Breaking News
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » 7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

7 Kesalahan Finansial Ibu Rumah Tangga Saat Memulai Usaha Rumahan

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Usaha rumahan kerap dipilih ibu rumah tangga sebagai cara menambah penghasilan keluarga. Modal yang relatif kecil, fleksibilitas waktu, dan bisa dijalankan dari rumah membuat jenis usaha ini terlihat minim risiko. Namun pada praktiknya, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan.

Penyebabnya bukan semata karena produk tidak laku atau persaingan ketat, melainkan kesalahan finansial mendasar yang sering luput disadari sejak awal. Kesalahan ini bahkan kerap dianggap sepele, padahal dampaknya bisa menggerus keuangan usaha sekaligus ekonomi keluarga.

Berikut tujuh kesalahan finansial ibu rumah tangga saat memulai usaha rumahan yang jarang dibahas.

1. Menganggap Usaha Hanya sebagai Sampingan

Melabeli usaha rumahan sebagai usaha sampingan sering membuat pengelolaan keuangan menjadi longgar. Tidak ada target keuntungan yang jelas, kerugian dianggap wajar, dan evaluasi jarang dilakukan. Akibatnya, usaha berjalan tanpa arah finansial yang terukur, meski tetap menyedot waktu dan modal.

2. Bias Emosional karena Berangkat dari Hobi

Banyak usaha rumahan berawal dari hobi seperti memasak, menjahit, atau kerajinan tangan. Sayangnya, keterikatan emosional sering memengaruhi keputusan bisnis, mulai dari enggan menaikkan harga, terus berproduksi meski permintaan turun, hingga membeli peralatan mahal demi kepuasan pribadi.

Dalam jangka panjang, keputusan berbasis emosi ini dapat menggerus arus kas usaha.

3. Jam Kerja Tidak Dihitung sebagai Biaya

Kesalahan yang sering tidak disadari adalah menganggap waktu dan tenaga sendiri tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, tanpa menghitung biaya tenaga kerja, harga jual produk bisa berada di bawah biaya sebenarnya. Usaha terlihat untung di atas kertas, tetapi secara riil merugi dan melelahkan pelakunya.

4. Kebocoran Finansial Mikro yang Diabaikan

Diskon karena sungkan, subsidi ongkir, atau bonus kecil yang diberikan berulang sering dianggap tidak signifikan. Padahal, kebocoran finansial mikro ini jika dikumpulkan bisa menghabiskan margin keuntungan dalam satu bulan.

Karena nilainya kecil, pengeluaran ini kerap tidak dicatat dan tidak dievaluasi.

5. Ketergantungan pada Dana Keluarga Tanpa Batas Risiko

Modal usaha rumahan sering diambil dari dana keluarga, mulai dari uang belanja hingga tabungan. Masalah muncul ketika tidak ada batas risiko yang jelas. Banyak pelaku usaha terus menambah modal meski usaha tidak berkembang, hingga akhirnya mengganggu stabilitas keuangan rumah tangga.

6. Tidak Memisahkan Keuntungan dan Gaji Pribadi

Banyak ibu rumah tangga pelaku usaha tidak pernah menetapkan gaji untuk dirinya sendiri. Uang usaha diambil sesuai kebutuhan harian. Akibatnya, keuntungan bersih sulit dihitung, keuangan pribadi dan bisnis bercampur, serta usaha sulit berkembang secara profesional.

7. Tidak Memiliki Exit Strategy

Hampir tidak ada pembahasan tentang kapan usaha rumahan sebaiknya dihentikan. Tanpa exit strategy, pelaku usaha cenderung terus bertahan meski usaha sudah tidak sehat secara finansial. Kerugian pun terus ditanggung keluarga secara perlahan.

Kesalahan finansial dalam usaha rumahan tidak berdiri sendiri. Dampaknya bisa merembet ke pengeluaran rumah tangga, menguras tabungan, hingga memicu konflik keuangan dengan pasangan. Dalam kondisi ekstrem, usaha yang awalnya bertujuan membantu ekonomi keluarga justru menjadi sumber tekanan baru.

Agar usaha rumahan dapat bertahan dan berkembang, pelaku usaha perlu memperlakukan bisnisnya sebagai entitas profesional. Seluruh biaya harus dihitung secara realistis, termasuk tenaga sendiri. Selain itu, penting menetapkan batas risiko dana keluarga, memisahkan gaji pribadi dari keuntungan usaha, serta memiliki rencana evaluasi dan exit strategy.

  • Penulis: syaiful amri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Listrik Aceh Baru Pulih 36 Persen, Pemulihan Terkendala Akses Terputus dan Tower Rusak

    Listrik Aceh Baru Pulih 36 Persen, Pemulihan Terkendala Akses Terputus dan Tower Rusak

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemulihan sistem kelistrikan di Aceh belum sepenuhnya tuntas pasca-banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Kementerian ESDM mencatat hingga 11 Desember 2025, progres pemulihan listrik baru mencapai 36 persen. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan pemulihan berlangsung lebih lama karena banyak infrastruktur transmisi […]

  • Mendag Bantah Harga Daging Mahal Akibat Dominansi Kuota Impor BUMN

    Mendag Bantah Harga Daging Mahal Akibat Dominansi Kuota Impor BUMN

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah anggapan mahalnya harga daging sapi di pasar disebabkan dominasi kuota impor yang diberikan kepada badan usaha milik negara (BUMN). Ia menegaskan pasokan daging nasional dalam kondisi aman dan tidak terjadi penahanan stok. Pemerintah menetapkan kuota impor daging sapi tahun ini melalui Neraca Komoditas (NK) 2026, dengan porsi […]

  • Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    Kerinci Jadi Tuan Rumah Turnamen Catur Bulanan Pengprov Percasi Jambi 2026

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kabupaten Kerinci dipercaya menjadi tuan rumah pergelaran Turnamen Catur Bulanan Non Master ke-2 Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jambi Tahun 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Februari 2026 dan akan dipusatkan di Aula SMAN 1 Kerinci. Turnamen catur bulanan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang digagas Pengprov […]

  • Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    Hari Ke-3 Longsor Cisarua, 2.129 Personel Dikerahkan Cari 80-an Korban Hilang

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Tim SAR Gabungan mengerahkan 2.129 personel untuk mencari sekitar 80-an korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor A di bagian timur dan sektor B di bagian […]

  • UMP Jambi 2026 Jadi Rp 3.574.161 Jika Diputuskan Naik 10,5 Persen Play Button

    UMP Jambi 2026 Jadi Rp 3.574.161 Jika Diputuskan Naik 10,5 Persen

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Berapa besaran UMP Jambi 2026 dan untuk seluruh provinsi di Indonesia belum diumumkan. Pemerintah rencananya baru akan mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) 2026 pada 21 November. Namun, kisaran kenaikan UMP termasuk UMP Jambi 2026 sudah berseliweran. Perkiraan besaran UMP 2026 ini mengacu pada tuntutan Konfederasi Setrikat Pekerja Indonesia (KSPI). KSPI sebagaimana disampaikan oleh […]

  • BGN Angkat Suara soal Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 19 Korban Dirawat

    BGN Angkat Suara soal Mobil MBG Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 19 Korban Dirawat

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan penjelasan resmi terkait insiden kecelakaan mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak sejumlah siswa di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025). Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa sebanyak 19 siswa menjadi korban dan seluruhnya telah mendapat penanganan medis di dua rumah sakit. “Sebanyak 19 […]

expand_less