Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini, Jadi Rp16.666 per Dolar AS
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Jum, 12 Des 2025
- comment 0 komentar

ILUSTRASI: Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen.(F:Ist)
JAMBISNIS.COM – Rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (12/12/2025). Rupiah menguat 10 poin atau 0,06 persen dari sebelumnya Rp16.676 per dolar AS.
Sejumlah mata uang di Asia juga mengalami penguatan. Dolar Taiwan mencatat penguatan terbesar yakni 0,14%, disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,10%. dolar Singapura menguat 0,06%, rupiah menguat 0,05%, won Korea menguat 0,01% dan yuan China menguat 0,004% terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS pagi ini. Peso Filipina melemah 0,20%, baht Thailand melemah 0,05%, yen Jepang melemah 0,05% dan dolar Hong Kong yang melemah 0,01% terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,38, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,34.
Direktur PT. Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan perdagangan hari ini mata uang rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif. Namun ditutup melemah di rentang Rp16.670- Rp16.710 per dolar AS.
Dia mengatakan terdapat sejumlah sentimen yang telah menyertai pergerakan rupiah. Dari luar negeri, The Fed telah memutuskan untuk memotong suku bunga menjadi 3,50%-3,75% seperti yang sudah diperkirakan. Level tersebut merupakan level terendahnya dalam tiga tahun.
Dari dalam negeri, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5% menjadi 4,9% untuk keseluruhan 2025. Demikian juga untuk 2026 dari 5,1% menjadi 5%.
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2025 dan 2026 dikarenakan tarif tinggi yang dikenakan AS. Hal itu menyebabkan ketidakpastian perdagangan yang diperkirakan akan membebani pertumbuhan.(*)
- Penulis: darmanto zebua
- Editor: Darmanto Zebua


Saat ini belum ada komentar