Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham dari 80.560 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat meningkat menjadi Rp13.515 triliun.

Penguatan IHSG terjadi di tengah dinamika global yang dipengaruhi rilis data ekonomi penting serta ketegangan geopolitik yang belum mereda. Sejumlah data yang menjadi perhatian pasar antara lain neraca perdagangan China serta indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat.

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memicu lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level US$100 per barel. Kondisi ini dipicu gangguan pasokan akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak global.

Kenaikan harga minyak tersebut memberikan dampak beragam bagi Indonesia. Dari sisi positif, Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan emas.

Namun di sisi lain, ketidakpastian global juga memicu sentimen risk-off yang mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang menuju aset safe haven. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik.

Selain itu, gangguan rantai pasok global akibat konflik berpotensi memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, atau yang dikenal dengan istilah stagflasi.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Inflasi yang sempat meningkat pada awal tahun kini mulai terkendali dan berada dalam target Bank Indonesia di kisaran 2,5% ± 1%.

Pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2%.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia terus melakukan pemantauan pasar selama 24 jam dan menyiapkan intervensi likuiditas di berbagai instrumen, termasuk pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic NDF (DNDF).

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo Iran Memanas, Amerika Serikat Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Iran

    Demo Iran Memanas, Amerika Serikat Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Iran

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran di tengah aksi demonstrasi besar yang terus memanas dan mengguncang berbagai wilayah negara tersebut. Melalui Kedutaan Besar Virtual AS di Iran, pemerintah AS meminta warganya pergi secara mandiri tanpa mengandalkan bantuan pemerintah. Warga AS diarahkan untuk keluar melalui jalur perbatasan darat […]

  • Rupiah Dibuka Menguat Rp16.612 per Dolar AS

    Rupiah Dibuka Menguat Rp16.612 per Dolar AS

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/10/2025). Rupiah dibuka di level Rp 16.612 per dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Antara, rupiah menguat sebesar 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp16.612 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.629 per dolar AS. Sementara itu, dolar AS turut menguat ke level 99,00 atau naik […]

  • BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    BI Dorong UMKM Pakai Pembayaran Digital Lewat Literasi Keuangan

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar edukasi literasi keuangan “Rupiah Tresno Budoyo” di Gedung Rajawali, Semarang. Kegiatan ini mengusung tema Dua Abad Perang Jawa: Menghidupkan Martabat, Meneguhkan Kemandirian sebagai upaya memperluas inklusi dan literasi keuangan dengan pendekatan budaya. Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Nita Rachmenia, menjelaskan bahwa kegiatan ini […]

  • BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    BPK Ungkap Data Impor Baja Tak Sinkron, Potensi Kebocoran Capai Rp895 Miliar

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan ketidaksinkronan data impor antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian yang memicu kelebihan alokasi impor baja dan produk turunannya. Selisih realisasi impor itu diperkirakan mencapai 83,6 ribu metrik ton dengan nilai sekitar Rp895 miliar. Laporan tersebut berasal dari pemeriksaan perizinan impor periode 2023 hingga semester I tahun 2024. BPK […]

  • Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    Sanae Takaichi Terpilih Jadi PM Wanita Pertama Jepang

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Politikus konservatif garis keras Sanae Takaichi resmi terpilih sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, Selasa (21/10/2025). Kemenangan Takaichi menandai momen bersejarah yang memecahkan dominasi laki-laki dalam politik Jepang sekaligus membuka babak baru dengan pergeseran arah politik ke kanan. Takaichi dikenal sebagai murid ideologis mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan pengagum mantan Perdana Menteri […]

  • Harga Minyak Indonesia ICP April 2026 Melonjak ke US7,31 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah

    Harga Minyak Indonesia ICP April 2026 Melonjak ke US$117,31 per Barel, Dipicu Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 melonjak signifikan menjadi 117,31 dollar AS per barel. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada kekhawatiran pasokan energi global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan kenaikan ICP sebesar 15,05 dollar AS atau […]

expand_less