Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Usaha di Jambi?
- account_circle say say
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Foto: Ilustrasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Menentukan modal usaha menjadi salah satu keputusan awal yang menentukan keberlangsungan bisnis. Bagi calon pengusaha di Jambi, kebutuhan modal tidak hanya mencakup biaya menyewa tempat atau membeli peralatan, tetapi juga modal kerja hingga cadangan kas.
Data BPS melalui publikasi Profil Industri Mikro dan Kecil Provinsi Jambi 2024 menunjukkan bahwa karakteristik industri mikro dan kecil di Jambi cukup beragam. Publikasi tersebut mencakup data perusahaan, tenaga kerja, aktivitas usaha, modal, pinjaman, kesulitan usaha, kemitraan dan penjualan menurut kabupaten/kota.
Dalam praktiknya, modal awal dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, initial investment, seperti renovasi tempat, mesin, peralatan, furnitur dan perlengkapan usaha.
Kedua, working capital, yaitu uang yang digunakan untuk membeli bahan baku, membayar gaji, listrik, sewa, pemasaran dan kebutuhan operasional lainnya.
Ketiga, emergency cash reserve untuk menghadapi periode ketika penjualan belum mencapai target.
Kesalahan yang sering terjadi adalah seluruh modal dihabiskan sebelum bisnis mulai beroperasi. Ketika penjualan belum stabil, pemilik usaha akhirnya harus mencari tambahan pinjaman.
Kondisi biaya juga perlu diperhatikan. Bank Indonesia mencatat inflasi Jambi mencapai 3,85 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Kota Jambi mencatat 3,60 persen, Muara Bungo 4,72 persen dan Kerinci 4,30 persen.
Karena itu, calon pengusaha perlu memasukkan faktor kenaikan harga dalam perhitungan modal.
Modal yang tepat bukanlah modal sebesar mungkin, melainkan modal yang mampu membuat bisnis beroperasi, bertahan dan mencapai titik impas.
- Penulis: say say
