Bukan Sekadar Bisa Menjahit, Warga Merangin Didorong Hasilkan Produk Bernilai Jual
- account_circle Darmanto Zebua
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

ILUSTRASI: Usaha konveksi skala rumahan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Keterampilan menjahit berpeluang menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk membangun usaha mandiri dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin mendorong warga memanfaatkan pelatihan menjahit yang digagas Balai Latihan Kerja (BLK) setempat sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun merintis usaha sendiri.
Program yang melibatkan belasan peserta tersebut tidak hanya diarahkan untuk membekali warga dengan kemampuan teknis. Lebih dari itu, pelatihan diharapkan melahirkan wirausahawan baru yang mampu menghasilkan produk bernilai jual dan membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.
Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh mengatakan, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi.
“Pelatihan ini adalah peluang besar bagi masyarakat kita untuk meningkatkan keterampilan secara nyata, jangan sia-siakan,” kata Abdul Khafidh baru-baru ini.
Ia meminta seluruh peserta memaksimalkan kesempatan tersebut dengan mengikuti proses pembelajaran secara serius. Peserta juga didorong tidak berhenti pada penguasaan teknik menjahit dasar, tetapi mampu berinovasi menghasilkan produk yang sesuai kebutuhan pasar.
Kemampuan membaca tren dan memahami selera konsumen dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi sumber penghasilan. Dengan begitu, peserta memiliki peluang memperoleh pendapatan dari pekerjaan menjahit, menerima pesanan pakaian, hingga membangun usaha konveksi skala rumahan.
Didorong Buka Usaha Sendiri
Untuk memperbesar manfaat program, Abdul Khafidh menginstruksikan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Kabupaten Merangin agar pelatihan serupa dapat berkelanjutan.
Ia juga meminta adanya program lanjutan berupa pendampingan usaha, fasilitasi pemasaran produk, serta pembukaan akses bantuan permodalan bagi alumni BLK yang ingin merintis bisnis konveksi.
Dukungan tersebut diharapkan membantu peserta melewati tantangan setelah pelatihan, mulai dari memperoleh pelanggan, menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga mengembangkan usaha secara bertahap.
Menurut Abdul Khafidh, pelatihan dirancang untuk membekali peserta dengan keahlian teknis agar memiliki kesiapan memasuki dunia industri maupun menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Jangan sia-siakan waktu 200 jam pelajaran ini, jadikan wadah ini sebagai batu loncatan untuk menjadi wirausahawan mandiri yang kreatif, mampu membaca tren pasar, dan pada gilirannya turut menggerakkan perekonomian keluarga serta daerah,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Merangin berharap keterampilan warga dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif. Jika diikuti pendampingan dan akses pemasaran yang memadai, usaha jahit rumahan berpotensi menjadi sumber pendapatan baru sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.(*)
- Penulis: Darmanto Zebua
- Editor: Darmanto Zebua
