PLN Tegaskan Siap Jadi Motor Transisi Energi Indonesia di COP30
- account_circle syaiful amri
- calendar_month Jum, 14 Nov 2025
- comment 0 komentar

Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo
JAMBISNIS.COM – Dalam forum iklim COP30 di Belém, Brasil, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat transisi energi dan menurunkan emisi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat. Komitmen tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Dalam paparannya, Hashim menjelaskan bahwa Indonesia telah menegaskan kembali komitmen terhadap Perjanjian Paris dan menyiapkan strategi pembangunan berkelanjutan dengan target pertumbuhan ekonomi 8%. Indonesia juga menargetkan pengurangan emisi 1,2–1,5 gigaton CO2e pada 2035 yang masuk dalam dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC).
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mendorong peningkatan bauran energi terbarukan menjadi 23% pada 2030, serta mengembangkan teknologi baru, termasuk energi nuklir. Dua regulasi kunci juga telah ditetapkan, yakni Perpres 109/2024 tentang Waste to Energy dan Perpres 110/2024 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menambahkan bahwa Indonesia menempatkan prinsip keadilan iklim sebagai dasar kebijakan transisi energi.
“Pembangunan hijau itu tidak hanya mungkin, tapi menguntungkan. COP30 menjadi pembuktian aksi nyata Indonesia,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari PT PLN (Persero). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memastikan PLN siap menjalankan visi Presiden Prabowo melalui RUPTL 2025–2034. Dalam rencana tersebut, Indonesia menargetkan penambahan 69,5 GW kapasitas pembangkit dalam 10 tahun ke depan, dengan 76% di antaranya berbasis energi terbarukan dan storage.
Darmawan menegaskan bahwa RUPTL terbaru menjadi peta jalan strategis menuju transisi energi bersih. Implementasinya tidak hanya meningkatkan keandalan listrik nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja hijau (green jobs), memperluas akses listrik di wilayah 3T, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
“PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang lebih bersih, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan sinergi semua pihak, target NZE dapat dicapai tepat waktu,” tutupnya.
- Penulis: syaiful amri


Saat ini belum ada komentar