Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Regional » Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

Karhutla Mengintai, Dampaknya Bukan Cuma Kabut Asap

  • account_circle say say
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi ancaman serius setiap kali musim kemarau berlangsung. Bencana ini bukan hanya persoalan api yang membakar kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat memicu dampak berantai terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas sosial hingga perekonomian masyarakat.

Karhutla umumnya dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar, kelalaian, serta kondisi cuaca panas dan kering yang membuat lahan lebih mudah terbakar. Di sejumlah wilayah, kebakaran juga dapat meluas dengan cepat ketika kondisi angin mendukung.

Dampak paling besar dirasakan lingkungan. Kebakaran dapat menghancurkan vegetasi dan habitat berbagai satwa liar. Ekosistem yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terbentuk bisa rusak dalam waktu singkat.

Kondisi tersebut menjadi semakin serius ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Kawasan gambut menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar. Saat terbakar, karbon yang tersimpan dapat dilepaskan ke atmosfer dan meningkatkan emisi gas rumah kaca.

Selain kerusakan lingkungan, karhutla juga membawa ancaman langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Asap hasil pembakaran dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan. Paparan asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.

Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia serta masyarakat dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Dampak karhutla juga merembet ke aktivitas sehari-hari. Sekolah dapat terpaksa membatasi kegiatan luar ruangan atau meliburkan kegiatan belajar ketika kabut asap mencapai kondisi yang membahayakan.

Mobilitas masyarakat turut terganggu. Jarak pandang yang rendah akibat asap dapat memengaruhi transportasi darat, laut maupun udara.

Dari sisi ekonomi, kerugian karhutla tidak kalah besar. Kebakaran dapat merusak lahan pertanian dan perkebunan sehingga mengganggu produksi. Pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian juga berpotensi menurun.

Pelaku usaha, khususnya UMKM dan sektor informal, dapat ikut terdampak karena aktivitas masyarakat menurun selama kondisi udara memburuk.

Pada 2015, Bank Dunia memperkirakan kerugian ekonomi Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan mencapai lebih dari US$16 miliar. Angka tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan juga persoalan ekonomi.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus diperkuat melalui deteksi dini, pengawasan kawasan rawan kebakaran, edukasi masyarakat serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

Pemerintah, perusahaan dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam mencegah kebakaran.

Jika pencegahan tidak dilakukan secara konsisten, karhutla akan terus menjadi ancaman tahunan. Bukan hanya hutan yang terbakar, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan yang ikut dipertaruhkan.

  • Penulis: say say

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga Emas Antam Rp3.042.000 per Gram Hari Ini: Turun Tipis

    Harga Emas Antam Rp3.042.000 per Gram Hari Ini: Turun Tipis

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam lebih murah pada perdagangan Kamis (12/3/2026). Sekarang ini emas Antam dibanderol Rp3.042.000 per gram. Turun sebesar Rp5000 dari harga semula Rp3.047.000. Untuk harga buyback emas Antam hari ini juga merosot. Harga buyback emas Antam terpangkas Rp 43.000. Dengan demikian, harga buyback emas Antam ditetapkan Rp 2.804.000 dari semula Rp2.847.000 per […]

  • Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    Terus Merugi! Pasar Otomotif Domestik China Kurang Diminati

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Puluhan produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China diperkirakan akan menghadapi momen hidup atau mati pada 2026. Ini seiring melemahnya permintaan domestik yang berpotensi memaksa perusahaan-perusahaan yang terus merugi keluar dari pasar otomotif terbesar di dunia. Menurut para analis, sekitar 50 produsen EV di China daratan yang belum mencatatkan keuntungan kini berada di […]

  • IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke 6.369, Saham Emas dan Tambang Jadi Penggerak

    IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke 6.369, Saham Emas dan Tambang Jadi Penggerak

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (6/8/2026) di zona hijau. Penguatan indeks ditopang sejumlah saham emiten emas dan pertambangan yang mencatat kenaikan pada awal perdagangan. Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB, IHSG naik 0,30 persen ke level 6.369,99, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.351. Penguatan terjadi […]

  • Akhir 2025, Menkeu Bessent Prediksi Pertumbuhan Ekonomi AS 3 Persen

    Akhir 2025, Menkeu Bessent Prediksi Pertumbuhan Ekonomi AS 3 Persen

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS) Scott Bessent menyampaikan prediksi pertumbuhan ekonomi AS sebesar 3 persen. Bessent menyatakan musim belanja liburan sejauh ini sangat kuat dan memprediksi ekonomi AS akan mengakhiri tahun dengan pijakan yang solid. Bessent menyampaikan optimisme tinggi terhadap kondisi makroekonomi AS. “Ekonomi (AS) lebih baik dari yang kami kira. Kami […]

  • IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    IHSG Melonjak Tajam Menjadi 8.175: Menguat 1,07 Persen

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampil perkasa di awal perdagangan hari ini. Selasa (21/10/2025). IHSG menguat 86,615 poin atau 1,07 persen ke 8.175,593. Mengutip Kontan, penguatan IHSG ini disokong hampir seluruh indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Properti dan Real Estate yang menguat 2,46% di awal sesi pertama. Berikutnya ada IDX Sektor […]

  • Ternyata Ini Bank Pertama di Jambi, Berdiri Sejak 1909

    Ternyata Ini Bank Pertama di Jambi, Berdiri Sejak 1909

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Perkembangan sektor perbankan di Provinsi Jambi menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejarah keberadaan bank di daerah ini ternyata telah dimulai sejak lebih dari satu abad lalu. Blogger Jambi, Deddy Rachmawan, dalam tulisannya menyebutkan bahwa hingga triwulan I tahun lalu, terdapat 32 bank umum dengan total 352 kantor bank […]

expand_less