Minggu, 28 Jun 2026
light_mode
Beranda » Internasional » Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

  • account_circle -
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia.

Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di bawah tekanan untuk memperkecil skala bisnis atau bahkan menghentikan operasional.
Hal ini terjadi di tengah proyeksi penurunan penjualan kendaraan di China pada tahun depan, yang akan menjadi kontraksi pertama sejak 2020, dipicu oleh masalah kelebihan kapasitas industri serta berkurangnya dukungan pemerintah.

“Waktu tidak berpihak pada pemain yang produknya tidak mampu menarik minat pengemudi muda,” ujar Qian Kang, pemilik pabrik papan sirkuit tercetak (printed circuit board/PCB) otomotif di Provinsi Zhejiang bagian timur.

“Kinerja tahun depan akan sangat krusial bagi sebagian besar perakit EV yang masih merugi.”

Pasar otomotif domestik China diperkirakan mengalami penurunan pengiriman kendaraan pada 2026, meskipun produsen menawarkan diskon besar untuk menarik konsumen. Konsensus analis otomotif menyebutkan, berakhirnya subsidi tunai dan insentif pajak menjadi faktor utama tekanan terhadap permintaan.

Pemerintah China dijadwalkan mengumumkan pada Januari apakah subsidi tukar tambah sebesar 20.000 yuan (sekitar US$2.845) akan diperpanjang atau tidak.

Saat ini, pembeli EV masih dibebaskan dari pajak pembelian kendaraan sebesar 10%. Namun, mulai Januari mendatang, pembelian EV akan dikenakan pajak 5%, sebelum kembali ke tarif normal 10% pada 2028.

Deutsche Bank bulan lalu memproyeksikan total pengiriman kendaraan di China akan anjlok 5% pada 2026. Sementara itu, JPMorgan pada Oktober memperkirakan total penjualan mobil di China—baik berbahan bakar bensin maupun listrik—dapat turun 3% hingga 5% tahun depan.

Proyeksi tersebut menegaskan dampak kelebihan kapasitas yang telah memicu perang diskon brutal selama tiga tahun terakhir, sehingga menggerus profitabilitas produsen mobil lokal.

Di sisi lain, seluruh produsen EV China juga telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk riset dan pengembangan (R&D) demi mengejar keunggulan teknologi, yang pada akhirnya menekan prospek laba mereka.

Sejauh ini, hanya segelintir produsen EV China yang berhasil mencatatkan keuntungan, di antaranya BYD, produsen mobil listrik terbesar di dunia, serta Seres yang didukung oleh Huawei Technologies.

“Euforia pendanaan untuk produsen EV dan pemasok komponen utama di China kini sudah menjadi masa lalu,” ujar Yin Ran, investor malaikat yang berbasis di Shanghai.

“Ke depan, ini akan menjadi permainan bertahan hidup. Perusahaan yang sudah untung akan keluar sebagai pemenang, sementara pemain yang merugi berisiko kehabisan dana,” tambahnya.

Ekspansi Global Jadi Jalan Keluar

Untuk meningkatkan profitabilitas, semakin banyak produsen EV China diperkirakan akan mempercepat ekspansi penjualan ke luar negeri, termasuk meluncurkan model khusus yang disesuaikan dengan pasar utama global.

Menurut Nick Lai, Head of Auto Research Asia-Pasifik di JPMorgan, total produksi kendaraan China—termasuk bus, truk, dan mobil penumpang—dapat mencapai 33 juta unit pada 2025, dibandingkan dengan kapasitas terpasang sekitar 50 juta unit.

Rata-rata margin bersih per kendaraan di kalangan produsen mobil China saat ini hanya sekitar 5.000 yuan, yakni selisih antara harga jual dan biaya produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, dan logistik.

Namun, margin tersebut berpotensi meningkat hingga empat kali lipat menjadi 20.000 yuan jika ekspor kendaraan ke pasar luar negeri diperluas, di mana harga jual cenderung lebih tinggi.

Stephen Dyer, Co-Leader Greater China dan Head of Asia Automotive Practice di AlixPartners, mengatakan pada Juli lalu bahwa hanya 15 merek EV China, atau sekitar 10% dari total merek, yang diperkirakan akan mencetak keuntungan dalam lima tahun ke depan. Persaingan harga yang ketat dinilai akan terus menekan margin laba.

Perang harga tersebut juga diprediksi akan mempercepat konsolidasi industri EV China, di mana produsen yang menjual kurang dari 1.000 unit per bulan berpotensi segera keluar dari pasar.

Laporan terbaru dari China EV100, organisasi nonpemerintah yang beranggotakan para eksekutif industri EV, menyebutkan bahwa lima hingga enam produsen mobil patungan China-asing dengan penjualan tahunan di bawah 100.000 unit berisiko dilikuidasi dalam beberapa tahun ke depan.

Merek internasional seperti Ford Motor, Mazda Motor, dan Lincoln saat ini menjalankan usaha patungan di China dengan volume penjualan tahunan yang belum mencapai 100.000 unit, berdasarkan data registrasi asuransi kendaraan.

Dalam laporannya, Deutsche Bank memperkirakan volume penjualan kendaraan penumpang China ke luar negeri akan terus mencatatkan pertumbuhan dua digit pada 2026, atau naik sekitar 13% secara tahunan.

Peningkatan ini diperkirakan akan mendorong penjualan grosir hingga 750.000 unit, seiring meningkatnya produksi lokal, perluasan portofolio produk, dan penetrasi ke pasar baru.

Tambahan volume tersebut setara dengan sekitar 3% dari total proyeksi pengiriman kendaraan sepanjang 2026, menurut laporan tersebut.(*)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Galeri24 Lebih Murah dari UBS, Lihat Daftarnya Disini

    Harga Emas Galeri24 Lebih Murah dari UBS, Lihat Daftarnya Disini

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas produk Galeri24 dan UBS di Pegadaian masih diangka Rp 3 jutaan. Pagi ini baik emas Galeri24 maupun UBS kembali menguat dengan nilai bervariasi. Namun harga emas Galeri24 masih lebih murah dari UBS. Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Rabu (25/2/2026), menunjukkan harga emas UBS di angka Rp3.099.000 per gram. Angkat tersebut […]

  • Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    Gaspol Pagi Ini! Rupiah Perkasa Tekan Dolar ke Rp17.814

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah dibuka pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pagi tampil perkasa. Mata uang Garuda bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data yang diperoleh Jambisnis.com dari Antara, rupiah menguat sebesar 32 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp17.814 per dolar AS. Angka tersebut lebih baik dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya yang berada […]

  • BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    BMKG: Sejumlah Wilayah di Jambi Diprediksi Diguyur Hujan Petir Hari Ini

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Provinsi Jambi akan mengalami cuaca hujan ringan hingga hujan petir pada Selasa, 4 November 2025. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah bagian tengah dan timur provinsi. Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, Kabupaten Batanghari dan Kota Jambi […]

  • PLN Beri Diskon 50% Tambah Daya Listrik Lewat Program Power Hero

    PLN Beri Diskon 50% Tambah Daya Listrik Lewat Program Power Hero

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT PLN (Persero) kembali menghadirkan promo menarik bagi pelanggan rumah tangga lewat program Power Hero, yaitu diskon 50 persen untuk layanan tambah daya listrik. Program ini berlaku hingga 23 November 2025 dan ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam meningkatkan kapasitas daya secara lebih terjangkau. Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa promo […]

  • Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    Bulog Bangun Kios di Ratusan Pasar untuk Tekan Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perum Bulog mengambil langkah langsung dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026 dan Idulfitri. Bulog berencana membangun kios khusus di ratusan pasar tradisional sebagai perpanjangan tangan distribusi stok pangan ke pengecer. Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kebijakan tersebut ditempuh setelah hasil inspeksi pasar menunjukkan adanya indikasi kenaikan harga sejumlah komoditas, […]

  • Uji Coba VinFast Theon S: Motor Listrik Futuristik dengan Desain Sporty, Tapi Masih Pakai Rantai

    Uji Coba VinFast Theon S: Motor Listrik Futuristik dengan Desain Sporty, Tapi Masih Pakai Rantai

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Di tengah gempuran motor listrik modern yang serba canggih dan senyap, VinFast Theon S justru tampil beda. Motor listrik asal Vietnam ini memadukan desain futuristik dengan performa tangguh bergaya sporty  namun menariknya, masih mempertahankan sistem penggerak rantai yang jarang ditemui di segmen motor listrik masa kini. Saat berkunjung ke pabrik VinFast di Hai […]

expand_less