Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Beranda » Properti » Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

Harga Rusun Subsidi Dikabarkan Naik Tahun 2026, Makin Mahal

  • account_circle -
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) bersiap menaikkan harga rumah susun (rusun) subsidi tahun 2026. Saat ini BP Tapera tengah mengkaji kenaikan harga tersebut dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kawasan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP)

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan hal itu usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan 43 bank penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kantornya, Jakarta, Selasa (23/12/2025).

“Kita harus hati-hati karena mengingat juga sensitivitas masyarakat ya, khususnya yang menjadi target segmen dari FLPP ini kan masyarakat berpenghasilan rendah juga, yang tentunya sangat sensitif terhadap isu-isu kenaikan harga,” tutur Heru.

Namun demikian, kata Heru, kenaikan harga rusun subsidi juga akan mempertimbangkan hasil kajian Badan Pusat Statistik (BPS).

Tak dimungkiri, BP Tapera memang tengah mempercepat proses harga rusun subsidi agar permasalahan backlog (ketimpangan) di perkotaan mulai terurai dengan masuknya skema FLPP bagi rumah vertikal. Setelah dari sisi suplai perumahan dibenahi, kenaikan harga per meter persegi dan per unit yang saat ini juga lagi dalam proses finalisasi tengah dilakukan kalibrasi kembali dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK).

“Itu yang kita upayakan ya. Yaudah mudah-mudahan nanti, dalam waktu cepat ya,” tambah Heru.

BP Tapera pun juga harus membicarakan hal ini dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait lainnya. Sebab, harga rusun ini bernilai lebih tinggi dibandingkan dengan rumah tapak, dari sisi alokasi fiskal yang ada.

“Kemudian kalau harga berjudulnya meningkat, tentunya ini bisa berpengaruh terhadap capaian total unitnya di 2026, yang 285.000 unit. Itu harus kita perhitungkan juga,” lanjut dia.

Mulai dari skema pembiayaan akan sama dengan yang rumah tapak eksisting, tenor, coverage asuransi pun juga harus menjadi pembicaraan sebelum memutuskan kenaikan harga rusun subsidi.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua
  • Sumber: Kompas.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Suplai Energi di Aceh usai Banjir dan Longsor

    Dirut Pertamina Tinjau Pemulihan Suplai Energi di Aceh usai Banjir dan Longsor

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung sejumlah titik layanan energi di Aceh pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan bersama jajaran Pertamina Patra Niaga untuk memastikan kelancaran suplai BBM dan LPG bagi masyarakat. Simon menyebut distribusi energi saat ini mulai pulih secara bertahap di Aceh, Sumatera Utara, dan […]

  • Transaksi Derivatif Kripto Indonesia Melonjak 120 Persen, Tembus Rp 73,8 Triliun per September 2025

    Transaksi Derivatif Kripto Indonesia Melonjak 120 Persen, Tembus Rp 73,8 Triliun per September 2025

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Aktivitas perdagangan derivatif aset kripto di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Bursa Kripto CFX, total nilai transaksi derivatif kripto hingga September 2025 mencapai Rp 73,8 triliun, atau melonjak 120 persen dibandingkan periode kuartal II 2025 yang tercatat sebesar Rp 33,54 triliun. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap produk […]

  • Prabowo Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun

    Prabowo Klaim Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klaim capaian pemerintah di sektor pangan dalam Pidato Kenegaraan 2026. Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan hanya dalam waktu satu tahun. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Delapan komoditas yang disebut telah mencapai swasembada yakni beras, […]

  • Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Turun Rp17.000

    Harga Emas Antam Stagnan, Buyback Turun Rp17.000

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam terpantau stagnan pada Kamis (26/3/2026). Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam tak bergerak atau tetap di angka Rp2.850.000 per gram. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam turun dari semula Rp2.507.000 menjadi Rp2.490.000 per gram. Harga tersebut merosot Rp17.000. Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah. Transaksi harga […]

  • Ekspor Batubara RI Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar Sepanjang 2025

    Ekspor Batubara RI Turun 19,70% Jadi US$ 24,48 Miliar Sepanjang 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor batubara Indonesia mengalami penurunan sepanjang Januari–Desember 2025. Total ekspor batubara tercatat sebesar US$ 24,48 miliar, turun 19,70 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 30,49 miliar. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, penurunan nilai ekspor tersebut dipengaruhi […]

  • 15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    15 Pekerjaan yang Terancam Hilang & 15 Profesi yang Bakal Booming di Era AI 2027

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan teknologi yang makin cepat ternyata bukan hanya membawa kemudahan, tapi juga tantangan besar di dunia kerja. Menurut laporan World Economic Forum (WEF) berjudul Future of Work, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan otomasi akan mengubah peta pekerjaan secara besar-besaran dalam lima tahun ke depan. WEF memprediksi, antara tahun 2023 hingga 2027 […]

expand_less