Jumat, 11 Sep 2026
light_mode
Beranda » Nasional » RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

RI Naik ke Upper Middle Income, Tapi Lapangan Kerja Formal Menyusut dan Kelas Menengah Tertekan

  • account_circle say say
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah menyebut Indonesia telah masuk kategori negara berpendapatan menengah atas (upper middle income). Namun, di tengah capaian tersebut, tren lapangan kerja formal justru mengalami penyusutan, terutama di kalangan kelas menengah.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada di batas bawah kategori upper middle income. Produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia tercatat sekitar US$ 5.083 per tahun, masih jauh dari ambang negara berpendapatan tinggi yang mencapai kisaran US$ 14.000 per tahun.

“Indonesia memang sudah masuk upper middle income, tapi masih di level paling bawah. Ini menjadi tantangan besar untuk bisa naik ke high income,” ujar Susiwijono, Rabu (15/4).

Dari sisi struktur masyarakat, jumlah kelas menengah mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, proporsi kelas menengah mencapai sekitar 21,5% dari total penduduk, namun kini turun menjadi sekitar 17%.

Sebaliknya, kelompok aspiring middle class atau calon kelas menengah meningkat dari 48% menjadi 49,2%. Secara total, gabungan kelas menengah dan calon kelas menengah kini mencapai 66,3% populasi atau sekitar 185 juta orang.

Kelompok ini menjadi penopang utama konsumsi rumah tangga, dengan kontribusi sekitar 54%–55% terhadap perekonomian nasional. Bahkan, sekitar 80% konsumsi rumah tangga berasal dari kelas menengah.

Namun demikian, perubahan juga terjadi pada struktur ketenagakerjaan. Terjadi pergeseran dari sektor formal ke sektor informal, yang menunjukkan semakin terbatasnya penciptaan pekerjaan formal.

Selain itu, kontribusi sektor industri manufaktur yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi—cenderung mengalami penurunan.

“Kita harus hati-hati, karena secara sektoral ekonomi kita masih ditopang industri manufaktur yang kontribusinya hampir 19% terhadap PDB,” jelasnya.

Pemerintah menilai penguatan kelas menengah menjadi kunci agar Indonesia dapat keluar dari jebakan middle income trap dan naik menjadi negara maju. Upaya tersebut meliputi penciptaan lapangan kerja formal, peningkatan produktivitas industri, serta menjaga daya beli masyarakat.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Rp75 Jadi Rp31.925 per Gram

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada Senin (24/11/2025). Mengutip laman Logam Mulia, harga perak Antam naik Rp75 menjadi Rp 31.925 per gram. Harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 8.381.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.303.188. Sedangkan perak murni […]

  • Harga Cabai dan Daging Sapi di Pasar Talang Banjar Naik Jelang Idul Adha 2026

    Harga Cabai dan Daging Sapi di Pasar Talang Banjar Naik Jelang Idul Adha 2026

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, pergerakan harga bahan pokok di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, mulai menunjukkan dinamika, terutama pada komoditas cabai dan daging sapi. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi per 21 Mei 2026, harga cabai merah besar dan cabai merah kecil masing-masing naik 15 persen menjadi Rp40.000 […]

  • Rupiah Ditutup Perkasa, Sentuh Rp16.820 Per Dolar AS

    Rupiah Ditutup Perkasa, Sentuh Rp16.820 Per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus perkasa hingga akhir perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2025). Rupiah ditutup berada di level Rp 16.820 per dolar AS. Rupiah menguat 0,45 persen dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.896 per dolar AS. Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. […]

  • Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    Salurkan 142.743 Unit Rumah KPR, BTN Kuasai 81,8% FLPP Nasional

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah menyalurkan 142.743 unit KPR Sejahtera FLPP atau setara 81,8% dari total nasional sebanyak 188.434 unit. Capaian tersebut membuktikan peran strategis BTN dalam menopang program pemerintah di sektor perumahan rakyat. Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar mengatakan keberhasilan program KPR subsidi tidak hanya membantu masyarakat memiliki rumah. […]

  • Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2.501.000 Per Gram

    Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2.501.000 Per Gram

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam tak bergerak pada perdagangan hari ini, Rabu (31/12/2025). Harga emas Antam masih tetap Rp2.501.000 per gram, seperti harga kemarin. Namun, untuk gramasi lebih besar harganya turun. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp2.360.000 per gram. Harga tersebut pun tak bergerak, sama harga buyback pada Selasa (30/12/2025) yang juga […]

  • B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    B50 Resmi Berlaku Juli 2026, 3,5 Juta Ton CPO Disiapkan untuk Biofuel

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah akan mulai menerapkan program biodiesel 50 persen (B50) pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Dalam kebijakan ini, sekitar 3,5 juta ton crude palm oil (CPO) dialokasikan sebagai bahan baku utama biofuel. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk […]

expand_less