IPO BSA Logistics (WBSA) Dibuka, Tawarkan 1,8 Miliar Saham dengan Target Dana Rp306 Miliar
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Selain memudahkan proses transaksi, platform digital juga menyediakan indikator real-time yang membantu investor memantau pergerakan saham sejak awal pencatatan.
JAMBISNIS.COM – Calon emiten BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 April 2026 melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Dalam aksi korporasi ini, WBSA akan melepas sebanyak 1,8 miliar saham atau setara 20,75% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan dalam kisaran Rp150 hingga Rp170 per saham, dengan target dana segar mencapai Rp306 miliar.
Berdasarkan prospektus, dana hasil IPO akan difokuskan untuk ekspansi anorganik, termasuk rencana akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik guna memperkuat lini bisnis angkutan laut. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri logistik nasional.
Momentum IPO ini dinilai menarik, terutama bagi investor ritel yang ingin melakukan diversifikasi portofolio di sektor logistik yang tengah berkembang pesat.
Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas, Sergio Ticoalu, menyebut penawaran saham perdana kembali membuka peluang investasi, khususnya bagi investor yang memburu potensi Auto Reject Atas (ARA).
“Berburu saham IPO bisa menjadi strategi menarik, termasuk bagi investor pemula,” ujarnya.
Berikut rincian penting IPO WBSA yang perlu diperhatikan investor:
- Jumlah saham: 1,8 miliar saham
- Harga penawaran: Rp150 – Rp170 per saham
- Target dana: Rp306 miliar
- Kepemilikan publik: 20,75%
- Masa bookbuilding: 25 – 27 Maret 2026
- Masa penawaran umum: 1 – 8 April 2026
- Tanggal pencatatan di BEI: 10 April 2026
Mengacu pada regulasi terbaru, investor ritel kini mendapatkan jaminan penjatahan minimum 10 lot per SID untuk kategori emisi tertentu, termasuk WBSA.
Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10% dari total nilai IPO atau sekitar Rp30,6 miliar per SID, serta memastikan ketersediaan dana dalam sistem “no funds, no order”.
Minat investor ritel terhadap saham IPO disebut terus meningkat, didorong kemudahan akses melalui platform digital. Salah satunya melalui aplikasi IPOT yang memungkinkan pemesanan saham IPO secara langsung melalui fitur e-IPO.
Selain memudahkan proses transaksi, platform digital juga menyediakan indikator real-time yang membantu investor memantau pergerakan saham sejak awal pencatatan.
Meski menawarkan peluang cuan, investor tetap diimbau untuk melakukan analisis matang sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat saham IPO juga memiliki risiko volatilitas tinggi di awal perdagangan.
- Penulis: say say



Saat ini belum ada komentar