Kamis, 29 Okt 2026
light_mode
Beranda » Nasional » Rupiah Loyo Lagi! Ditutup Melemah ke Rp18.137 per Dolar AS, Pasar Cermati Sinyal The Fed

Rupiah Loyo Lagi! Ditutup Melemah ke Rp18.137 per Dolar AS, Pasar Cermati Sinyal The Fed

  • account_circle Darmanto Zebua
  • calendar_month 27 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis. Pergerakan mata uang Indonesia masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), serta perkembangan ekonomi Negeri Paman Sam.

Mengutip Antara, rupiah ditutup melemah 47 poin atau 0,26 persen ke level Rp18.137 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp18.184 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi pernyataan The Fed mengenai arah kebijakan moneter setelah agenda Federal Open Market Committee (FOMC).

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada kisaran 3,75–4,00 persen dalam keputusan pada 28 Oktober waktu Amerika Serikat. Namun, inflasi yang masih tinggi dan belum jelasnya arah kebijakan berikutnya membuat pasar keuangan tetap mencermati perkembangan data ekonomi AS.

“Inflasi AS yang masih tinggi dan belum adanya kepastian mengenai kebijakan suku bunga selanjutnya membuat pergerakan dolar AS tetap sensitif terhadap data ekonomi dan imbal hasil obligasi AS,” ujar Amru.

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut disetujui melalui pemungutan suara FOMC dengan hasil 10 banding 2. Kebijakan itu diarahkan untuk mendukung dua mandat utama bank sentral AS, yakni menjaga stabilitas harga dan mendorong penyerapan tenaga kerja secara maksimal.

Di sisi lain, Ketua The Fed Kevin Warsh mengingatkan bahwa inflasi AS masih berada di atas target 2 persen yang ditetapkan bank sentral selama hampir enam tahun. Kondisi tersebut membuat prospek pelonggaran kebijakan moneter masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Bagi Indonesia, pelemahan rupiah perlu dicermati karena perubahan nilai tukar dapat memengaruhi biaya impor, terutama bahan baku, barang modal, serta komoditas yang transaksinya menggunakan dolar AS. Jika tekanan berlanjut, pelaku usaha berpotensi menghadapi kenaikan biaya pengadaan, meski dampaknya bergantung pada kebutuhan impor dan strategi lindung nilai masing-masing perusahaan.

Amru menyebut pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi arus modal asing, kebutuhan dolar di dalam negeri, serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis juga melemah ke level Rp18.128 per dolar AS, dari sebelumnya Rp18.183 per dolar AS.

Perkembangan data inflasi AS dan respons pasar terhadap kebijakan The Fed akan menjadi faktor penting yang dicermati investor dalam menentukan arah pergerakan rupiah berikutnya.(*)

 

  • Penulis: Darmanto Zebua
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7 UMKM Binaan PTPN IV Regional IV Ikut JBC Festival, Perluas Pasar Produk Lokal

    7 UMKM Binaan PTPN IV Regional IV Ikut JBC Festival, Perluas Pasar Produk Lokal

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Sebanyak tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan PT Perkebunan Nusantara IV Regional IV Jambi-Sumbar ambil bagian dalam JBC Festival yang berlangsung pada 5–12 September 2026 di kawasan bisnis Sipin, Kota Jambi. Keikutsertaan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas pemasaran sekaligus mempertemukan produk UMKM dengan konsumen baru. Partisipasi ini merupakan bagian dari […]

  • ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    ITDC Terapkan Lampu Pintar Hemat Listrik untuk Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Dua

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) melakukan efisiensi konsumsi listrik melalui sistem pencahayaan pintar untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Direktur Operasional ITDC, Troy Waroka, mengatakan upaya ini dimulai dari kawasan The Nusa Dua, Bali, dan akan diperluas ke kawasan lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Kami harus kreatif termasuk dalam […]

  • Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    Kredit UMKM 2026 Stagnan, Data Bank Indonesia Tumbuh Hanya 0,1% di Kuartal I

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih tertahan pada awal 2026. Data Bank Indonesia menunjukkan kredit UMKM per Maret 2026 hanya tumbuh 0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.498,4 triliun. Angka tersebut masih jauh dari target pertumbuhan 7 hingga 9 persen yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan untuk tahun ini. Meski […]

  • 8 Hotel Syariah di Jambi yang Nyaman dan Ramah Keluarga, Wajib Tahu Sebelum Menginap

    8 Hotel Syariah di Jambi yang Nyaman dan Ramah Keluarga, Wajib Tahu Sebelum Menginap

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Tren wisata halal dan akomodasi berbasis syariah terus berkembang di berbagai daerah, termasuk di Kota Jambi. Tidak hanya menawarkan kenyamanan, hotel syariah juga menghadirkan suasana yang lebih tenang, aman, serta sesuai dengan nilai-nilai Islami. Bagi masyarakat maupun pelancong yang mencari penginapan dengan konsep tersebut, ada sejumlah pilihan hotel syariah di Jambi yang bisa […]

  • Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    Purbaya Usulkan Pajak Tambahan Nikel dan Batu Bara

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengkaji penerapan pajak durian runtuh atau windfall tax terhadap komoditas nikel. Kebijakan ini ditujukan untuk menangkap tambahan keuntungan perusahaan yang muncul akibat lonjakan harga komoditas di pasar global. Purbaya mengatakan skema pajak tersebut masih dalam pembahasan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah juga tengah […]

  • BRI dan Danantara Serahkan 600 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang

    BRI dan Danantara Serahkan 600 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – BRI bersama Danantara Indonesia resmi menyalurkan 600 unit Hunian Darurat (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Penyerahan Huntara dilakukan oleh Managing Director Danantara, Rohan Hafas, dan disaksikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, serta sejumlah pejabat BUMN. Setiap unit Huntara dibangun sesuai standar hunian darurat, […]

expand_less