Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

Kuota Internet Hangus Digugat ke MK, Konsumen vs Operator: Hak Digital atau Sekadar Lisensi?

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Aturan kuota internet yang hangus meski telah dibayar lunas kini diuji di Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini membuka perdebatan tajam antara hak konsumen dan model bisnis operator telekomunikasi, sekaligus mempertanyakan bagaimana negara memandang kepemilikan produk digital.

Pasangan suami istri, Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari, menggugat Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Cipta Kerja yang menjadi dasar hukum operator seluler menetapkan masa berlaku kuota internet. Gugatan tersebut telah teregister dengan nomor perkara 273/PUU-XXIIII/2025 dan akan disidangkan pada Selasa (13/1/2026).

Bagi Didi dan Wahyu, kuota internet bukan sekadar layanan tambahan, melainkan alat produksi utama. Keduanya menggantungkan penghasilan dari pekerjaan digital sebagai pengemudi daring dan penjual makanan. Namun ketika pesanan sepi, sisa kuota yang telah dibayar kerap tidak terpakai dan hangus saat masa aktif berakhir.

“Kuota sudah dibayar, tapi tidak bisa digunakan lagi. Ini kerugian nyata bagi konsumen,” menjadi inti keberatan pemohon yang didampingi Viktor Santoso Tandiasa dari VST and Partners.

YLKI: Kuota adalah Hak Konsumen

Gugatan ini mendapat dukungan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menilai praktik kuota hangus sebagai bentuk kebijakan yang merugikan konsumen.

“Kuota yang telah dibeli konsumen merupakan hak konsumen dan seharusnya bisa digunakan kapan pun tanpa khawatir hangus karena masa berlaku,” ujar Rio, Senin (6/1/2026).

YLKI berharap MK mengabulkan uji materi tersebut sebagai koreksi terhadap kebijakan industri yang dinilai timpang dan lebih menguntungkan penyedia layanan.

Ahli Hukum: Konstitusi Buka Ruang Gugatan

Ahli hukum tata negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menegaskan gugatan ini memiliki landasan konstitusional. Ia merujuk Pasal 28D UUD 1945 yang menjamin kepastian hukum dan perlindungan yang adil bagi setiap warga negara.

“Jika ada kebijakan yang merugikan konsumen, negara wajib memberi ruang perlindungan hukum,” kata Feri.

Senada, ahli hukum tata negara STH Jentera, Bivitri Susanti, menyebut gugatan ke MK sah secara hukum selama objek dan batu uji konstitusinya jelas.

Namun, Bivitri menekankan bahwa MK bukan sekadar arena menang-kalah, melainkan saluran konstitusional warga untuk mengadukan kerugian hak dasar.

Pakar Digital: Kuota Bukan Barang, Tapi Lisensi

Di sisi berseberangan, pemerhati budaya dan komunikasi digital Firman Kurniawan menilai polemik ini muncul akibat kesalahpahaman mendasar: menyamakan produk digital dengan barang fisik.

Menurut irman, kuota internet adalah lisensi penggunaan, bukan kepemilikan mutlak. Ia mengibaratkan kuota seperti menyewa kamar hotel—ketika masa sewa habis, hak penggunaan otomatis berakhir meski tidak dimanfaatkan sepenuhnya.

“Nilai ekonomi layanan digital terletak pada waktu pemakaian. Karena itu, operator membatasi kuota dan masa berlaku agar layanan tetap bernilai,” ujarnya.

Operator Berlindung di Regulasi

Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyatakan layanan internet seluler memang dirancang dengan batas waktu sesuai Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang sistem pentarifan.

“Kalau beli 10 GB, ya harus dimaksimalkan dipakai. Kalau tidak, pilih paket yang lebih kecil,” katanya.

Meski begitu, Heru mengakui industri terus beradaptasi. Beberapa operator kini menerapkan mekanisme rollover kuota, meski dengan syarat tertentu.

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan Kementerian Komunikasi dan Digital belum memberikan sikap resmi dan menyatakan masih mempelajari gugatan tersebut.

Ujian Besar Hak Digital

Gugatan kuota internet hangus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam perlindungan konsumen digital di Indonesia. Putusan MK nantinya tidak hanya menentukan nasib satu pasal, tetapi juga arah kebijakan negara dalam memandang hak digital warga di tengah ekonomi berbasis layanan.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    Beras Sudah, Prabowo Optimistis RI Capai Swasembada Jagung hingga Gula

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa swasembada pangan di Indonesia bisa tercapai dalam 4 tahun mendatang. Tak hanya beras, target bebas impor juga diperuntukkan ke komoditas lain seperti jagung, gula hingga protein. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Di […]

  • Target PSR Jambi 2026 Capai 7.800 Hektare, Dana Peremajaan Sawit Rp60 Juta per Hektare

    Target PSR Jambi 2026 Capai 7.800 Hektare, Dana Peremajaan Sawit Rp60 Juta per Hektare

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM –  Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi menargetkan pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 7.800 hektare sepanjang 2026. Program yang dibiayai melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat yang telah memasuki usia tidak produktif. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Hendrizal, mengatakan proses validasi calon penerima masih berlangsung. […]

  • Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level  Rp18.070

    Rupiah Rebound! Kurs Menguat ke Level Rp18.070

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah akhirnya mereda. Pada pembukaan perdagangan Rabu (15/7/2026), mata uang Indonesia bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan terjadi seiring pelemahan indeks dolar AS. Mengutip Antara, kurs rupiah menguat 21 poin atau 0,12 persen menjadi Rp18.070 per dolar AS. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang […]

  • Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

    Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang per Mei 2026

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Jumlah pengangguran di Indonesia menurun pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran mencapai 7,22 juta orang, turun sekitar 24.000 orang dibandingkan Februari 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, mengatakan penurunan tersebut terjadi di tengah bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional. “Angkatan kerja yang tidak terserap pasar […]

  • Kekeringan Ancam Produksi Beras Batang Hari, 183 Hektare Sawah Masih Kritis

    Kekeringan Ancam Produksi Beras Batang Hari, 183 Hektare Sawah Masih Kritis

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kekeringan yang melanda Kabupaten Batang Hari, Jambi, mulai menimbulkan risiko terhadap produksi pangan daerah. Selain 194 hektare sawah yang telah mengalami gagal panen atau puso, sekitar 183 hektare lainnya masih menghadapi kekeringan berat dan berpotensi mengalami kerusakan tanaman jika pasokan air tidak segera membaik. Adapun total lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Batang […]

  • Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    Industri Konstruksi Bangkit, WIKA Targetkan Kontrak Baru Rp20 Triliun pada 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) optimistis industri konstruksi nasional akan kembali bergairah pada 2026. Perseroan menargetkan kontrak baru senilai Rp20 triliun, seiring membaiknya kondisi pasar dan restrukturisasi keuangan yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini. Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menjelaskan bahwa target tersebut tengah dibahas dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran […]

expand_less