Jumat, 1 Mei 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG dan Bursa Asia Anjlok Serentak, Harga Minyak Tembus US$119 per Barel akibat Konflik Timur Tengah

IHSG dan Bursa Asia Anjlok Serentak, Harga Minyak Tembus US$119 per Barel akibat Konflik Timur Tengah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026

JAMBISNIS.COM – Tekanan besar melanda pasar saham Asia pada awal pekan. Tidak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah bursa utama di kawasan juga kompak anjlok seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Senin (9/3/2026), IHSG sempat terperosok hingga 5,41 persen atau turun 410,73 poin ke level 7.174. Indeks dibuka di posisi 7.374 sebelum langsung tertekan oleh aksi jual investor sejak awal sesi perdagangan.

Di Australia, indeks ASX 200 turun 3,29 persen ke level 8.559 dan ASX 300 melemah 3,26 persen ke posisi 8.503. Bursa Selandia Baru juga terdampak dengan indeks NZX 50 yang turun 3,21 persen.

Sementara di Asia Timur, indeks Shanghai Composite di China melemah sekitar 1,13 persen dan CSI 300 turun sekitar 1,65 persen. Bursa Hong Kong juga ikut terseret dengan indeks Hang Seng anjlok sekitar 2,54 persen dan HS China Enterprises turun 1,80 persen.

Tekanan bahkan lebih dalam terjadi di Jepang. Indeks Nikkei 225 tercatat jatuh sekitar 6,92 persen, menjadi penurunan paling tajam di kawasan Asia pada perdagangan hari ini. Di Asia Selatan, indeks Nifty India turun 2,94 persen dan Sensex merosot hampir 3 persen.

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga sekitar US$119 per barel. Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) naik hingga sekitar US$118 per barel.

Kenaikan tajam ini terjadi setelah sejumlah produsen minyak Timur Tengah seperti Iran, Kuwait, dan Uni Emirat Arab memangkas produksi menyusul penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran pasar bahwa inflasi global akan kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi menekan konsumsi masyarakat dan aktivitas bisnis di banyak negara.

Manajer portofolio Franklin Templeton, Nicholas Chui, menyebut kondisi pasar saat ini dipenuhi ketidakpastian. Menurutnya, lonjakan harga energi dan risiko konflik berkepanjangan membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti saham.

“Jika melihat pergerakan harga di Asia, satu kata yang menggambarkannya adalah ketakutan. Investor saat ini tidak ingin terlalu terlibat di pasar,” ujarnya.

Sentimen negatif juga mulai menjalar ke pasar global. Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat ikut melemah.

Dow Jones futures tercatat turun lebih dari 800 poin, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing turun sekitar 1,5 persen. Kondisi ini menandakan tekanan pasar global masih berpotensi berlanjut jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

    Senator AS Desak Donald Trump Tutup Pasar Otomotif Untuk China

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Penolakan terhadap masuknya mobil asal China ke pasar Amerika Serikat semakin menguat. Sejumlah senator dari Partai Demokrat mendesak Presiden Donald Trump untuk mengambil langkah tegas dengan menutup akses bagi produsen otomotif China. Desakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh tiga senator, yakni Tammy Baldwin, Elissa Slotkin, dan Chuck Schumer. Mereka meminta […]

  • Prabowo Pastikan Anggaran Hunian Korban Banjir Sumatera dan Aceh Sudah Disiapkan Pemerintah

    Prabowo Pastikan Anggaran Hunian Korban Banjir Sumatera dan Aceh Sudah Disiapkan Pemerintah

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah Sumatera dan Aceh. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa proses pembangunan membutuhkan waktu karena kondisi lapangan yang masih dalam masa tanggap darurat. Kepastian tersebut disampaikan Prabowo ketika mengunjungi para pengungsi […]

  • Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    Dirut dan Komisaris Utama Narada AM Jadi Tersangka Kasus Dugaan Goreng Saham

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bareskrim Polri menetapkan Direktur Utama dan Komisaris Utama PT Narada Asset Manajemen sebagai tersangka dalam perkara dugaan manipulasi pasar modal atau praktik goreng saham. Kasus ini terkait dugaan insider trading dan perdagangan semu yang menciptakan distorsi harga saham. Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik menemukan indikasi […]

  • Kenaikan Upah Minimum 2026 Tidak Jelas, DPR Sebut Pemerintah Lalai Siapkan Regulasi

    Kenaikan Upah Minimum 2026 Tidak Jelas, DPR Sebut Pemerintah Lalai Siapkan Regulasi

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto menyoroti keterlambatan pemerintah dalam menyiapkan dasar hukum kenaikan Upah Minimum (UM) tahun 2026. Ia menilai kelalaian tersebut berdampak langsung pada pekerja dan dunia usaha. Menurut Edy, hingga memasuki tenggat penetapan UM sesuai amanat PP 36/2021, Kementerian Ketenagakerjaan belum menentukan bentuk regulasi yang akan digunakan. “Jika regulasinya saja […]

  • Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    Harga Emas Antam Lanjut Naik, Kini Dibanderol Rp 2.367.000 per Gram

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melanjutkan kenaikan pada Rabu (12/11/22025). Harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 2.367.000 per gram. Sementara harga emas Antam paling murah kini dibanderol Rp1,23 juta. Sedangkan yang paling mahal dijual seharga Rp2,30 miliar. Adanya kenaikan tersebut membuat harga beli kembali atau buyback […]

  • Pemkot Jambi Usulkan Tambahan 50.000 Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2026

    Pemkot Jambi Usulkan Tambahan 50.000 Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2026

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kota Jambi kembali mengusulkan perluasan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) kepada pemerintah pusat. Pada 2026, Pemkot Jambi mengajukan tambahan sekitar 50.000 sambungan rumah (SR) sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi bersih dan terjangkau bagi masyarakat. Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Jambi, saat melakukan audiensi […]

expand_less