Rabu, 12 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Beras, Cadangan Bulog Tertinggi Sepanjang Sejarah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras dalam satu tahun masa pemerintahannya. Capaian tersebut ditegaskan melalui panen raya yang akan dihadiri Prabowo di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, swasembada beras ini menjadi tonggak penting ketahanan pangan nasional. Indonesia kini tidak lagi melakukan impor beras, seiring cadangan beras nasional di Bulog yang tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Agendanya sebenarnya adalah penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras,” kata Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Prasetyo mengungkapkan, cadangan beras nasional saat ini telah melampaui 3 juta ton. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sejak Indonesia merdeka, bahkan melampaui capaian pada era Presiden ke-2 RI, Soeharto. Menurut dia, capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Presiden Prabowo justru meminta agar stok beras nasional terus dijaga dan ditingkatkan demi stabilitas pangan jangka panjang.

“Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog di tangan pemerintah,” ujarnya.

Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor dari negara lain. Hal ini dinilai krusial di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil dan konflik yang masih terjadi di sejumlah negara produsen pangan. Prabowo menilai ketergantungan impor sangat berisiko, terutama jika negara pemasok mengalami konflik atau membatasi ekspor.

“Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik di mana-mana, amankah kita tergantung impor?” ujar Prabowo.

Selain beras, Presiden Prabowo juga mendorong percepatan swasembada komoditas pangan lainnya seperti jagung, bawang, ikan, dan telur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kecukupan gizi masyarakat sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prasetyo menjelaskan, Presiden telah meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan mempercepat pembangunan kampung nelayan serta pengadaan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan. Selain itu, pengembangan budidaya ikan darat juga didorong untuk memenuhi kebutuhan protein nasional.

“Budidaya ikan darat ini diharapkan nanti offtaker-nya dari BGN (Badan Gizi Nasional),” jelasnya.

Prasetyo memaparkan, kebutuhan pangan untuk program MBG sangat besar. Jika menu telur disajikan dalam satu hari, dibutuhkan sekitar 82 juta butir telur per hari, sesuai jumlah penerima manfaat. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan protein hewani secara keseluruhan, Indonesia memerlukan ratusan juta ekor ayam. Hal ini menjadi alasan utama pemerintah menekankan pentingnya swasembada pangan nasional.

“Kalau satu hari saja menunya telur, dibutuhkan 82 juta butir telur. Itu hanya dari kebutuhan MBG,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga karena target swasembada beras yang semula dipatok empat tahun dapat tercapai hanya dalam satu tahun. Dalam taklimat awal tahun bersama Kabinet Merah Putih di Hambalang, Prabowo menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan petani di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, 31 Desember 2025 kita resmi swasembada beras. Cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Setelah swasembada beras, Prabowo juga menargetkan Indonesia segera mencapai swasembada energi. Menurutnya, kemandirian pangan dan energi menjadi fondasi utama kedaulatan bangsa. Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting, ketika banyak negara menutup ekspor pangan meski Indonesia memiliki kemampuan finansial untuk membeli.

“Pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri,” tegas Prabowo.

Dengan capaian swasembada beras ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat dan Indonesia mampu menghadapi tantangan global tanpa bergantung pada negara lain.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    ANTARA dan Kemenko Polkam Bersinergi Sebarluaskan Informasi Publik Bidang Politik dan Keamanan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penyebarluasan informasi publik di bidang politik dan keamanan, Selasa (7/10/2025), di Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Akhmad Munir dan Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta disaksikan sejumlah […]

  • tiket Piala Dunia

    Permintaan Tiket Piala Dunia Tembus 150 Juta Tiket, Termurah Rp 986 Ribu

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Piala Dunia 2026 yang akan digelar Juni tahun depan sudah mulai menyita perhatian penggemar bola. Itu terlihat dari permintaan tiket yang sudah melampai rekor saking banyaknya. Mengutip Antara, permintaan tiket Piala Dunia 2026 memecahkan rekor setelah lebih dari dari 150 juta tiket telah diminta selama fase penjualan tiket Undian Acak. Angka ini merupakan […]

  • Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    Militan Houthi Ikut Perang, Harga Minyak Global Melonjak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM — Harga minyak dunia menguat setelah militan Houthi yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Timur Tengah. Keterlibatan Houthi tersebut memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (30/3/2026) dilansir Bisnis, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman Mei naik 3,2% menjadi US$116,12 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas […]

  • Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    Sentuh Level Psikologis Lagi, Rupiah Jebol Rp18.099 per Dolar AS

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin menjauh dari level aman. Pada perdagangan Rabu (29/7/2026), mata uang Indonesia kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Mengutip Antara, rupiah melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Tajam

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam anjlok tajam hari ini. Dipantau dari laman Logam Mulia, Senin (9/3/2026), harga emas Antam ambrol Rp55.000 ke level Rp3.004.000 per gram. Sebelumnya, harga emas Antam pada hari Jumat (6/3/2026) sempat melejit Rp35.000 ke level Rp3.059.000 per gram. Begitu pula untuk harga beli kembali (buyback) emas Antam kini turun menjadi Rp2.757.000 […]

  • Belum Keluar dari Zona Merah, Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.967 per Dolar AS

    Belum Keluar dari Zona Merah, Rupiah Anjlok Lagi ke Rp17.967 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah belum juga mereda. Pada pembukaan perdagangan Kamis (25/6/2026) pagi, rupiah kembali anjlok dan masih bertahan di zona merah. Mengutip Antara, mata uang Indonesia dibuka melemah 15 poin atau tergerus 0,08 persen menembus level Rp17.967 per dolar AS. Penutupan sebelumnya, rupiah di posisi Rp17.952 per dolar AS. Analis mata […]

expand_less