Kota Jambi. Pemerintah Kota Jambi memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP hingga 2 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 31 Agustus hingga Rabu, 2 September 2026. Pemerintah mengambil langkah ini […]

  • Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    Harga Sembako di Pasar Angso Duo Didominasi Stabil, Cabai Rawit Naik

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, pada Kamis (5/2/2026) terpantau relatif stabil. Berdasarkan data pembaruan terakhir, mayoritas komoditas strategis tidak mengalami perubahan harga signifikan. Komoditas beras secara umum berada dalam kondisi stabil. Beras Belido dijual Rp15.000 per kilogram, sementara beras operasi pasar Bulog berada di level Rp12.000 per kilogram. Harga […]

  • Manfaat Kayu Manis: Turunkan Gula Darah dan Tingkatkan Imunitas

    Manfaat Kayu Manis: Turunkan Gula Darah dan Tingkatkan Imunitas

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kayu manis tidak hanya dikenal sebagai rempah dapur, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah lama dimanfaatkan secara tradisional. Salah satu manfaat utama kayu manis adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antioksidan dan antibakteri dalam kayu manis diyakini mampu melawan infeksi dan menjaga sistem imun tetap optimal. Selain itu, kayu manis […]

expand_less