Senin, 11 Mei 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

Mengapa 83% Rudal Iran Justru Hantam Negara Arab, Bukan Israel-AS? Ini Motif Sebenarnya

  • account_circle say say
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang telah berlangsung hampir sebulan memunculkan fakta mengejutkan. Alih-alih fokus menyerang musuh utamanya, sebagian besar rudal dan drone Iran justru menghantam negara-negara Arab di kawasan Teluk.

Laporan lembaga berbasis di Washington DC, Stimson Center, mengungkap sekitar 83 persen serangan Iran sejak pecahnya perang pada 28 Februari 2026 menyasar negara anggota Gulf Cooperation Council. Negara-negara tersebut selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Washington.

Total tercatat 4.391 serangan menghantam kawasan Teluk, jauh melampaui serangan langsung ke Israel yang hanya mencapai sekitar 17 persen atau 930 serangan.

Negara yang paling terdampak adalah Uni Emirat Arab dengan lebih dari 2.100 serangan, disusul Arab Saudi yang menerima ratusan serangan drone dan rudal.

Serangan Iran ke negara-negara Arab bukan tanpa alasan. Teheran disebut menargetkan pangkalan militer dan aset Amerika Serikat yang tersebar di kawasan tersebut. Namun karena fasilitas itu berada di wilayah negara Arab, dampaknya pun ikut dirasakan oleh negara tuan rumah.

Direktur Council for Arab-British Understanding, Chris Doyle, menilai klaim Iran yang hanya menyasar target militer tidak sepenuhnya benar.

“Iran jelas juga menyerang infrastruktur sipil penting. Ini membuat klaim mereka sulit dipercaya,” ujarnya seperti dikutip dari Arab News.

Pengamat menilai strategi Iran adalah membuka banyak front konflik sekaligus. Dengan memperluas medan serangan hingga belasan negara, Iran berupaya memaksa AS menghadapi tekanan militer dan ekonomi yang besar.

Tujuannya jelas: mempercepat tekanan agar Amerika Serikat kembali ke meja negosiasi.

Analis dari New Lines Institute, Caroline Rose, menyebut strategi ini juga bertujuan mengguncang stabilitas kawasan secara cepat.

“Iran ingin negara-negara Teluk menekan AS agar menghentikan perang dan menjauh dari Israel,” kata Rose.

Namun strategi tersebut berisiko menjadi bumerang. Sejumlah negara Arab justru mempererat kerja sama militer dengan AS, bahkan membuka kembali akses bagi pasukan Amerika untuk beroperasi di wilayah mereka.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

    Kementerian ESDM Siapkan Deregulasi PLTS, Target Energi Surya Indonesia Tembus 100 GW

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tengah menyiapkan kebijakan deregulasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengatakan deregulasi ini bertujuan menyederhanakan aturan pemanfaatan PLTS agar lebih fleksibel dan mudah diakses […]

  • BMKG: Cuaca Jambi Didominasi Hujan Ringan dan Petir

    BMKG: Cuaca Jambi Didominasi Hujan Ringan dan Petir

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Provinsi Jambi mulai Rabu, 5 November hingga Kamis, 14 November 2025. Dalam periode sepekan ke depan, cuaca di sebagian besar wilayah Jambi akan didominasi hujan ringan hingga hujan petir, dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi mencapai 95 hingga 99 persen. […]

  • Daftar 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar dalam APBN 2026

    Daftar 10 Kementerian dengan Anggaran Terbesar dalam APBN 2026

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menetapkan alokasi anggaran bagi seluruh kementerian dan lembaga negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Ketentuan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026, yang berlaku sejak 1 Januari 2026. Dari total belanja pemerintah pusat sebesar Rp 3.149,47 triliun, terdapat 10 kementerian dan lembaga yang […]

  • Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    Ilmuwan Temukan Kawah Meteorit Modern Terbesar di Dunia

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tim ilmuwan menemukan kawah meteorit modern terbesar di dunia yang berlokasi di tengah hutan perbukitan di China bagian selatan. Kawah raksasa yang diberi nama Kawah Jinlin ini menawarkan data penting untuk memahami sejarah tumbukan benda langit ke Bumi, sekaligus menjadi salah satu temuan geologi paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Penemuan ini dipublikasikan […]

  • Dampak Shutdown AS, Bandara Burbank di Los Angeles Beroperasi Tanpa Petugas Menara Kontrol Selama 6 Jam

    Dampak Shutdown AS, Bandara Burbank di Los Angeles Beroperasi Tanpa Petugas Menara Kontrol Selama 6 Jam

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dampak penutupan sebagian pemerintahan federal Amerika Serikat atau government shutdown mulai dirasakan di sektor penerbangan. Bandara Hollywood Burbank di California, salah satu yang tersibuk di kawasan Los Angeles, dilaporkan tidak memiliki pengatur lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) selama enam jam pada Senin (6/10/2025) malam waktu setempat. Gubernur California Gavin Newsom menyoroti kondisi […]

  • IHSG Perkasa, Dibuka Menguat 8.097 Pagi Ini

    IHSG Perkasa, Dibuka Menguat 8.097 Pagi Ini

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat di awal perdagangan hari ini, Rabu (15/10/2025). IHSG menguat 30,484 poin atau 0,38% ke 8.097,006. Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Baku yang menguat 1,34% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor Perindustrian, IDX Sektor […]

expand_less