Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

Inilah Motif Iran Ngebom Negara Arab, Bukan Israel dan AS

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Serangan besar-besaran Iran ke negara-negara Arab memicu tanda tanya global. Mengapa Teheran justru menghantam kawasan Teluk, bukan langsung fokus ke Israel atau Amerika Serikat sebagai musuh utamanya?

Sejumlah analis menilai langkah ini bukan salah sasaran, melainkan strategi militer dan politik yang disengaja.

1. Target Utama: Pangkalan AS di Negara Arab

Iran sebenarnya membidik aset militer Amerika Serikat yang tersebar di Timur Tengah. Masalahnya, banyak pangkalan AS berada di wilayah negara-negara Arab seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Akibatnya, serangan ke fasilitas militer tersebut otomatis berdampak ke wilayah dan infrastruktur negara tuan rumah.

Strategi ini membuat negara Arab menjadi “tameng tidak langsung” dalam konflik besar tersebut.

2. Membuka Banyak Front untuk Menekan AS

Iran tidak melawan secara frontal karena kalah secara militer dari AS dan Israel. Sebagai gantinya, Teheran membuka banyak titik konflik sekaligus di kawasan.

Dengan menyerang berbagai negara, Iran ingin:

  • Membebani pertahanan AS di banyak wilayah
  • Meningkatkan biaya perang
  • Memaksa Washington menghentikan konflik lebih cepat

Strategi ini dikenal sebagai “perang tekanan multi-front”.

3. Tekanan Politik ke Sekutu AS

Negara-negara Teluk merupakan sekutu penting Amerika Serikat. Dengan menghantam mereka, Iran berharap muncul tekanan politik internal.

Targetnya jelas:
negara Arab mendesak AS untuk menghentikan perang dan menjauh dari Israel.

4. Pesan Keras ke Negara Arab yang Dekat dengan Israel

Iran juga mengirim sinyal geopolitik. Negara seperti Uni Emirat Arab yang memiliki hubungan dekat atau normalisasi dengan Israel dianggap sebagai target strategis.

Ini menjadi peringatan bahwa kedekatan dengan Israel memiliki konsekuensi keamanan.

5. Efek Psikologis dan Ekonomi Kawasan

Serangan ke infrastruktur energi dan sipil di kawasan Teluk berdampak besar:

  • Mengguncang stabilitas ekonomi
  • Mengganggu pasokan energi global
  • Menimbulkan tekanan internasional

Iran memanfaatkan efek domino ini untuk memperbesar tekanan terhadap lawannya.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    Sekda Jabar Siap Mundur Jika Ngibul soal Dana Rp 4,1 Triliun Mengendap di Bank

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan siap mengundurkan diri jika terbukti berbohong terkait informasi dana Rp 4,1 triliun milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang disebut masih mengendap di bank. Pernyataan tegas itu disampaikan langsung di hadapan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dalam perjalanan menuju Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Momen […]

  • Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    Tak Semua Penghasilan di Bawah PTKP Bebas Lapor SPT

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memperbarui ketentuan terkait wajib pajak yang dikecualikan dari kewajiban melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT), khususnya bagi mereka yang berpenghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-3/PJ/2026 yang mulai berlaku sejak 16 Maret 2026 dan ditetapkan oleh Dirjen […]

  • BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

    BI Waspadai Dampak Shutdown AS ke Pasar Keuangan Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) mewaspadai potensi dampak dari government shutdown atau penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) terhadap stabilitas pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih tingginya ketidakpastian ekonomi dunia. Government shutdown terjadi ketika Kongres AS gagal meloloskan anggaran sebelum tahun fiskal berakhir pada 30 September, menyebabkan sebagian besar layanan federal berhenti […]

  • Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    Meta Uji Fitur Premium WhatsApp dan Instagram, Pengguna Wajib Berlangganan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Meta Platforms dikabarkan tengah menguji fitur premium berbasis langganan di sejumlah platform miliknya, termasuk WhatsApp, Instagram, dan Facebook. Kebijakan ini berpotensi mengubah model layanan yang selama ini dinikmati pengguna secara gratis. Mengutip laporan TechCrunch yang dilansir CNBC, paket berlangganan tersebut dirancang untuk memberikan akses ke fitur produktivitas dan kreativitas lanjutan, termasuk kemampuan kecerdasan […]

  • Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah dan hampir mendekati 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/2/2026). Kurs rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS didukung oleh faktor global dan prospek kebijakan BI pada siang ini. Dikutip dari Antara, rupiah bergerak melemah 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.933 per dolar AS dari […]

  • Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan memunculkan fakta mengejutkan. Alih-alih fokus menyerang musuh utamanya, sebagian besar rudal dan drone Iran justru menghantam negara-negara Arab di kawasan Teluk. Laporan lembaga berbasis di Washington DC, Stimson Center, mengungkap sekitar 83 persen serangan Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari […]

expand_less