Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

OJK Jambi: Industri Keuangan Daerah Tumbuh Stabil, Pasar Modal Naik 64 Persen

  • account_circle Deddy Rachmawan
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi (OJK Jambi) mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan di Provinsi Jambi stabil dan tumbuh positif pada Agustus 2025. Kinerja Sektor Jasa Keuangan (SJK) di Jambi didorong oleh meningkatnya aktivitas ekonomi, kepercayaan konsumen yang membaik, serta inovasi di berbagai segmen industri jasa keuangan.

Pertumbuhan positif di sektor perbankan ditopang oleh pertumbuhan kredit/pembiayaan yang meningkat sebesar 7,46 persen (yoy), terutama pada sektor Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya.

Seiring dengan itu, transaksi di sektor pasar modal juga tumbuh sebesar 64,04 persen (yoy), yang terdiri dari transaksi saham dan reksa dana.

Namun terdapat penurunan pembiayaan pada sektor industri keuangan nonbank (IKNB) sebesar 1,75 persen (yoy), terutama disebabkan oleh penurunan jumlah pembiayaan yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan.

OJK Jambi terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait dengan mensinergikan program-program kerja dalam meningkatkan akses keuangan masyarakat, yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan tingkat kesejahteraan masyarakat, melalui beberapa program kerja, antara lain kegiatan edukasi dan literasi keuangan serta program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

TPAKD memiliki peran yang krusial dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta berperan sebagai wadah koordinasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Perkembangan Sektor Perbankan

Kinerja intermediasi Bank Umum (BU) stabil dan tumbuh, per Agustus 2025 kredit tumbuh sebesar 7,79 persen (yoy) menjadi Rp56,86 triliun. Kredit konvensional tumbuh sebesar 7,11 persen (yoy) menjadi Rp50,10 triliun dan untuk pembiayaan syariah tumbuh sebesar 13,17 persen menjadi Rp6,75 triliun.

Terdapat peningkatan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 9,41 persen (yoy) yang berasal dari DPK perbankan konvensional yang meningkat sebesar 8,42 persen (yoy) menjadi Rp44,40 triliun, dan peningkatan DPK perbankan syariah sebesar 19,34 persen (yoy) menjadi sebesar Rp4,85 triliun.

Loan to Deposit Ratio (LDR) BU pada Agustus 2025 tercatat sebesar 115,43 persen atau lebih tinggi dari LDR BU nasional sebesar 87,18 persen. Sementara itu, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL sebesar 1,80 persen atau di bawah rasio NPL nasional sebesar 2,25 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit BU di Jambi masih didominasi oleh konsumsi sebesar 42,13 persen diikuti investasi sebesar 30,26 persen dan modal kerja sebesar 27,61 persen.

Selanjutnya, berdasarkan kategori debitur, porsi penyaluran kredit kepada UMKM tercatat sebesar 46,34 persen dan non-UMKM sebesar 53,66 persen.

Hal ini sejalan dengan porsi penyaluran kredit terbesar pada sektor bukan lapangan usaha-rumah tangga (termasuk multiguna) sebesar 41,97 persen, diikuti dengan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 28,75 persen dan perdagangan besar dan eceran sebesar 15,20 persen.

Secara kuantitatif, terdapat penurunan kinerja industri keuangan BPR di Provinsi Jambi karena penggabungan 3 BPR, yaitu:
1. PT BPR Universal Sentosa telah menggabungkan diri dengan PT BPR Universal yang berada di Tangerang Selatan;
2. PT BPR Buana Mandiri telah menggabungkan diri dengan PT BPR Barelang Mandiri yang berada di Kepulauan Riau; dan
3. PT BPR Ukabima Permata yang menggabungkan diri dengan PT BPR Ukabima Lestari yang berada di Kepulauan Bangka Belitung.

Penyaluran kredit BPR di Jambi mengalami penurunan pada Agustus 2025 sebesar 8,46 persen (yoy) menjadi Rp1,02 triliun, diikuti juga dengan penurunan DPK sebesar 9,91 persen (yoy) menjadi Rp935,68 miliar.

Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Jambi pada Agustus 2025 tercatat sebesar 84,32 persen dan kualitas kredit bermasalah dengan rasio NPL sebesar 17,89 persen.

Porsi kredit modal kerja sebesar 52,85 persen dari total penyaluran kredit, diikuti dengan investasi sebesar 33,14 persen dan konsumsi sebesar 14,02 persen.

Selanjutnya, porsi penyaluran BPR kepada UMKM tercatat sebesar 83,36 persen dan kepada non-UMKM sebesar 16,64 persen.

Berdasarkan lapangan usaha, porsi terbesar pada sektor konstruksi sebesar 22,80 persen, diikuti oleh sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 19,35 persen.

Perkembangan Sektor Pasar Modal

Di bidang Pasar Modal, jumlah investor dari Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan. Jumlah investor tercatat sebanyak 168.127 Single Investor Identification (SID), meningkat 32,25 persen (yoy).

Sejalan dengan hal tersebut, nilai penjualan saham di Provinsi Jambi pada bulan Agustus 2025 tercatat sebesar Rp1,62 triliun atau meningkat 73,66 persen (yoy), sedangkan dari sisi jumlah transaksi reksa dana tercatat sebesar Rp220,66 miliar atau turun 0,71 persen (yoy).

Meskipun saat ini di Provinsi Jambi belum terdapat perusahaan yang tercatat sebagai emiten, namun OJK Jambi senantiasa berkolaborasi dengan stakeholders untuk memberikan edukasi, guna mendorong pelaku usaha di Jambi memanfaatkan sumber pendanaan dari Pasar Modal, baik mendaftar menjadi emiten di bursa maupun melalui Securities Crowd Funding (SCF).(*)

  • Penulis: Deddy Rachmawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    Ditemukan Ribuan NIK Ganda, Belasan Ribu Calon Debitur KPR Terganjal SLIK OJK

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Ternyata banyak masyarakat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sulit mengambil KPR rumah subsidi. Faktor utamanya karena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK rendah. Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyebut ada lebih dari 19.000 data calon debitur yang terkendala dari imbas SLIK OJK itu. “Data tersebut merupakan hasil […]

  • Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    Menaker Kaji Perusahaan Wajib Beri Uang Saku Peserta Magang Nasional

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli tengah mengkaji skema baru dalam program Magang Nasional dengan melibatkan perusahaan untuk ikut memberikan uang saku kepada peserta. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia. Selama ini, uang saku peserta magang sepenuhnya bersumber dari anggaran negara. Namun ke depan, pemerintah membuka peluang […]

  • Daftar Proyek Strategis Nasional Berubah, PIK 2 Dicoret

    Daftar Proyek Strategis Nasional Berubah, PIK 2 Dicoret

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Pemerintah menghapus Proyek Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tropical Coastland dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) terbaru. Hal itu tercantum dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 Tentang Perubahan Kedelapan Atas Permenko Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Proyek Strategis Nasional, yang diteken Menteri Koordinator Bidang Perekonomian […]

  • Airlangga dan Ratu Maxima Sepakat Perkuat Data Digital untuk Tingkatkan Kesehatan Finansial RI

    Airlangga dan Ratu Maxima Sepakat Perkuat Data Digital untuk Tingkatkan Kesehatan Finansial RI

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Ratu Maxima dari Belanda selaku UNSGSA for Inclusive Finance for Development untuk membahas penguatan kesehatan finansial (financial health) di Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, keduanya menekankan pentingnya integrasi dan koordinasi data nasional sebagai fondasi percepatan inklusi keuangan. Airlangga menegaskan bahwa penguatan sistem data menjadi prioritas pemerintah. […]

  • Diskon PPN Properti Diperpanjang Hingga 2027, Begini Penjelasannya

    Diskon PPN Properti Diperpanjang Hingga 2027, Begini Penjelasannya

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan relaksasi fiskal untuk sektor properti akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha sektor tersebut. Relaksasi akan diberikan dalam bentuk perpanjangan penerapan pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) hingga tahun 2027. “Jadi ini untuk pertama kalinya ada kepastian untuk sektor properti sampai dua tahun ke depan,” ucap […]

  • OJK Buka Perdagangan Bursa Efek 2026, Perkuat Integritas Pasar dan Dorong Ekonomi Hijau

    OJK Buka Perdagangan Bursa Efek 2026, Perkuat Integritas Pasar dan Dorong Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya memperkuat peran strategis pasar modal Indonesia dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya melalui peningkatan integritas pasar, pendalaman likuiditas, penguatan investor institusi, serta percepatan pembangunan ekosistem ekonomi hijau. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun […]

expand_less