ISPU Jambi Tembus 210, PM2.5 Jadi Ancaman Utama Warga
- account_circle say say
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi melalui Stasiun Jambi Paal Lima, indeks standar pencemaran udara (ISPU) tercatat 210 pada pukul 08.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kualitas udara di Kota Jambi kembali berada pada level yang mengkhawatirkan. Konsentrasi polutan partikulat halus atau PM2.5 menjadi penyumbang utama buruknya kualitas udara pada Jumat (4/9/2026) pagi. Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi melalui Stasiun Jambi Paal Lima, indeks standar pencemaran udara (ISPU) tercatat 210 pada pukul 08.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.
Dalam ketentuan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), angka 201-300 masuk kategori sangat tidak sehat. Pada level tersebut, kualitas udara berpotensi memberikan dampak kesehatan yang lebih serius sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
PM2.5 menjadi parameter kritis dengan nilai 210. Sementara itu, PM10 berada pada angka 109, SO₂ 47, karbon monoksida (CO) 35, ozon (O₃) 9, nitrogen dioksida (NO₂) 13, dan hidrokarbon (HC) 0.
PM2.5 menjadi perhatian khusus karena partikelnya berukuran sangat kecil sehingga dapat terhirup hingga bagian dalam sistem pernapasan.
Kondisi tersebut juga terjadi ketika kelembapan udara relatif tinggi. Data pengukuran pada pagi hari mencatat suhu sekitar 26 derajat Celsius, kelembapan 84,34 persen, serta tekanan udara 1.014 mBar.
Pemantauan kualitas udara melalui platform IQAir pada hari yang sama juga menunjukkan PM2.5 sebagai polutan utama di Kota Jambi. Namun, angka dan kategori yang ditampilkan dapat berbeda karena menggunakan indeks dan metode penghitungan yang berbeda dari ISPU Indonesia.
Kondisi udara yang buruk sebelumnya telah berdampak pada aktivitas pendidikan di wilayah Jambi. Pemerintah Kota Jambi menggunakan data pemantauan AQMS sebagai salah satu dasar untuk mengambil kebijakan pembelajaran jarak jauh ketika kualitas udara berada pada kondisi sangat tidak sehat dan fluktuatif.
Dengan kondisi ISPU yang kembali berada di atas 200, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan, khususnya ketika kondisi asap dan polusi memburuk. Penggunaan masker yang sesuai serta upaya mengurangi paparan udara luar dapat menjadi langkah perlindungan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok sensitif.
Masyarakat juga disarankan memantau perkembangan kualitas udara secara berkala karena angka ISPU dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin, sumber emisi, dan konsentrasi partikulat di udara.
- Penulis: say say
