22 Emiten Umumkan Dividen 2025, BBRI hingga BBNI Paling Royal?
- account_circle say say
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI FOTO
JAMBISNIS.COM – Musim pembagian dividen tahun buku 2025 kembali memanaskan pasar modal domestik. Sebanyak 22 emiten telah mengumumkan rencana distribusi laba kepada pemegang saham, dengan sektor keuangan menjadi kontributor terbesar.
Sejumlah bank jumbo seperti BBRI dan BBNI tampil dominan dalam pembagian dividen tahun ini. BBRI tercatat membagikan dividen hingga Rp52,10 triliun atau setara Rp346 per saham, dengan payout ratio mencapai 92% dari laba bersih 2025.
Sementara itu, BBNI menetapkan dividen sebesar Rp349,41 per saham atau sekitar 65% dari laba bersih. Tak ketinggalan, BBCA juga konsisten membagikan dividen tahunan yang berasal dari kombinasi interim dan final demi menjaga daya tarik bagi investor.
Fenomena ini menegaskan kuatnya kinerja sektor perbankan di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memperlihatkan komitmen emiten dalam memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham.
Tak hanya sektor keuangan, emiten lain seperti ADMF juga menawarkan dividen menarik dengan nominal mencapai ratusan rupiah per saham. Bahkan, NIKL membagikan dividen dalam denominasi dolar AS yang kemudian dikonversi ke rupiah.
Dari sisi jadwal, mayoritas emiten menetapkan recording date pada pertengahan hingga akhir April 2026, sementara pembayaran dividen dipusatkan pada akhir April hingga awal Mei 2026.
Menariknya, terdapat variasi strategi pembagian dividen. WINS misalnya, berencana membagikan dividen saham dari kapitalisasi saldo laba guna memperkuat struktur permodalan perusahaan.
Di sisi regulasi, sejumlah emiten seperti WOMF dan TEBE juga mengingatkan investor terkait ketentuan pajak dividen. Investor domestik berpeluang mendapatkan pembebasan pajak jika dividen diinvestasikan kembali di dalam negeri, sementara investor asing wajib memenuhi persyaratan administrasi tertentu.
Dengan derasnya pembagian dividen ini, pasar saham Indonesia memasuki fase “panen cuan” bagi investor, sekaligus menjadi indikator positif atas kinerja korporasi sepanjang 2025.
Artikel ini merupakan produk jurnalistik yang bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli, menjual, atau menahan instrumen investasi tertentu. Seluruh data dan informasi disajikan berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratannya. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Setiap risiko yang timbul dari keputusan tersebut menjadi tanggung jawab masing-masing investor. JAMBISNIS.COM tidak bertanggung jawab atas segala kerugian maupun keuntungan yang mungkin terjadi akibat penggunaan informasi dalam artikel ini.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar