Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

IHSG Tancap Gas 1,4%, Didorong Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

  • account_circle say say
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (14/4/2026), seiring sentimen global yang masih mendominasi pergerakan pasar. Pada pembukaan sesi I, IHSG tercatat naik 1,4% atau 105,19 poin ke posisi 7.605,38. Sebanyak 425 saham menguat, 73 melemah, dan 461 lainnya stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp662,6 miliar dengan volume 923,7 juta saham dari 80.560 kali transaksi. Kapitalisasi pasar tercatat meningkat menjadi Rp13.515 triliun.

Penguatan IHSG terjadi di tengah dinamika global yang dipengaruhi rilis data ekonomi penting serta ketegangan geopolitik yang belum mereda. Sejumlah data yang menjadi perhatian pasar antara lain neraca perdagangan China serta indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat.

Di sisi lain, eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memicu lonjakan harga minyak dunia yang kembali menembus level US$100 per barel. Kondisi ini dipicu gangguan pasokan akibat ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% distribusi minyak global.

Kenaikan harga minyak tersebut memberikan dampak beragam bagi Indonesia. Dari sisi positif, Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga komoditas ekspor seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), nikel, dan emas.

Namun di sisi lain, ketidakpastian global juga memicu sentimen risk-off yang mendorong arus modal keluar dari pasar negara berkembang menuju aset safe haven. Hal ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik.

Selain itu, gangguan rantai pasok global akibat konflik berpotensi memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia, atau yang dikenal dengan istilah stagflasi.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Inflasi yang sempat meningkat pada awal tahun kini mulai terkendali dan berada dalam target Bank Indonesia di kisaran 2,5% ± 1%.

Pemerintah juga mempertahankan harga BBM bersubsidi guna menjaga daya beli masyarakat. Dengan kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2%.

Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia terus melakukan pemantauan pasar selama 24 jam dan menyiapkan intervensi likuiditas di berbagai instrumen, termasuk pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), serta Domestic NDF (DNDF).

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Termurah Segini

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas perhiasan terpantau naik serentak di Raja Emas Indonesia, Laku Emas, dan Hartadnata Abadi pada Kamis (19/2/2026) siang. Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas. Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon […]

  • Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    Persaingan Otomotif Dimulai, Bea Masuk Mobil Eropa 0 Persen

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Industri otomotif nasional bersiap menghadapi babak baru setelah Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Pasalnya, berdasarkan dokumen European Commision, bea masuk mobil asal Eropa yang tadinya 50 persen akan dihilangkan dalam lima tahun ke depan. Sehingga membuka jalan bagi merek seperti Ferrari, BMW, Mercedes-Benz, dan Audi untuk masuk […]

  • Prabowo Subianto ke AS, Fokus Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis

    Prabowo Subianto ke AS, Fokus Perkuat Kerja Sama Ekonomi Strategis

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi, termasuk perundingan dan perjanjian dagang. Menurut Teddy, Presiden Prabowo tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2) waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di […]

  • Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    Rupiah Menguat Jadi Rp16.986 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah menguat signifikan pada Rabu (1/4/2026). Penguatan itu ditopang optimisme meredanya konflik Timur Tengah dan melemahnya indeks dolar. Berdasarkan data dari Antara, nilai tukar rupiah menguat 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar terlihat turun […]

  • Kota Jambi Terima Penghargaan Kemenkum RI atas Pembentukan 68 Pos Bantuan Hukum di Kelurahan

    Kota Jambi Terima Penghargaan Kemenkum RI atas Pembentukan 68 Pos Bantuan Hukum di Kelurahan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Wali Kota Jambi, Maulana, menerima Piagam Penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas dedikasi dan dukungan dalam pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di 68 kelurahan di Kota Jambi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peresmian 1.585 Pos Bantuan Hukum yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Provinsi Jambi. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri […]

  • Belum Bangkit! Rupiah Makin Jauh dari Rp18.000

    Belum Bangkit! Rupiah Makin Jauh dari Rp18.000

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar (kurs) rupiah belum juga mereda. Pada pembukaan perdagangan Jumat (5/6/2026) pagi, rupiah kembali terpeleset dan masih bertahan di zona merah. Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, mata uang Indonesia dibuka melemah 17 poin atau tergerus 0,09 persen menembus level Rp18.066 per dolar AS. Penutupan sebelumnya, rupiah di posisi […]

expand_less