Rabu, 7 Okt 2026
light_mode
Beranda » Bisnis Jambi » Siapkan 6 Hektare Lahan, Kacang Koro Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Jambi

Siapkan 6 Hektare Lahan, Kacang Koro Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Jambi

  • account_circle -
  • calendar_month 26 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAMBISNIS.COM – Ada komoditas yang selama ini kurang dilirik, tetapi kini mulai dibidik menjadi sumber pangan sekaligus peluang ekonomi baru. Kacang koro perlahan naik kelas di Provinsi Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengembangkan kacang koro sebagai pangan alternatif. Sebanyak 6 hektare lahan disiapkan untuk budidaya kacang koro di kawasan seluas 10 hektare di Kelurahan Beluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Pengembangan tersebut ditandai dengan pencanangan Agrowisata Tanaman Koro dan Kampung Pangan Terpadu, Rabu (7/10/2026).

Program ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan. Lebih jauh, kacang koro diproyeksikan membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui budidaya hingga pengolahan produk.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kacang koro bukan tanaman baru di Indonesia. Namun, pemanfaatannya belum sepopuler kedelai yang selama ini menjadi bahan utama berbagai produk pangan.

“Kacang koro ini sudah lama ada di Indonesia, hanya saja belum banyak dipopulerkan. Padahal kandungan proteinnya luar biasa,” kata Al Haris.

Menurutnya, pengembangan kacang koro dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap kedelai impor.

Selama ini, kedelai menjadi bahan baku penting berbagai produk pangan masyarakat. Karena itu, keberadaan komoditas alternatif dinilai dapat memberikan pilihan baru sekaligus membuka peluang bagi petani untuk memanfaatkan lahan yang belum produktif.

“Tujuannya, karena kita masih mengimpor kedelai, paling tidak dengan kacang koro ini kita bisa mengurangi impor,” ujarnya.

Potensi ekonominya tidak berhenti di lahan. Kacang koro juga memiliki peluang untuk masuk ke sektor hilir.

Al Haris menyebut kacang koro dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti tempe, kopi, kecap, dan produk pangan lainnya.

Artinya, peluang ekonominya bisa bergerak dari hulu ke hilir. Masyarakat tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk biji, tetapi juga memiliki kesempatan mengolahnya menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Pola tersebut membuka ruang bagi petani, pelaku UMKM, hingga kelompok usaha untuk mengambil bagian dalam rantai ekonomi kacang koro.

“Kalau masyarakat punya lahan yang belum dimanfaatkan, ayo kita tanam kacang koro. Ini bisa memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi warga,” kata Al Haris.

Dengan disiapkannya 6 hektare lahan budidaya tahap awal, pengembangan kacang koro di Jambi kini memasuki babak baru.

Tantangannya adalah bagaimana komoditas tersebut tidak berhenti sebagai tanaman alternatif, tetapi benar-benar berkembang menjadi komoditas bernilai ekonomi, memiliki pasar, dan mampu mendorong munculnya produk olahan dari masyarakat Jambi.

Jika hilirisasi berjalan, kacang koro bukan hanya bisa menjadi alternatif pangan. Biji yang selama ini kurang populer itu berpotensi berubah menjadi sumber pendapatan baru dari lahan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah mengatakan kawasan tersebut akan dikembangkan secara terpadu. Dari total 10 hektare lahan, 6 hektare untuk kacang koro, 3 hektare untuk sayuran dan peternakan, serta 1 hektare untuk pengolahan dan industri rumahan.

“Untuk kacang koro, satu hektare bisa menghasilkan sekitar 8 ton dan dapat dipanen setiap tiga bulan,” kata Johansyah.

Pengembangan tidak berhenti pada budidaya. Kelompok Tani Silih Asih juga telah mengolah kacang koro menjadi kopi, bahan pengganti tempe, susu hingga beras koro. Pemerintah turut mendorong hilirisasi melalui bantuan 12 unit alat pengolahan senilai hampir Rp150 juta serta akses permodalan melalui PNM.

“Dengan konsep tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi berharap kawasan Agrowisata Kacang Koro dan Kampung Pangan Terpadu dapat menjadi contoh pengembangan pangan berbasis masyarakat,” ujar Johansyah.(*)

 

  • Penulis: -
  • Editor: Darmanto Zebua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Efek Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Tidak Berdaya

    Efek Suku Bunga Tinggi The Fed, Rupiah Tidak Berdaya

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah masih belum bisa keluar dari tekanan. Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) pagi, kurs rupiah melemah 72 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.931 per dolar AS. Posisi ini turun dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.859 per dolar AS. Sentimen global masih menjadi faktor utama yang menyeret pergerakan mata uang Indonesia ke zona […]

  • Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dekati Rp17.000 per Dolar AS

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Nilai tukar rupiah melemah dan hampir mendekati 17.000 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Kamis (19/2/2026). Kurs rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS didukung oleh faktor global dan prospek kebijakan BI pada siang ini. Dikutip dari Antara, rupiah bergerak melemah 49 poin atau 0,29 persen menjadi Rp16.933 per dolar AS dari […]

  • Bukan Hotel Mewah, Hotel Bintang 3 Paling Ramai di Jambi pada Juli 2026

    Bukan Hotel Mewah, Hotel Bintang 3 Paling Ramai di Jambi pada Juli 2026

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Hotel dengan kelas menengah justru mencatat tingkat penghunian kamar tertinggi di Provinsi Jambi pada Juli 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tiga mencapai 58,40 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kelas hotel lainnya. Hotel bintang dua berada di posisi berikutnya dengan TPK 46,51 […]

  • Tancap Gas Lagi, Emas Antam Jadi Rp2,893 Juta per Gram

    Tancap Gas Lagi, Emas Antam Jadi Rp2,893 Juta per Gram

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Harga emas Antam kembali tancap gas pada perdagangan Rabu (15/4/2026) ini. Logam mulia yang banyak diminati investor ini melonjak lagi sebesar Rp30.000. Berdasarkan data terbaru dari laman Logam Mulia, harga emas Antam sekarang lebih mahal dibanding perdagangan sebelumnya. Kini harga emas Antam dipatok Rp2.893.000 per gram dari semula Rp2.863.000. Adanya kenaikan tersebut membuat […]

  • Bukan Sekadar Adu Strategi, Mario Liberty Siregar Buka Praporprov Catur Jambi

    Bukan Sekadar Adu Strategi, Mario Liberty Siregar Buka Praporprov Catur Jambi

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Bukan sekadar adu strategi dan kecerdikan memainkan bidak. Turnamen Catur Praporprov Pengprov Percasi Jambi Tahun 2026 juga menjadi panggung untuk menyaring talenta-talenta terbaik yang akan membawa nama Jambi ke level nasional. Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar dengan konsep tersebut di Provinsi Jambi itu resmi dibuka Ketua Pengprov Percasi Jambi Mario Liberty Siregar, […]

  • Empat Visi Presiden Prabowo Bertumpu pada Pemanfaatan Tanah Nasional

    Empat Visi Presiden Prabowo Bertumpu pada Pemanfaatan Tanah Nasional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • 0Komentar

    JAMBISNIS.COM – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa empat visi utama Presiden Prabowo Subianto seluruhnya bertumpu pada pemanfaatan tanah dan tata ruang yang berkeadilan. Empat visi besar tersebut mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi nasional, dan penyediaan perumahan rakyat yang terjangkau. Menurut Nusron, keempat visi ini saling berkaitan […]

expand_less