Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Beranda » Peluang Usaha » Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

Harga Ayam dan Telur Melonjak Akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Dorong Tambah Peternak Baru

  • account_circle syaiful amri
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Lonjakan harga ayam dan telur di berbagai daerah menjadi perhatian serius pemerintah. Kenaikan ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya permintaan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat justru memunculkan tantangan baru di sisi pasokan. Permintaan ayam dan telur meningkat signifikan seiring beroperasinya ribuan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengakui lonjakan tersebut dan menilai perlu ada langkah cepat agar pasokan tidak terganggu.

“Wakil Kepala Kadin Indonesia menyatakan sekarang harga ayam naik dan meningkat karena kebutuhan makan bergizi, saya kira ini ada benarnya,” ujar Dadan dalam acara Membangun Ekosistem Pangan dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Menurut Dadan, peningkatan kebutuhan ayam dan telur membuat pasokan menipis dan harga meroket di pasaran. Untuk menghasilkan 3.000 butir telur per hari, dibutuhkan sedikitnya 4.000 ekor ayam petelur dan empat kandang besar untuk mendukung produksinya. Selain itu, sekitar 50% pakan ayam petelur berasal dari jagung, yang sebagian besar masih dipasok dari dalam negeri. Namun, Dadan menegaskan perlunya menjaga keberlanjutan pasokan tersebut di tengah lonjakan permintaan akibat MBG.

“Karena setiap kali masak ayam untuk 3.000 orang dibutuhkan 350 ayam, kalau dilakukan dua kali seminggu maka butuh 700 ayam, dan dalam sebulan bisa mencapai 2.800 ayam,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dadan menilai penting adanya penambahan peternak baru agar program MBG tidak mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.

“Jika tidak diikuti dengan peternak-peternak baru, saya kira kita akan kekurangan pasokan ayam, demikian juga dengan telur,” ujarnya.

Berdasarkan catatan BGN, hingga kini terdapat 10.681 SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga akhir tahun, BGN menargetkan 25.400 unit SPPG beroperasi, termasuk 6.000 SPPG di daerah terpencil. Dadan menambahkan, keberhasilan program MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor, karena seluruh pembangunan SPPG hingga kini murni berasal dari kontribusi mitra tanpa dukungan APBN.

“Saya kira butuh keterlibatan pihak dalam berbagai aspek, termasuk pembangun SPPG yang saat ini 100% dari 10.681 unit itu merupakan kontribusi para mitra dan belum satupun dibangun dengan dana APBN,” tuturnya.

Sementara itu, Kantor Staf Presiden (KSP) menyoroti lonjakan harga jagung, bahan baku utama pakan ternak, yang berdampak langsung terhadap kenaikan harga ayam dan telur. Tenaga Ahli Utama KSP Bodro Pambuditomo mengingatkan perlunya antisipasi terhadap potensi peningkatan permintaan akibat MBG, terutama di sektor hulu.

“Dampak kenaikan harga jagung mulai terasa di peternak. Selain itu, perlu kita garisbawahi juga kita harus antisipasi terhadap dugaan peningkatan permintaan MBG,” kata Bodro dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (6/10/2025).

Bodro menyebut, harga jagung tingkat peternak per 3 Oktober 2025 mencapai Rp6.652 per kilogram, naik 14,69% dari harga acuan penjualan (HAP) Rp5.800 per kilogram.

Kenaikan harga pakan ini membuat harga telur ayam ras naik menjadi Rp33.200 per kilogram (melebihi HAP Rp30.000/kg) dan daging ayam ras menembus Rp40.500 per kilogram, melampaui HAP Rp40.000/kg.

“Terkait telur ini bagaimana pasokan pakannya bisa diterima dengan harga yang cukup terjangkau, hingga tidak terjadi eskalasi peningkatan harga telur ayam ras,” ucapnya.

KSP juga menyoroti ketimpangan distribusi industri pakan ternak yang masih terkonsentrasi di Jawa Timur. Pemerintah didorong untuk memperluas pembangunan pabrik pakan di berbagai wilayah agar biaya distribusi lebih efisien dan harga tetap stabil.

“Perlu diantisipasi dengan adanya peningkatan kebutuhan makan bergizi gratis, jangan sampai harga ayam dan telur menjadi terlalu tinggi sehingga sumber protein hewani kita menjadi mahal,” sambung Bodro.

  • Penulis: syaiful amri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kopi, Teh dan Rempah Pukul Ekspor Jambi, Akibatkan Penurunan Ekspor pada September Play Button

    Kopi, Teh dan Rempah Pukul Ekspor Jambi, Akibatkan Penurunan Ekspor pada September

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai ekspor Provinsi Jambi pada September 2025 terpukul oleh sejumlah komoditi. Penurunan ekspor komoditi ini membuat nilai ekspor Provinsi Jambi menjadi turun. Data BPS Provinsi Jambi, penurunan nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada bulan September sebesar 21,35 persen dibandingkan Agustus 025. Nilai ekspor Jambi di bulan Agustus US$193,18 juta. Namun angka itu melorot […]

  • Kompak Stabil, Cek Harga Emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Hari Ini

    Kompak Stabil, Cek Harga Emas UBS-Galeri24 di Pegadaian Hari Ini

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas di Pegadaian buatan UBS dan Galeri24 kompak stabil. Hal itu dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, Senin (15/12/2025). Harga jual emas Galeri24 stabil di Rp2.491.000 per gram, begitu pula emas UBS tetap dibanderol di angka Rp2.532.000 per gram. Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. […]

  • Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    Geely masih Fokus Penguatan Pasar dan Pengenalan Produk

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM– Seluruh kendaraan Geely di Indonesia masih dirakit di fasilitas milik PT Handal Indonesia Motor, yang menjadi mitra perakitan resmi. Namun, Geely tak menutup kemungkinan untuk memiliki fasilitas produksi mandiri jika volume penjualan dan portofolio model terus berkembang. Brand Director Geely Auto Indonesia, Yusuf Anshori, mengatakan, saat ini Geely masih dirakit di pabrik milik PT […]

  • Bersinar di Bundesliga, Yan Diomande Incaran Utama MU

    Bersinar di Bundesliga, Yan Diomande Incaran Utama MU

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Manchester United mendapat kabar baik dalam usaha merekrut bintang 19 tahun dari RB Leipzig, Yan Diomande. Salah satu pesaing terberat MU memutuskan untuk mundur dan tidak lagi mengejar Diomande. Diomande menjadi salah satu bintang muda paling bersinar di Bundesliga. Dia mampu menjalankan peran sebagai pengganti Xavi Simons yang cabut ke Tottenham Hotspur dengan […]

  • Dirjen Pajak Pecat 26 Pegawai karena Pelanggaran Berat, Purbaya: Era Main-Main Sudah Selesai

    Dirjen Pajak Pecat 26 Pegawai karena Pelanggaran Berat, Purbaya: Era Main-Main Sudah Selesai

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperkuat reformasi internal dengan langkah tegas. Sebanyak 26 pegawai pajak resmi dipecat karena terbukti melakukan pelanggaran disiplin berat, sementara 13 lainnya masih dalam pemeriksaan atas dugaan pelanggaran etik dan integritas. Langkah bersih-bersih di tubuh otoritas pajak tak lagi bisa ditawar. Di bawah kepemimpinan baru, DJP menunjukkan ketegasan dengan […]

  • Puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi Diperkirakan Mulai 19 Februari

    Puasa Ramadan 2026 di Arab Saudi Diperkirakan Mulai 19 Februari

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Umat Islam di Arab Saudi diperkirakan akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan tersebut didasarkan pada perhitungan astronomi yang dilakukan Departemen Astronomi dan Ilmu Antariksa Universitas King Abdulaziz. Departemen tersebut menyebutkan awal Ramadan kemungkinan jatuh pada 19 Februari, berdasarkan perhitungan fase bulan dan parameter astronomi tertentu. Meski […]

expand_less