Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Tanker Thailand-Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Indonesia dan AS Masih Tertahan

Tanker Thailand-Malaysia Lolos dari Selat Hormuz, Indonesia dan AS Masih Tertahan

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Sejumlah kapal tanker minyak milik Indonesia hingga kini masih tertahan di kawasan Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi kapal kargo minyak Indonesia dari jalur strategis tersebut tidak mudah.

“Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Tapi komunikasi terus kita bangun,” ujar Bahlil di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global. Sekitar 20 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah yang harus melewati jalur tersebut.

Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, pemerintah mulai mencari alternatif sumber minyak dari negara lain di luar Timur Tengah.

“Impor crude kita dari Middle East itu 20 persen. Dan sekarang kami sudah menemukan sumber crude baru selain dari Middle East,” kata Bahlil.

Sebelumnya, konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang pecah sejak akhir Februari 2026 berdampak langsung pada aktivitas pelayaran di kawasan Teluk. Di sisi lain, beberapa kapal tanker milik negara lain seperti China, Thailand, dan Malaysia dilaporkan telah diizinkan melintas oleh otoritas Iran.

Sementara itu, dari empat kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sempat tertahan, dua di antaranya sudah berhasil keluar dari kawasan Timur Tengah pada pertengahan Maret 2026.

Dua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon yang dioperasikan oleh Pertamina International Shipping. Namun, kedua kapal itu tidak membawa pasokan untuk kebutuhan dalam negeri, melainkan untuk pasar internasional.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa kedua tanker tersebut melayani pengiriman ke negara lain, yakni Kenya dan India.

Sementara itu, dua kapal lainnya, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga kini masih berada di kawasan Teluk. VLCC Pertamina Pride diperuntukkan bagi pasar domestik Indonesia, sedangkan Gamsunoro melayani pihak ketiga.

Pertamina bersama pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri, guna memastikan keselamatan kapal dan kelancaran distribusi energi nasional.

“Kita juga mendorong supaya situasi di sana semakin baik, sehingga kargo-kargo kita bisa beroperasi dan melewati lokasi itu dengan aman,” ujar Simon.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    Rupiah Melemah, Investor Tunggu Data PDB Indonesia

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Rupiah merosot lagi. Dibuka saat mengawali perdagangan Kamis (5/2/2026), rupiah bergerak melemah 28 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.777 per dolar AS. Pelemahan rupiah terjadi seiring rilis data ekonomi AS. Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,04% ke 97,65. Bersamaan dengan rupiah, beberapa mata uang kawasan Asia […]

  • Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    Brand China Dorong Kunjungan ke Mal, Lippo Karawaci (LPKR) Perkuat Strategi Tenant Mix di Tengah Tren Ritel 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Masuknya merek-merek asal China ke pusat perbelanjaan di Indonesia kini menjadi magnet baru bagi pengunjung. Fenomena ini tak hanya mengubah lanskap industri ritel, tetapi juga menjadi strategi penting bagi pengembang besar seperti PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) dalam menjaga traffic mal dan memperkuat daya tarik tenant di tengah ketatnya persaingan bisnis properti. Tren […]

  • AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    AFPI Perkuat Ekosistem Fintech Indonesia di Hong Kong Fintech Week 2025

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkuat posisi Indonesia di kancah global melalui partisipasi dalam Hong Kong Fintech Week (HKFW) 2025, ajang pameran dan konferensi fintech terbesar di dunia. Ketua Umum AFPI, Entjik S. Djafar, mengatakan keikutsertaan ini menjadi langkah penting untuk mempromosikan ekosistem pinjaman daring (pindar) Indonesia sekaligus memperluas kerja sama lintas […]

  • Harga Sembako Talang Banjar Jambi 5 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Naik Jadi Rp55 Ribu

    Harga Sembako Talang Banjar Jambi 5 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Naik Jadi Rp55 Ribu

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Harga sembako di Pasar Rakyat Talang Banjar, Kota Jambi, pada Rabu (5/8/2026) mayoritas masih stabil. Namun, sejumlah komoditas cabai tercatat mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi. Harganya mencapai Rp55.000 per kilogram, naik 9,09 persen dari pemantauan sebelumnya. Kenaikan juga […]

  • Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

    Sentimen MSCI dan Rupiah Loyo Bikin IHSG Ambles Tajam

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026) siang. Hingga pukul 11.04 WIB, IHSG tercatat merosot 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56. Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu kombinasi pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif dari penyedia indeks global yang memicu aksi […]

  • Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

    Menkeu Purbaya Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia di Era SBY dan Jokowi

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia dalam 20 tahun terakhir berjalan tidak seimbang. Dalam pandangannya, baik di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Joko Widodo (Jokowi), pertumbuhan ekonomi nasional terlalu bergantung pada satu mesin saja. Menurut Purbaya, pada masa pemerintahan SBY, fokus utama diarahkan pada pengembangan sektor swasta, sementara […]

expand_less