Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Beranda » Perbankan » BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

BRI Cs Sudah Salurkan 84% ke Sektor Riil dari Dana Rp200 Triliun

  • account_circle -
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Pemerintah telah menyalurkan dana ke sektor riil sebesar Rp167,6 triliun per 22 Oktober 2025. Dengan kata lain realisasi penyaluran dana ini sudah 84% dari pagu penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp200 triliun.

“Perbankan sudah menggunakan Rp167,6 triliun atau 84% dari yang dana pemerintah yang ditempatkan,” ucap Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu dalam rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR pada Senin (17/11/2025).

Dengan adanya penempatan dana tersebut diharapkan akan menggerakkan sektor riil yang berujung pada kenaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025. Bila dirinci Bank Mandiri dan BRI telah menyalurkan dana sebesar Rp55 triliun atau sudah mencapai target 100% dari total penempatan dana sebesar Rp55 triliun.

Lalu BNI menyalurkan sebesar Rp37,4 triliun atau 68% dari penempatan dana Rp55 triliun. Sementara itu Bank Tabungan Negara sebesar Rp10,3 triliun atau 41% dari penempatan dana senilai Rp25 triliun dan Bank Syariah Indonesia sebesar Rp9,9 triliun atau 99% dari penempatan dana senilai Rp10 triliun.

“Sejak 12 September 2025, kami pindahkan kas pemerintah dari Bank Indonesia ke perbankan sebesar Rp200 triliun. Diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang cukup signifikan,” jelas Febrio.

Dia berpendapat lancarnya penyaluran dana ini tidak terlepas dari biaya bunga yang terjangkau. Mengingat pemerintah menempatkan dana dengan suku bunga sebesar 3,8% atau 80% dari dari suku bunga Bank Indonesia.

“Dengan bunga yang sama ditempatkan di perbankan, cost of fund perbankan menjadi lebih rendah. Akhirnya, mereka menyalurkan dana lebih cepat karena biaya dana yang lebih murah,” ujar Febrio.

Lebih lanjut, oenempatan dana pemerintah di perbankan juga membuat perbankan menurunkan bunga Dana Pihak Ketiga (DPK). Khususnya Himbara dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Saat bunga DPK turun maka suku bunga kredit juga menurun dan diharapkan dapat memacu permintaan kredit.

“Setelah Rp200 triliun ditempatkan dengan bunga 3,8%, perbankan khususnya Himbara dan BSI menurunkan bunga DPK-nya secara signifikan. Pada gilirannya, hal ini mulai menurunkan suku bunga kredit sejak September, meski penurunannya masih bertahap,” ungkap Febrio.(*)

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apple Kembali Jadi Raja Smartphone Dunia, Produsen China Tergeser

    Apple Kembali Jadi Raja Smartphone Dunia, Produsen China Tergeser

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pasar smartphone global menunjukkan tanda pemulihan dan stabilisasi pascapandemi. Sepanjang 2025, industri ponsel pintar dunia mencatat pertumbuhan positif, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat premium dan meluasnya adopsi teknologi 5G di negara-negara berkembang. Berdasarkan laporan firma riset Counterpoint, pasar smartphone global tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/YoY) sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut […]

  • May Day Jambi: Al Haris Ingatkan Pengusaha-Buruh “Jangan Saling Tinggal”!

    May Day Jambi: Al Haris Ingatkan Pengusaha-Buruh “Jangan Saling Tinggal”!

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Gubernur Jambi Al Haris angkat suara tegas di momen Hari Buruh 2026. Ia mengingatkan, hubungan pengusaha dan pekerja bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring sebagai satu kesatuan. “Pengusaha butuh pekerja, pekerja juga butuh pengusaha. Ini simbiosis mutualisme, tidak bisa dipisahkan,” tegas Al Haris saat menghadiri peringatan May Day bertema “Bersama Mewujudkan Kemajuan […]

  • Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T Dengan VIOLA

    Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T Dengan VIOLA

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan berkomitmen menghadirkan akses layanan JKN yang mudah diakses oleh penduduk Indonesia di manapun berada. Demi mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), BPJS Kesehatan pun telah menghadirkan Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) dan layanan jemput bola BPJS Keliling. […]

  • Cek! Harga Emas Antam Merosot Tajam Hari Ini

    Cek! Harga Emas Antam Merosot Tajam Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam ambles lagi. Sekarang ini harga emas Antam dibanderol Rp3.021.000 per gram.‎ Lebih murah dari sebelumnya. Mengutip dari laman Logam Mulia, Jumat (13/3/2026), emas Antam turun snigfikan sebesar Rp21.000 dari semula Rp3.042.000 menjadi Rp3.021.000 per gram.‎ Begitu pula harga beli kembali (buyback) emas Antam juga anjlok Rp21.000 menjadi Rp 2.783.000 per […]

  • Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US0 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    Surplus Neraca Dagang Indonesia Januari 2026 Turun Jadi US$950 Juta, Ekspor Naik 3,39%

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 sebesar US$950 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencatat surplus US$2,51 miliar. Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan surplus tersebut memperpanjang tren positif neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei […]

  • Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

    Industri Tekstil Indonesia Tak Lagi Berstatus ‘Sunset Industry’

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional telah bangkit dan tidak lagi berstatus sebagai “sunset industry” atau industri yang menurun. Sempat dianggap mati suri, kini industri tekstil Indonesia justru kembali menorehkan catatan pertumbuhan positif. Modernisasi pabrik, efisiensi energi, dan dukungan pemerintah menjadi kunci kebangkitan sektor padat […]

expand_less