Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Hilirisasi & Industrialisasi Dinilai Tidak Sinkron, Lapangan Kerja Tak Bertambah

Hilirisasi & Industrialisasi Dinilai Tidak Sinkron, Lapangan Kerja Tak Bertambah

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Program hilirisasi dan industrialisasi yang digenjot pemerintah dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja di Indonesia. Padahal, proyek hilirisasi yang berjalan saat ini didukung investasi jumbo, terutama dari sektor mineral dan batu bara. Pemerintah menargetkan penyelesaian prastudi kelayakan 18 proyek hilirisasi dengan nilai investasi mendekati Rp600 triliun pada 2025. Komitmen ini ditegaskan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama jajaran menterinya pada 6 November 2025.

Menurut DataIndonesia, sektor minerba menjadi penyerap investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp321,8 triliun, disusul ketahanan energi sebesar Rp232 triliun dan transisi energi Rp40 triliun. Sementara itu, sektor pertanian justru menjadi yang terkecil dengan potensi investasi hanya Rp7,11 triliun.

Dari sisi realisasi, industri logam mencatat investasi terbesar pada kuartal III/2025, yakni Rp62,02 triliun, diikuti sektor pertambangan sebesar Rp55,87 triliun. Namun, tingginya investasi tersebut belum berdampak besar terhadap industri pendukung, khususnya kendaraan listrik, karena perbedaan teknologi baterai yang digunakan produsen global.

Hingga kuartal III/2025, penyerapan tenaga kerja manufaktur tercatat 696.478 orang, naik tipis dibandingkan 2024. Namun, sektor dengan investasi terbesar justru memiliki kontribusi tenaga kerja paling kecil.

Pada 2024, industri makanan dan industri tekstil menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak, masing-masing 4% dan 2%. Sebaliknya, industri logam dasar hanya menyumbang 0,16% tenaga kerja, dan industri pengolahan batu bara hanya 0,03%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hilirisasi saat ini lebih bersifat padat modal dibanding padat karya, sehingga peranannya dalam menciptakan lapangan kerja masih terbatas.

Meski hilirisasi digadang-gadang sebagai motor industrialisasi, kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB justru terus menurun. Pada kuartal II/2025, kontribusinya hanya 18,67%, jauh di bawah era awal 2000-an yang dapat mencapai 30%.

Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia juga fluktuatif. Pada Oktober 2025, PMI berada di level 51,2 poin, lebih rendah dibanding Thailand (56,6 poin) dan Vietnam (54,5 poin).

Pengamat menilai bahwa hilirisasi dan industrialisasi di Indonesia belum terhubung secara optimal. Hilirisasi hanya menjadi proses pengolahan bahan mentah, namun belum sepenuhnya mendorong pertumbuhan industri manufaktur yang kuat dan menyerap tenaga kerja besar.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    Harga Perak Antam Naik Drastis Menjadi Rp 29.889 per Gram

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak murni milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik drastis pada Kamis (13/11/2025). Perak Antam naik Rp 2.225 menjadi Rp 29.889 per gram. Kenaikan harga tersebut membuat Harga dasar perak Antam murni ikut terkerek, dengan berat 250 gram kini dipatok sebesar Rp 8.756.250, dengan harga yang termasuk PPN 11% menjadi Rp 9.719.438. […]

  • Kota Jambi Memimpin Perolehan Medali Kejurprov Catur 2025, Tanjabbar Mengintai

    Kota Jambi Memimpin Perolehan Medali Kejurprov Catur 2025, Tanjabbar Mengintai

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kejuaraan Provinsi atau Kejurprov Catur 2025 di Tanjung Jabung Barat telah memasuki hari keempat. Persaingan untuk menjadi juara umum masih sangat ketat. Berdasarkan hasil sementara, Kota Jambi memimpin perolehan medali dengan 6 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Sementara itu, tuan rumah Tanjung Jabung Barat berada di posisi kedua dengan 5 emas, 4 […]

  • Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    Harga Emas Antam Turun Tajam, Cek Lengkap Disini!

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terperosok pada perdagangan Senin (27/10/2025). Emas Antam turun tajam sebesar Rp 23.000 menjadi Rp 2.327.000 per gram. Atas penurunan tersebut mengimbas pada harga beli kembali atau buyback emas Antam yang juga anjlok sebanyak Rp 23.000 menjadi Rp 2.192.000 per gram. Transaksi harga jual […]

  • Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

    Ini Alat Tawar Baru Beijing dalam Perang Dagang AS–China

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah Tiongkok kembali memperketat kontrol ekspor mineral tanah jarang (rare earth) pada Kamis (9/10/2025). Tiongkok memperluas larangan atas teknologi pemrosesan dan produksi magnet rare earth, serta secara eksplisit menargetkan pengguna asing di sektor pertahanan dan semikonduktor. Langkah ini diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China (MOFCOM), hanya dua hari setelah sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat […]

  • Harga Perak Antam Melesat Tinggi, Cek Disini!

    Harga Perak Antam Melesat Tinggi, Cek Disini!

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga perak produksi Antam kembali menunjukkan pergerakan positif hari ini. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia pada Selasa (14/4/2026), harga perak Antam melesat tinggi sebesar Rp1.100. Kini harga perak Antam menjadi Rp48.150 per gram. Kenaikan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, harga perak Antam berada di angka Rp47.050 per gram. Perak terus […]

  • Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    Proyek Pipa Gas Cisem II Rampung 2026, Transaksi Gas Siap Jalan Juni

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan aktivitas jual beli gas bumi pada proyek pipa transmisi gas Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap II dapat mulai berjalan pada Juni 2026. Proyek strategis nasional ini memiliki panjang 245 kilometer dan ditargetkan rampung secara fisik pada tahun ini. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode […]

expand_less