AHY Pastikan APBN Ikut Tanggung Utang Kereta Cepat Jakarta–Bandung
- account_circle darmanto zebua
- calendar_month Rab, 5 Nov 2025
- comment 0 komentar

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dilibatkan dalam proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Pernyataan tersebut disampaikan AHY usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/11/2025).
“Kami pastikan, seperti yang disampaikan Bapak Presiden, bahwa negara dan pemerintah akan hadir dalam penyelesaian masalah utang proyek kereta cepat ini. Kami melibatkan semua pihak untuk mencari solusi terbaik,” ujar AHY.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung semula menggunakan skema business-to-business (B2B), namun kini pemerintah membuka opsi keterlibatan APBN untuk menjaga kesehatan keuangan BUMN, terutama PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemimpin konsorsium nasional yang memegang 60 persen saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
AHY menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Perekonomian, serta Danantara sebagai entitas yang terlibat langsung dalam proyek strategis nasional tersebut.
“Kami sepakat menghadirkan solusi yang paling feasible, terbaik untuk semua pihak. Semua mengambil peran dan tanggung jawab dalam restrukturisasi keuangan proyek ini,” kata AHY.
Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa pembahasan mengenai pengembangan proyek KCJB tahap berikutnya akan dilakukan setelah proses restrukturisasi selesai. Terkait keterlibatan APBN, AHY belum mengungkapkan detail mekanismenya. Ia hanya menegaskan bahwa pemerintah akan tetap hadir dan bertanggung jawab terhadap proyek besar yang menyangkut kepentingan nasional.
“APBN pasti akan menjadi bagian. Namun, rincian teknisnya akan kami sampaikan setelah proses negosiasi selesai,” imbuhnya.
Negosiasi antara pemerintah dan pihak Danantara masih berlangsung secara tertutup. AHY menegaskan, proses tersebut memerlukan ruang diplomasi agar menghasilkan kesepakatan terbaik bagi kedua pihak.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Negosiasi ini memerlukan waktu dan ruang agar hasilnya benar-benar optimal,” ujarnya.
Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan menjadi simbol transformasi transportasi modern di Indonesia. Namun, proyek ini juga menuai sorotan karena membengkaknya biaya dan tumpukan utang yang kini tengah diupayakan penyelesaiannya melalui berbagai skema, termasuk kemungkinan dukungan dari APBN.
- Penulis: darmanto zebua


Saat ini belum ada komentar