Kamis, 14 Mei 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

Ruang Fiskal Menyempit, Bank Indonesia Jadi Tumpuan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Menyempitnya ruang fiskal pemerintah akibat pelebaran defisit APBN 2025 membuat peran Bank Indonesia (BI) semakin krusial dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026. Dengan keterbatasan stimulus fiskal, kebijakan moneter dinilai menjadi instrumen utama untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi.

Pemerintah mencatat defisit APBN 2025 mencapai Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pelebaran defisit tersebut dipicu oleh realisasi penerimaan pajak yang tidak mencapai target, sementara kebutuhan belanja negara terus meningkat.

Managing Director sekaligus Chief Economist HSBC untuk India dan ASEAN, Pranjul Bhandari, menyebut pemerintah pada dasarnya memiliki dua instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni kebijakan fiskal dan moneter. Namun, dalam kondisi saat ini, ruang kebijakan moneter dinilai lebih longgar dibandingkan fiskal.

Menurut Pranjul, pasar keuangan sangat mencermati batas defisit fiskal 3 persen. Upaya menembus batas tersebut berpotensi menimbulkan tekanan, terutama di pasar obligasi. Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu menjaga disiplin fiskal sembari mengoptimalkan dukungan dari kebijakan moneter.

Dari sisi moneter, BI dinilai masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan. HSBC memperkirakan bank sentral dapat menurunkan suku bunga hingga tiga kali sepanjang 2026, dengan total penurunan sekitar 75 basis poin. Proyeksi ini didasarkan pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang masih rendah.

Meski demikian, tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi tantangan utama. Arus keluar modal asing berpotensi mendorong depresiasi rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026. Kondisi tersebut menuntut BI untuk bersikap oportunis dalam memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS guna melonggarkan kebijakan suku bunga.

Pandangan lebih berhati-hati disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. David E. Sumual. Ia menilai pelonggaran moneter pada 2026 tidak akan seagresif tahun sebelumnya, mengingat ketidakpastian global dan menipisnya selisih suku bunga antara Indonesia dan Amerika Serikat.

David menekankan bahwa meskipun inflasi masih terkendali, stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas utama BI. Tekanan global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Fed dan dinamika perdagangan internasional, membatasi ruang pelonggaran moneter yang terlalu agresif.

Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Peran BI diharapkan mampu menyeimbangkan dorongan pertumbuhan dengan stabilitas makroekonomi di tengah tantangan global yang masih berlanjut.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana kantor BPJS Kesehatan

    Biaya Penyakit Kronis Sedot Rp50,2 Triliun, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan Rp190,3 triliun untuk membayar biaya pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya layanan kesehatan primer di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) serta layanan kesehatan rujukan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, lebih dari Rp50,2 triliun digelontorkan untuk membayar biaya pelayanan kesehatan 59,9 juta kasus penyakit kronis seperti jantung, […]

  • Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    Prabowo Dorong Bensin Campur Etanol 10% (E10), Bahlil: Tujuannya Kurangi Impor BBM

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan bensin campuran etanol 10% atau E10 sebagai upaya menekan impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar kebijakan ini disiapkan matang agar tidak membebani keuangan negara. Langkah Presiden Prabowo Subianto menerapkan bensin campur etanol 10% atau E10 disebut bisa menjadi terobosan menuju energi bersih dan kemandirian energi […]

  • LPS Tetapkan Simpanan Layak Bayar Rp25,96 Miliar Usai Izin BPRS Gayo Dicabut

    LPS Tetapkan Simpanan Layak Bayar Rp25,96 Miliar Usai Izin BPRS Gayo Dicabut

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menetapkan Simpanan Layak Bayar (SLB) sebesar Rp 25,96 miliar untuk pembayaran dana nasabah Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Gayo Perseroda yang izin usahanya telah dicabut. Kepala Kantor Perwakilan Wilayah I LPS M. Yusron menjelaskan, total simpanan nasabah di BPRS Gayo mencapai sekitar Rp 29 miliar. Jumlah tersebut, Rp 25,96 […]

  • Harga Sembako Hari Ini di Jambi: Cabai Turun, Telur dan Beras Tetap

    Harga Sembako Hari Ini di Jambi: Cabai Turun, Telur dan Beras Tetap

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga kebutuhan pokok di tiga pasar utama Kota Jambi, yakni Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat Talang Banjar, dan Pasar Rakyat Kasang, terpantau stabil pada Rabu, 19 November 2025. Mayoritas komoditas berada dalam kondisi stabil, sementara beberapa jenis cabai mengalami penurunan, dan sebagian lainnya justru mengalami kenaikan harga. Data resmi ini disampaikan oleh Dinas […]

  • Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    Selamat! Kota Jambi Juara Gubernur Cup 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertandingan final Gubernur Cup 2026 di Stadion Swarna Bumi Pijoan, Kabupaten Muarojambi, Minggu (25/1/2026), berlangsung sengit dan penuh tensi. Pasalnya, Kota Jambi maupun Merangin tidak mau kalah. Kedua tim menampilkan permainan terbuka, dengan saling melancarkan serangan dan memperagakan pola permainan yang menakjubkan. Pertandingan sarat gengsi tersebut disaksikan langsung Gubernur Jambi Al Haris, Bupati […]

  • Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    Formasi CPNS 2026 Diumumkan, BKN Terapkan Skema Zero Growth Tanpa Tambah ASN Baru

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa penerimaan CPNS 2026 akan menggunakan skema baru dengan prinsip zero growth. Artinya, tidak ada penambahan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) secara nasional. Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan, rekrutmen tahun depan hanya untuk menggantikan pegawai yang pensiun, meninggal dunia, atau mengundurkan diri, bukan untuk menambah […]

expand_less