Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

  • account_circle -
  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • comment 0 komentar

JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia.

Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di bawah tekanan untuk memperkecil skala bisnis atau bahkan menghentikan operasional.
Hal ini terjadi di tengah proyeksi penurunan penjualan kendaraan di China pada tahun depan, yang akan menjadi kontraksi pertama sejak 2020, dipicu oleh masalah kelebihan kapasitas industri serta berkurangnya dukungan pemerintah.

“Waktu tidak berpihak pada pemain yang produknya tidak mampu menarik minat pengemudi muda,” ujar Qian Kang, pemilik pabrik papan sirkuit tercetak (printed circuit board/PCB) otomotif di Provinsi Zhejiang bagian timur.

“Kinerja tahun depan akan sangat krusial bagi sebagian besar perakit EV yang masih merugi.”

Pasar otomotif domestik China diperkirakan mengalami penurunan pengiriman kendaraan pada 2026, meskipun produsen menawarkan diskon besar untuk menarik konsumen. Konsensus analis otomotif menyebutkan, berakhirnya subsidi tunai dan insentif pajak menjadi faktor utama tekanan terhadap permintaan.

Pemerintah China dijadwalkan mengumumkan pada Januari apakah subsidi tukar tambah sebesar 20.000 yuan (sekitar US$2.845) akan diperpanjang atau tidak.

Saat ini, pembeli EV masih dibebaskan dari pajak pembelian kendaraan sebesar 10%. Namun, mulai Januari mendatang, pembelian EV akan dikenakan pajak 5%, sebelum kembali ke tarif normal 10% pada 2028.

Deutsche Bank bulan lalu memproyeksikan total pengiriman kendaraan di China akan anjlok 5% pada 2026. Sementara itu, JPMorgan pada Oktober memperkirakan total penjualan mobil di China—baik berbahan bakar bensin maupun listrik—dapat turun 3% hingga 5% tahun depan.

Proyeksi tersebut menegaskan dampak kelebihan kapasitas yang telah memicu perang diskon brutal selama tiga tahun terakhir, sehingga menggerus profitabilitas produsen mobil lokal.

Di sisi lain, seluruh produsen EV China juga telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk riset dan pengembangan (R&D) demi mengejar keunggulan teknologi, yang pada akhirnya menekan prospek laba mereka.

Sejauh ini, hanya segelintir produsen EV China yang berhasil mencatatkan keuntungan, di antaranya BYD, produsen mobil listrik terbesar di dunia, serta Seres yang didukung oleh Huawei Technologies.

“Euforia pendanaan untuk produsen EV dan pemasok komponen utama di China kini sudah menjadi masa lalu,” ujar Yin Ran, investor malaikat yang berbasis di Shanghai.

“Ke depan, ini akan menjadi permainan bertahan hidup. Perusahaan yang sudah untung akan keluar sebagai pemenang, sementara pemain yang merugi berisiko kehabisan dana,” tambahnya.

Ekspansi Global Jadi Jalan Keluar

Untuk meningkatkan profitabilitas, semakin banyak produsen EV China diperkirakan akan mempercepat ekspansi penjualan ke luar negeri, termasuk meluncurkan model khusus yang disesuaikan dengan pasar utama global.

Menurut Nick Lai, Head of Auto Research Asia-Pasifik di JPMorgan, total produksi kendaraan China—termasuk bus, truk, dan mobil penumpang—dapat mencapai 33 juta unit pada 2025, dibandingkan dengan kapasitas terpasang sekitar 50 juta unit.

Rata-rata margin bersih per kendaraan di kalangan produsen mobil China saat ini hanya sekitar 5.000 yuan, yakni selisih antara harga jual dan biaya produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, dan logistik.

Namun, margin tersebut berpotensi meningkat hingga empat kali lipat menjadi 20.000 yuan jika ekspor kendaraan ke pasar luar negeri diperluas, di mana harga jual cenderung lebih tinggi.

Stephen Dyer, Co-Leader Greater China dan Head of Asia Automotive Practice di AlixPartners, mengatakan pada Juli lalu bahwa hanya 15 merek EV China, atau sekitar 10% dari total merek, yang diperkirakan akan mencetak keuntungan dalam lima tahun ke depan. Persaingan harga yang ketat dinilai akan terus menekan margin laba.

Perang harga tersebut juga diprediksi akan mempercepat konsolidasi industri EV China, di mana produsen yang menjual kurang dari 1.000 unit per bulan berpotensi segera keluar dari pasar.

Laporan terbaru dari China EV100, organisasi nonpemerintah yang beranggotakan para eksekutif industri EV, menyebutkan bahwa lima hingga enam produsen mobil patungan China-asing dengan penjualan tahunan di bawah 100.000 unit berisiko dilikuidasi dalam beberapa tahun ke depan.

Merek internasional seperti Ford Motor, Mazda Motor, dan Lincoln saat ini menjalankan usaha patungan di China dengan volume penjualan tahunan yang belum mencapai 100.000 unit, berdasarkan data registrasi asuransi kendaraan.

Dalam laporannya, Deutsche Bank memperkirakan volume penjualan kendaraan penumpang China ke luar negeri akan terus mencatatkan pertumbuhan dua digit pada 2026, atau naik sekitar 13% secara tahunan.

Peningkatan ini diperkirakan akan mendorong penjualan grosir hingga 750.000 unit, seiring meningkatnya produksi lokal, perluasan portofolio produk, dan penetrasi ke pasar baru.

Tambahan volume tersebut setara dengan sekitar 3% dari total proyeksi pengiriman kendaraan sepanjang 2026, menurut laporan tersebut.(*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    Menkeu Purbaya Bahas Keadilan Fiskal dan Penguatan PAD dalam Rapat Kerja Bareng DPD

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menghadiri Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Senin (3/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, Menkeu bersama anggota DPD membahas pendalaman materi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Rapat ini mengusung tema peningkatan keadilan fiskal, optimalisasi […]

  • Cabai

    Delapan Indeks Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi Provinsi Jambi 3,55 Persen

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Delapan kelompok pengeluaran memicu inflasi tahunan (year on year) Provinsi Jambi pada November 2025 sebesar 3,55 persen. Sementara inflasi month to month, pada November 2025 inflasi Provinsi Jambi di angka 0,05 persen. Dalam rilis bulanan BPS Provinsi Jambi pada Senin (1/12), disampaikan bahwa dari delapan kelompok pemngeluaran tersebut, sejumlah komoditas memberi andil tertinggi. […]

  • Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    Turun Tipis! Harga Emas Antam masih Tetap Mahal

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan lagi pada Senin (24/11/2025). Kini harga emas Antam dibanderol Rp2.340.000 per gram. Sementara, harga emas Antam termahal kini mencapai Rp2,28 miliar. Mengutip laman Logam Mulia, emas Antam turun tipis Rp1.000 dari awalnya Rp2.341.000 menjadi Rp2.340.000 per gram pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga […]

  • Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    Harga Emas Galeri24 dan UBS Nyaris Tembus Rp3 Juta

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas hari ini di Pegadaian mengalami kenaikan yang sangat tajam. Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Kamis (22/1/2026), baik emas Galeri24 dan juga UBS mengalami kenaikan signifikan. Harga emas Galeri24 kini berada di level Rp2.854.000 per gram. Terjadi kenaikan sebesar Rp85.000 dari semula di angka Rp2.766.000 per gram. Untuk emas […]

  • IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    IHSG Menguat 20,53 Poin ke Posisi 8.294

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat sebesar 20,53 poin (0,25%) ke posisi 8.294,89 pada sesi pertama, Jumat (24/10/2025). IHSG hari ini menghijau di rentang 8.291–8.310. Penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang melonjak 3,78% di awal sesi pertama. Berikutnya ada […]

  • Daftar Pinjol Resmi OJK Terbaru November 2025

    Daftar Pinjol Resmi OJK Terbaru November 2025

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali merilis daftar lengkap perusahaan penyelenggara layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi atau peer-to-peer (P2P) lending yang berizin dan terdaftar secara resmi. Pembaruan data dilakukan per 7 November 2025, dengan total 95 perusahaan pinjol legal yang dinyatakan memenuhi standar dan boleh beroperasi di Indonesia. Di tengah pesatnya pertumbuhan layanan […]

expand_less