Sabtu, 25 Jul 2026
light_mode
Beranda » Nasional » RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia tercatat sekitar US$ 5.083 per tahun, masih jauh dari ambang negara berpendapatan tinggi yang mencapai kisaran US$ 14.000 per tahun.

“Indonesia memang sudah masuk upper middle income, tapi masih di level paling bawah. Ini menjadi tantangan besar untuk bisa naik ke high income,” ujar Susiwijono, Rabu (15/4).

Dari sisi struktur masyarakat, jumlah kelas menengah mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, proporsi kelas menengah mencapai sekitar 21,5% dari total penduduk, namun kini turun menjadi sekitar 17%.

Sebaliknya, kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah meningkat dari 48% menjadi 49,2%. Secara total, gabungan kelas menengah dan calon kelas menengah kini mencapai 66,3% populasi atau sekitar 185 juta orang.

Kelompok ini menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sekitar 54%–55% terhadap perekonomian nasional. Bahkan, sekitar 80% konsumsi rumah tangga berasal dari kelas menengah.

Namun demikian, perubahan juga terjadi pada struktur ketenagakerjaan. Terjadi pergeseran dari sektor formal ke sektor informal, yang menunjukkan semakin terbatasnya penciptaan pekerjaan formal.

Selain itu, kontribusi sektor industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi—cenderung mengalami penurunan.

“Kita harus hati-hati, karena secara sektoral ekonomi kita masih ditopang industri manufaktur yang kontribusinya hampir 19% terhadap PDB,” jelasnya.

Pemerintah menilai penguatan kelas menengah menjadi kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan middle income trap dan naik menjadi negara maju. Upaya tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja formal, peningkatan produktivitas industri, serta menjaga daya beli masyarakat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    Rupiah Bersemangat Pagi Ini, Sentuh Rp16.889 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali bersemangat pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026). Rupiah kini menguat ke level Rp16.889 per dolar AS. Berdasarkan data dari Antara, mata uang Indonesia bergerak menguat 22 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.889 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup berada diposisi Rp16.911 per dolar AS. Sementara itu, pergerakan mata […]

  • Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Naik Lagi, Tembus Rp 2,95 Juta per Gram

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (10/2/2026). Kenaikan harga ini memperpanjang reli emas domestik yang terjadi sejak awal pekan. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga emas batangan ukuran 1 gram dibanderol sebesar Rp 2.954.000 per gram, naik Rp 14.000 dibandingkan harga […]

  • Rupiah Terus Tersungkur, Rp18.000 per Dolar AS Makin Dekat

    Rupiah Terus Tersungkur, Rp18.000 per Dolar AS Makin Dekat

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pelemahan tukar rupiah terus terjadi. Mengawali perdagangan Kamis (2/7/2026), mata uang Indonesia kembali tersungkur sehingga mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, kurs rupiah melemah 26 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS. Posisi tersebut semakin mendekatkan rupiah ke ambang Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan ini sekaligus […]

  • OJK dan IAI Sepakati Perlakuan Akuntansi Aset Kripto SAK Indonesia

    OJK dan IAI Sepakati Perlakuan Akuntansi Aset Kripto SAK Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) memperkuat fondasi tata kelola dan transparansi sektor aset kripto nasional dengan menerbitkan panduan dalam pelaporan keuangan di sektor aset kripto. Panduan tersebut termuat dalam Buletin Implementasi Volume 8 tentang Aset Kripto Milik Entitas dan Aset Kripto Pelanggan yang Dititipkan pada Entitas sesuai dengan Standar […]

  • Bupati Tanjabbar Siap Fasilitasi UMKM Ecoprint Kuala Dasa

    Bupati Tanjabbar Siap Fasilitasi UMKM Ecoprint Kuala Dasa

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kain ecoprint berbahan pewarna alami yang dikembangkan kelompok ibu-ibu di Desa Kuala Dasa, Kecamatan Tungkal Ulu. Ecoprint adalah teknik pewarnaan dan mencetak yang ramah lingkungan berkat prosesnya yang menggunakan bahan-bahan alami, yakni daun, batang, […]

  • Kendaraan di Tol Betung–Tempino–Ness Jambi Tembus 10.528 Unit per Hari

    Kendaraan di Tol Betung–Tempino–Ness Jambi Tembus 10.528 Unit per Hari

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di ruas Tol Betung–Tempino–Simpang Ness di Provinsi Jambi. Jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut tercatat meningkat signifikan. PT Hutama Karya mencatat sebanyak 10.528 kendaraan per hari melintas di ruas tol tersebut. Angka itu naik 25,35 persen dibandingkan trafik normal yang rata-rata hanya sekitar 7.860 kendaraan […]

expand_less