Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » IHSG dan Bursa Asia Anjlok Serentak, Harga Minyak Tembus US$119 per Barel akibat Konflik Timur Tengah

IHSG dan Bursa Asia Anjlok Serentak, Harga Minyak Tembus US$119 per Barel akibat Konflik Timur Tengah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Tekanan besar melanda pasar saham Asia pada awal pekan. Tidak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah bursa utama di kawasan juga kompak anjlok seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pada perdagangan Senin (9/3/2026), IHSG sempat terperosok hingga 5,41 persen atau turun 410,73 poin ke level 7.174. Indeks dibuka di posisi 7.374 sebelum langsung tertekan oleh aksi jual investor sejak awal sesi perdagangan.

Di Australia, indeks ASX 200 turun 3,29 persen ke level 8.559 dan ASX 300 melemah 3,26 persen ke posisi 8.503. Bursa Selandia Baru juga terdampak dengan indeks NZX 50 yang turun 3,21 persen.

Sementara di Asia Timur, indeks Shanghai Composite di China melemah sekitar 1,13 persen dan CSI 300 turun sekitar 1,65 persen. Bursa Hong Kong juga ikut terseret dengan indeks Hang Seng anjlok sekitar 2,54 persen dan HS China Enterprises turun 1,80 persen.

Tekanan bahkan lebih dalam terjadi di Jepang. Indeks Nikkei 225 tercatat jatuh sekitar 6,92 persen, menjadi penurunan paling tajam di kawasan Asia pada perdagangan hari ini. Di Asia Selatan, indeks Nifty India turun 2,94 persen dan Sensex merosot hampir 3 persen.

Harga minyak mentah Brent melonjak hingga sekitar US$119 per barel. Sementara minyak mentah Amerika Serikat jenis West Texas Intermediate (WTI) naik hingga sekitar US$118 per barel.

Kenaikan tajam ini terjadi setelah sejumlah produsen minyak Timur Tengah seperti Iran, Kuwait, dan Uni Emirat Arab memangkas produksi menyusul penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran pasar bahwa inflasi global akan kembali meningkat. Kondisi ini berpotensi menekan konsumsi masyarakat dan aktivitas bisnis di banyak negara.

Manajer portofolio Franklin Templeton, Nicholas Chui, menyebut kondisi pasar saat ini dipenuhi ketidakpastian. Menurutnya, lonjakan harga energi dan risiko konflik berkepanjangan membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti saham.

“Jika melihat pergerakan harga di Asia, satu kata yang menggambarkannya adalah ketakutan. Investor saat ini tidak ingin terlalu terlibat di pasar,” ujarnya.

Sentimen negatif juga mulai menjalar ke pasar global. Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat ikut melemah.

Dow Jones futures tercatat turun lebih dari 800 poin, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing turun sekitar 1,5 persen. Kondisi ini menandakan tekanan pasar global masih berpotensi berlanjut jika ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • BGN Tugaskan 5.000 Juru Masak Profesional Bina SPPG di Seluruh Indonesia

    BGN Tugaskan 5.000 Juru Masak Profesional Bina SPPG di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menugaskan 5.000 juru masak profesional untuk mendampingi dan melatih petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas dan higienitas penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan para juru masak tersebut akan mulai diterjunkan ke berbagai wilayah […]

  • Prabowo Tinjau Banjir di Medan dan Aceh

    Prabowo Tinjau Banjir di Medan dan Aceh

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perkembangan terbaru penanganan banjir yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Usai meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak pada Senin (1/12/2025), Prabowo memastikan bahwa kondisi di lapangan mulai membaik dan penanganan darurat tetap berada dalam koridor yang memadai. “Kita monitor terus, saya kira kondisi membaik jadi saya kira kondisi […]

  • Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    Dana Rp 200 Triliun Menganggur, Menkeu Purbaya Ancam Cabut dari Bank BUMN yang Lemot Salurkan Kredit

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal tegas kepada bank-bank pelat merah terkait rendahnya penyerapan dana pemerintah. Dana Rp 200 triliun yang ditempatkan di lima bank BUMN akan dicabut jika tidak segera disalurkan ke sektor riil. Dalam rapat kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025), Purbaya menegaskan […]

  • Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    Kuartal I 2026: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2026. Capaian ini dinilai tidak lepas dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara di awal tahun. Ekonom Universitas Airlangga, Rahma Gafmi, menyebut kebijakan percepatan belanja atau front-loading menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan […]

  • Emas Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong? Cek Harga Disini

    Emas Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong? Cek Harga Disini

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas yang dipasarkan di Pegadaian lebih murah hari ini, Kamis (9/7/2026). Tiga produk logam mulia yang dijual, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, kompak mengalami penurunan harga. Koreksi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Jambi yang berencana menambah koleksi logam mulia. Pasalnya, harga beli emas kini lebih terjangkau dibandingkan perdagangan sebelumnya. Mengutip laman […]

  • Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi […]

expand_less