Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menguat Tipis, Rupiah Perkasa Hadapi Pukulan Beruntun

Menguat Tipis, Rupiah Perkasa Hadapi Pukulan Beruntun

  • account_circle -
  • calendar_month 26 menit yang lalu
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah mengalami penguatan pada sesi kedua perdagangan, Jumat (20/2/2026) sore. Rupiah ditutup menguat 0,04 persen pada level Rp 16.888 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.984 per dolar AS.

Di Asia, mayoritas mata uang masih melemah terhadap dolar AS sore ini. Rupee India mencatat pelemahan terdalam yakni 0,33%, disusul yen Jepang yang melemah 0,30%, peso Filipina melemah 0,26%, dolar Taiwan melemah 0,23%, dolar Singapura melemah 0,09%, baht Thailand melemah 0,03% dan dolar Hong Kong melemah 0,01% terhadap dolar AS.

Sedangkan rupiah menguat Bersama ringgit Malaysia dan won Korea, dengan penguatan masing-masing 0,4%, 0,12% dan 0,06%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 97,92.

Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa rupiah menguat beberapa waktu setelah kabar penandatanganan tarif resiprokal perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat.

Sementara itu, rupiah juga menguat meski sentimen eksternal masih membayangi. Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Januari 2026 menunjukkan nada pejabat Federal Reserve yang hati-hati namun cenderung hawkish.

“Risalah tersebut memperkuat pandangan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak mungkin terjadi. Hal itu membuat dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah tetap stabil, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan imbal hasil,” ungkap Ibrahim dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

Sementara itu Data ekonomi AS yang optimis menguatkan dolar AS. Hal itu ditandai dengan rilis Klaim Pengangguran Awal turun menjadi 206 ribu untuk minggu yang berakhir pada 14 Februari 2026, jauh di bawah perkiraan 225 ribu dan turun dari 229 ribu sebelumnya.

Rupiah juga menguat meski risiko geopolitik yang terkait dengan ketegangan AS-Iran yang sedang berlangsung tetap tinggi. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran memiliki waktu maksimal 10 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

“Fokus pasar hari ini adalah pembacaan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk kuartal keempat (Q4), Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), dan data Indeks Manajer Pembelian Global S&P (PMI), yang akan dirilis malam nanti,” beber Ibrahim.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Investor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Emas Syariah Lewat Aplikasi Muamalat DIN

    Bank Muamalat Genjot Pembiayaan Emas Syariah Lewat Aplikasi Muamalat DIN

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus mengakselerasi pertumbuhan pembiayaan emas syariah melalui digitalisasi layanan. Terbaru, Bank Muamalat membuka akses pengajuan pembiayaan emas secara online melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan minat nasabah sekaligus memperluas penetrasi produk Solusi Emas Hijrah, yang selama ini menunjukkan kinerja pertumbuhan signifikan. Direktur Bank […]

  • Pemerintah Setop Impor Solar 2026, Bahlil: Indonesia Siap Mandiri Energi Lewat B50

    Pemerintah Setop Impor Solar 2026, Bahlil: Indonesia Siap Mandiri Energi Lewat B50

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah memastikan akan menghentikan impor solar mulai tahun 2026. Kebijakan ini dilakukan melalui penerapan mandatori Biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan nabati atau fatty acid methyl ester (FAME) dalam bahan bakar solar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk […]

  • Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Turun, Segini Harga Terbarunya

    Galeri24 dan UBS di Pegadaian Kompak Turun, Segini Harga Terbarunya

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Dua hari menjelang pergantian tahun, dua produk buatan jenama UBS dan Galeri24 di Pegadaian kompak turun harga. Hanya saja, penurunan UBS lebih besar dibandingkan dengan Galeri24. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Selasa (30/12/2025), harga jual emas Galeri24 turun sebesar Rp9.000. Dari awalnya Rp2.627.000, kini harga Galeri24 menjadi Rp2.618.000 per gram. Sedangkan emas […]

  • AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    AS–Korsel Sepakati Perjanjian Dagang USD 350 Miliar, Ini Rincian Lengkapnya

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan resmi merilis rincian kesepakatan dagang besar senilai USD 350 miliar pada Jumat (14/11). Kesepakatan ini mencakup investasi raksasa Korea Selatan di AS, pemangkasan tarif impor, hingga kolaborasi strategis di sektor pertahanan, energi nuklir, dan kecerdasan buatan. Kesepakatan tersebut diumumkan setelah pertemuan Oktober lalu antara Presiden Korea Selatan […]

  • Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    Catat Empat Mobil Ini Tidak Lagi Dijual di Indonesia, Salah Satunya Veloz

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ini bisa jadi sebagai pertimbangan bagi Anda yang hendak membeli mobil. Sebab, ada sejumlah mobil yang “disuntik mati” di Indonesia. Sebagaimana dilansir Katadata.co.id, penjualan empat mobil dihentikan untuk digantikan varian ataupun produk baru. Empat pabrikan otomotif tersebut yakni Suzuki, Toyota, Chery, Honda. Suzuki Indomobil Sales (SIS) misalnya, penjualan Baleno untuk pasar Indonesia dihentikan. […]

  • BI Prakirakan Kinerja Penjualan Eceran Meningkat di Oktober 2025

    BI Prakirakan Kinerja Penjualan Eceran Meningkat di Oktober 2025

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) melalui Survei Penjualan Eceran (SPE) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Oktober 2025 meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan September 2025. “Indeks Penjualan Riil (IPR) Oktober 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,7 […]

expand_less