Selasa, 7 Jul 2026
light_mode
Beranda » Ekonomi » Menkeu Purbaya Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Penting untuk Pemerataan dan Stabilitas Ekonomi

Menkeu Purbaya Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Penting untuk Pemerataan dan Stabilitas Ekonomi

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian strategis dari kebijakan pembangunan nasional dan tidak semestinya terus-menerus diperdebatkan. Menurut Purbaya, MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan salah satu pilar penting dalam strategi pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan kesejahteraan, serta stabilitas sosial dan politik.

“Program ini bagian dari tiga pilar pembangunan, yaitu pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial politik. Tanpa pemerataan dan stabilitas, pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai,” ujar Purbaya dalam acara Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai kritik terhadap MBG kerap mengabaikan konteks besar kebijakan ekonomi pemerintah. Padahal, kata dia, pemerataan kesejahteraan dan stabilitas sosial merupakan prasyarat agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tanpa diiringi pemerataan berpotensi memicu ketimpangan dan instabilitas sosial. Sebaliknya, program sosial juga tidak akan efektif apabila kondisi ekonomi nasional terganggu.

Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa program MBG tidak serta-merta menjamin pertumbuhan ekonomi tetap kuat apabila terjadi tekanan pada sektor ekonomi secara luas.

Ia menyinggung situasi sosial yang sempat memanas pada tahun sebelumnya sebagai gambaran bahwa stabilitas sosial dan kondisi ekonomi memiliki keterkaitan erat.

“Ketika pertumbuhan ekonomi terganggu, program sosial saja tidak cukup. Sebaliknya, kalau pertumbuhan tinggi tetapi tidak ada pemerataan, itu juga bisa memicu instabilitas sosial yang berdampak ke politik,” kata dia.

Purbaya menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan dan keadilan sosial. Pemerintah, lanjutnya, berupaya memastikan bahwa agenda pembangunan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu instrumen yang dirancang untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial dalam jangka panjang.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Cabe Merah Naik Tajam

    Harga Sembako di Kota Jambi Stabil, Cabe Merah Naik Tajam

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Jambi pada Sabtu (25/10) 2025 terpantau relatif stabil, meski beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan signifikan, terutama cabe merah besar dan cabe merah kecil di Pasar Rakyat Kasang. Di tengah isu kenaikan harga pangan nasional, kabar baik datang dari Kota Jambi. Sebagian besar harga kebutuhan pokok […]

  • APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

    APBN Oktober 2025 Seret: Pajak Turun dan K/L Kembalikan Anggaran Rp3,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kinerja APBN hingga akhir Oktober 2025 menunjukkan tekanan dari sisi penerimaan pajak dan rendahnya serapan anggaran kementerian/lembaga (K/L). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penerimaan pajak masih seret, sementara beberapa K/L justru mengembalikan anggaran hingga Rp3,5 triliun. Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah terus mengejar realisasi pajak di tengah perlambatan ekonomi. Sejumlah wajib pajak, […]

  • Cabai Rawit Naik di Pasar Angso Duo Hari Ini

    Cabai Rawit Naik di Pasar Angso Duo Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Angso Duo Jambi pada Selasa, 20 Mei 2026, terpantau relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas cabai tercatat mengalami kenaikan harga dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, kenaikan terjadi pada cabai rawit hijau yang naik 9,09 persen menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai […]

  • Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    Prabowo Minta Maaf ke Pengungsi Aceh: Listrik Belum Pulih, Pemerintah Janji Percepat Bantuan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian korban banjir bandang di sekitar Jembatan Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena belum semua bantuan dapat tersalurkan secara merata. Prabowo hadir didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kepala […]

  • City Car Paling Anti Rugi: Honda Brio!

    City Car Paling Anti Rugi: Honda Brio!

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Honda Brio bekas masih menjadi primadona di pasar mobil bekas Indonesia. Meski unitnya cukup melimpah, minat masyarakat terhadap city car andalan Honda ini tidak pernah surut. Ambil contoh Brio tahun 2020, dengan kondisi yang cukup baik harganya masih bertahan di kisaran Rp120 jutaan ke atas. Itu bahkan untuk Brio tipe Satya E transmisi […]

  • Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    Investor Asing Masih Lirik Indonesia

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih terjaga meski dunia tengah diliputi ketidakpastian ekonomi global. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menilai Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang relevan. Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, menyebut bahwa investor asing masih melihat peluang besar di dalam negeri, seiring dengan kondisi […]

expand_less