Senin, 29 Jun 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

Geopolitik Global 2026 Tekan Rupiah dan APBN, Ekonom Ingatkan Risiko Iran dan Manuver AS

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Perekonomian global pada 2026 diperkirakan menghadapi tekanan serius akibat meningkatnya eskalasi geopolitik internasional. Ketegangan politik di Iran serta manuver agresif Amerika Serikat di berbagai kawasan dinilai berpotensi menekan nilai tukar Rupiah dan memperberat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyampaikan bahwa meski eksposur perdagangan langsung Indonesia ke wilayah konflik relatif kecil, dampak rambatan melalui pasar keuangan global dan harga energi tetap menjadi ancaman utama. Ketidakpastian global mendorong investor mengalihkan dana ke aset aman, yang berisiko memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ketegangan politik di Iran menjadi sorotan karena negara tersebut merupakan salah satu produsen minyak dunia. Inflasi tinggi, depresiasi mata uang, serta tekanan sanksi internasional memperbesar risiko gangguan pasokan energi global. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia dan menekan fiskal Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.

Data Bank Mandiri mencatat, setiap kenaikan harga minyak sebesar US$1 per barel dapat menambah defisit fiskal Indonesia hingga Rp6,8 miliar. Jika harga minyak bertahan di atas asumsi APBN, tekanan inflasi domestik juga berpotensi meningkat.

Dari sisi perdagangan, ekspor dan impor Indonesia ke Iran relatif kecil, masing-masing di bawah 1 persen dari total transaksi nasional. Namun, volatilitas pasar keuangan dinilai sebagai jalur transmisi tercepat dari risiko geopolitik global ke perekonomian domestik, terutama terhadap nilai tukar Rupiah.

Sementara itu, Research Director Prasasti Center for Policy Studies Gundy Cahyadi mengingatkan pemerintah agar menghindari kebijakan yang bersifat eksperimental pada 2026. Menurutnya, stabilitas kebijakan dan kualitas implementasi menjadi kunci di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas dan risiko global yang meningkat.

Gundy menilai Rupiah menjadi variabel paling rentan terhadap lonjakan aversi risiko global. Pelemahan nilai tukar dapat berdampak langsung pada investasi, mengingat tingginya kandungan impor dalam struktur investasi nasional.

Meski pasokan energi global saat ini dinilai masih relatif longgar, eskalasi geopolitik yang meluas berpotensi meningkatkan risiko terhadap perdagangan global dan koordinasi kebijakan internasional. Pemerintah dan otoritas ekonomi pun dituntut memperkuat ketahanan fiskal dan menjaga stabilitas makroekonomi untuk menghadapi tantangan ekonomi 2026.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    Ekonomi China Melambat Tajam pada Oktober 2025, Investasi dan Industri Tertekan Krisis Properti

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perekonomian China kembali menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan pada Oktober 2025. Serangkaian data terbaru yang dirilis Biro Statistik Nasional China (NBS) menegaskan bahwa pemulihan ekonomi Negeri Tirai Bambu masih rapuh, terutama akibat krisis properti berkepanjangan, lemahnya permintaan domestik, hingga tekanan eksternal dari melemahnya ekonomi global. Kondisi ini menambah kekhawatiran investor dan pelaku pasar […]

  • Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    Rupiah Dinilai Undervalued, Bank Indonesia Yakin Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah saat ini belum mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional. Otoritas moneter menyebut posisi rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued di tengah tekanan global yang meningkat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi domestik sejatinya cukup solid untuk menopang penguatan rupiah. Stabilitas makroekonomi, inflasi […]

  • 167 BUMN Dilikuidasi, Pemerintahan Prabowo Subianto Pangkas Ribuan Perusahaan Negara

    167 BUMN Dilikuidasi, Pemerintahan Prabowo Subianto Pangkas Ribuan Perusahaan Negara

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah mempercepat perampingan badan usaha milik negara (BUMN). Hingga 28 April 2026, sebanyak 167 perusahaan pelat merah telah dilikuidasi. Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN. “Total yang sudah dilikuidasi sekitar 167 perusahaan,” kata Dony, Selasa, 28 April 2026. Pemerintah […]

  • Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    Profil Low Tuck Kwong, Taipan Batu Bara yang Borong Lukisan SBY Rp6,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nama Low Tuck Kwong kembali menjadi perhatian publik setelah pengusaha tambang tersebut memenangkan lelang lukisan karya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) senilai Rp6,5 miliar. Lelang berlangsung dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Lukisan berjudul Kuat Laksana Kuda Api itu awalnya dibuka dengan harga Rp200 […]

  • Berikut Harga Terbaru Perak Antam Hari Ini

    Berikut Harga Terbaru Perak Antam Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni produk Antam terpantau melejit pada Selasa (16/12/2025). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga perak Antam naik sebesar Rp 950 ke level Rp 39.435 per gram. Kini harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram dipatok sebesar Rp 10.258.750, dengan harga yang termasuk PPN 11% dipatok Rp 11.387.213. Sedangkan perak […]

  • Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Harga minyak dunia menguat setelah militan Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Timur Tengah. Keterlibatan Houthi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (30/3/2026) dilansir Bisnis, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 3,2% menjadi US$116,12 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas […]

expand_less