Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

Under-Invoicing Sawit Dibongkar Menkeu Purbaya, Negara Diduga Rugi Bertahun-tahun

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap dugaan praktik manipulasi nilai ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang dilakukan sejumlah oknum pengusaha melalui skema under-invoicing. Praktik ilegal ini diduga menyebabkan kebocoran penerimaan negara dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Purbaya menyebut modus yang digunakan yakni melaporkan ekspor CPO seolah-olah hanya sampai negara transit, seperti Singapura, padahal tujuan akhir pengiriman berada di negara lain, termasuk Amerika Serikat. Akibatnya, nilai ekspor yang dilaporkan ke pemerintah Indonesia jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di pasar tujuan akhir.

“Yang dilaporkan ke kita hanya sampai Singapura. Harga yang dilaporkan rata-rata setengah dari harga di Amerika. Selisih keuntungannya diambil di perusahaan perantara,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2).

Ia menegaskan selama ini pemerintah “dikibuli” oleh praktik tersebut. Untuk menghentikan kebocoran, Kementerian Keuangan kini memperkuat pengawasan melalui optimalisasi instrumen pajak dan kepabeanan, termasuk pemanfaatan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI).

Menurut Purbaya, pemerintah telah mencocokkan data lintas negara hingga ke level kapal per kapal. Dari hasil penelusuran awal, sekitar 10 perusahaan besar telah diperiksa dan ditemukan indikasi manipulasi nilai ekspor yang signifikan.

“Data kapal per kapal menunjukkan ada manipulasi yang cukup luar biasa. Studi awalnya sudah clear,” katanya.

Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan data transaksi dari negara tujuan ekspor sebagai alat bukti hukum di pengadilan. Meski demikian, Purbaya memastikan bukti awal yang dimiliki sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga mengungkap dugaan praktik under-invoicing dan penggunaan faktur fiktif di sektor sawit. DJP telah mengumpulkan ratusan pelaku usaha untuk pembenahan kepatuhan pajak.

Purbaya menegaskan penindakan akan diprioritaskan di sektor CPO, mengingat kontribusinya yang besar terhadap ekspor nasional dan penerimaan negara. Pemerintah berharap perbaikan penerimaan tahun ini dapat diperoleh dari penguatan ekonomi serta penutupan celah kebocoran pajak dan bea cukai.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    Harga Minyak Dunia Naik, Sanksi AS ke Rusia Picu Kekhawatiran Pasokan

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Jumat, 25 Oktober 2025, melanjutkan kenaikan sebelumnya dan tetap berada di jalur penguatan mingguan. Kenaikan harga dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia, yang menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan global. Mengutip CNBC, harga minyak Brent berjangka turun tipis 7 sen atau […]

  • Naik Tipis, Jadi Segini Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian

    Naik Tipis, Jadi Segini Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas buatan UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik tipis. Kini harga emas UBS dipatok Rp3.096.000 per gram dan Galeri24 dibanderol Rp3.080.000 per gram. Mengutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Jumat (6/3/2026), emas UBS naik sebesar Rp5.000 dari awalnya Rp3.091.000 per gram. Begitu pula emas Galeri24 mengalami kenaikan Rp5.000 dari semula dibanderol Rp […]

  • Bea Cukai Gagalkan 2 Kontainer & 2 Truk Garmen Ilegal dari China dan Bangladesh

    Bea Cukai Gagalkan 2 Kontainer & 2 Truk Garmen Ilegal dari China dan Bangladesh

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran garmen ilegal melalui dua operasi besar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, dan ruas tol Palembang–Lampung. Penindakan ini berhasil mengamankan tiga kontainer dan dua truk bermuatan pakaian jadi ilegal yang sebagian berasal dari China dan Bangladesh. Pada operasi pertama, tiga kontainer yang diangkut KM Indah Costa […]

  • Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam 2026

    Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman Jelang Musim Tanam 2026

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan pupuk subsidi tetap aman menjelang musim tanam 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah meningkatnya permintaan dan tingginya penebusan pupuk oleh petani pada awal tahun. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan perusahaan berkomitmen menjaga pasokan melalui optimalisasi produksi dan penguatan distribusi antarwilayah. “Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan […]

  • Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2.501.000 Per Gram

    Harga Emas Antam Stagnan di Level Rp2.501.000 Per Gram

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam tak bergerak pada perdagangan hari ini, Rabu (31/12/2025). Harga emas Antam masih tetap Rp2.501.000 per gram, seperti harga kemarin. Namun, untuk gramasi lebih besar harganya turun. Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp2.360.000 per gram. Harga tersebut pun tak bergerak, sama harga buyback pada Selasa (30/12/2025) yang juga […]

  • Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    Harga Ayam Hidup Anjlok di Awal 2026, Peternak Rakyat Jual Rugi hingga di Bawah Biaya Produksi

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga ayam hidup di tingkat peternak dilaporkan mengalami penurunan tajam sejak akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi tersebut membuat peternak rakyat tertekan karena harga jual di kandang kini berada jauh di bawah biaya pokok produksi (HPP). Peternak dari Persatuan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Asep Saepudin, mengatakan harga ayam hidup di […]

expand_less