Update Harga Sembako Jambi Hari Ini, Cabai Naik hingga 15 Persen
- account_circle say say
- calendar_month 29 menit yang lalu
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Harga Cabai di Pasar Angso Duo Kota Jambi naik hingga 15 persen.
JAMBISNIS.COM – Pergerakan harga bahan pokok di Pasar Angso Duo pada Selasa (7/4/2026) menunjukkan tren yang relatif stabil, meski sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan dan penurunan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, mayoritas bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan bawang terpantau tidak mengalami perubahan harga.
Harga beras medium seperti Beras Belido dan Beras King masih berada di kisaran Rp15.500 per kilogram. Sementara beras operasi pasar Bulog tercatat Rp12.000 per kilogram.
Di sisi lain, kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik menjadi Rp28.000 per kilogram atau meningkat sekitar 14,29 persen. Cabai merah kecil juga naik 15,38 persen menjadi Rp26.000 per kilogram.
Kenaikan serupa terjadi pada cabai rawit merah yang kini mencapai Rp70.000 per kilogram, atau naik sekitar 14,29 persen. Sementara itu, cabai rawit hijau justru mengalami penurunan sebesar 6,25 persen menjadi Rp30.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein, harga daging ayam broiler tercatat turun menjadi Rp38.000 per kilogram atau turun sekitar 5 persen. Sedangkan daging sapi masih stabil di harga Rp150.000 per kilogram, dan ayam kampung bertahan di Rp65.000 per kilogram.
Harga telur ayam ras berada di kisaran Rp1.800 per butir, sementara telur ayam kampung Rp2.500 per butir, keduanya terpantau stabil.
Adapun harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan, masih relatif stabil. Minyak curah dijual Rp21.000 per kilogram, sementara minyak kemasan premium Rp20.000 per liter.
Secara umum, kondisi harga sembako di Jambi masih terkendali, meskipun fluktuasi pada komoditas hortikultura seperti cabai tetap menjadi perhatian.
Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi dan pasokan agar lonjakan harga tidak berlanjut, terutama menjelang periode permintaan tinggi.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar