Petinggi Asosiasi Sepak Bola Jepang Pilih Mundur
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

FIFA: Presiden FIFA Gianni Infantino.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Dinamika politik di tubuh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memicu keputusan mengejutkan dari Jepang. Takeshi Okada, pelatih yang dua kali membawa Timnas Jepang tampil di Piala Dunia, mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA).
Dilaporkan AP News, keputusan Okada tersebut menjadi bentuk protes terhadap perkembangan politik di FIFA menjelang upaya Gianni Infantino mempertahankan jabatan presiden federasi sepak bola dunia itu.
JFA mengumumkan pernyataan pengunduran diri Okada, Rabu kemarin. Surat itu bertanggal Sabtu pekan lalu, sehari setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino.
Infantino membidik masa jabatan keempat sekaligus terakhir dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Infantino menghadapi gelombang kritik sejak Juli. Rencana penjualan sebagian keuntungan Piala Dunia yang gagal terlaksana serta gaya kepemimpinannya, termasuk hubungannya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, memicu polemik di kalangan pemimpin sepak bola Eropa, Amerika Utara, dan pada awalnya Asia.
Okada, yang kini berusia 70 tahun, memimpin Jepang pada Piala Dunia 1998 dan 2010. Dalam pernyataan pengunduran dirinya, ia menegaskan keyakinannya bahwa olahraga harus menjunjung tinggi integritas.
“Namun, rangkaian tindakan yang berkaitan dengan Piala Dunia tahun ini sangat bertentangan dengan keyakinan pribadi saya. Sebagai seorang insan olahraga, saya tidak bisa menerimanya,” tulis Okada.
Kendati menyampaikan keberatannya, Okada mengakui posisi Jepang dalam dinamika politik sepak bola dunia dan Asia bukan perkara sederhana.
Ia juga memahami ada pertimbangan praktis yang membuat Jepang perlu mengikuti sikap AFC.
Jepang memiliki ambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia putra sebelum 2050.
Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, pernah menyampaikan keinginan itu dalam pertemuan daring AFC pada Oktober 2023. Pertemuan tersebut turut mengesahkan dukungan bagi Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Dukungan untuk Infantino Picu Polemik di Asia
Pengumuman dukungan itu disampaikan dalam pertemuan AFC di Tokyo, Jumat pekan lalu.
AFC memiliki 46 dari total 211 federasi anggota FIFA yang akan memberikan suara dalam pemilihan presiden pada 18 Maret di Rabat, Maroko.
Sebagai organisasi nirlaba yang berbasis di Swiss, FIFA pada dasarnya dimiliki oleh 211 federasi anggotanya.
Infantino telah menjanjikan masing-masing federasi dana sebesar 25 juta dolar AS untuk proyek pengembangan dan biaya operasional selama empat tahun ke depan.
Sementara itu, UEFA menyatakan akan mencari kandidat untuk menantang Infantino. Badan sepak bola Eropa itu harus menentukan calon sebelum batas waktu pendaftaran yang ditetapkan FIFA pada 18 November.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
