ISPA Jambi Hari Ini Naik 15 Persen, 1.955 Kasus Tercatat di Tengah Kabut Asap
- account_circle say say
- calendar_month 53 menit yang lalu
- print Cetak

Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.955 Kasus ISPA di Jambi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Jambi meningkat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Data terbaru Dinas Kesehatan Kota Jambi yang dilaporkan pada 24 Agustus 2026 mencatat 1.955 kasus ISPA dalam sepekan. Angka itu naik sekitar 15 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatat 1.715 kasus.
Artinya, terdapat tambahan sekitar 240 kasus ISPA dalam satu pekan. Dinas Kesehatan Kota Jambi kemudian meningkatkan pemantauan dari mingguan menjadi harian untuk melihat perkembangan kasus seiring memburuknya kondisi udara.
Meski kenaikan kasus terjadi bersamaan dengan semakin pekatnya kabut asap, Dinkes Kota Jambi belum menyimpulkan seluruh peningkatan tersebut secara langsung disebabkan paparan asap. Pemerintah masih memantau kecenderungan kasus dan kondisi kualitas udara.
Dinas Kesehatan Kota Jambi memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap siap menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Jambi, Rini Kartika, mengatakan kasus ISPA memang termasuk penyakit yang banyak ditemukan sepanjang tahun.
Penanganan akan diperkuat melalui puskesmas rawat inap dan rumah sakit pemerintah apabila kondisi pasien membutuhkan pelayanan lebih lanjut. Hingga laporan terakhir, belum ada instruksi untuk menyediakan ruangan khusus ISPA akibat kabut asap di seluruh puskesmas.
Kenaikan kasus di Jambi terjadi bersamaan dengan tren peningkatan ISPA secara nasional. Kementerian Kesehatan mencatat kasus ISPA pada 2026 telah mencapai lebih dari 400.000 kasus per minggu pada periode awal musim kemarau. Kemenkes menyebut musim kemarau menjadi salah satu faktor utama, sementara karhutla turut memberikan dampak terhadap peningkatan kasus.
Kemenkes juga telah mengerahkan tenaga kesehatan ke sejumlah wilayah terdampak karhutla. Hingga 17 Agustus 2026, sebanyak lima tenaga kesehatan dikirim ke Jambi sebagai bagian dari respons terhadap gangguan kesehatan akibat karhutla. Bantuan nasional juga mencakup ratusan ribu masker dan logistik kesehatan lainnya.
Pemerintah Kota Jambi pada Rabu (26/8) bahkan memutuskan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP selama 26-28 Agustus. Siswa mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring sebagai langkah antisipasi dampak pencemaran udara.
Kondisi ini menunjukkan persoalan kabut asap telah meluas dari isu lingkungan menjadi persoalan kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat. Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut.
Kemenkes juga mengingatkan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia serta penderita penyakit paru dan jantung agar lebih menghindari paparan asap. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, demam tinggi atau nyeri dada dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Catatan data: Angka 1.955 merupakan data kasus ISPA Kota Jambi dalam sepekan yang dilaporkan Dinkes pada 24 Agustus 2026.
- Penulis: say say
