Akses Listrik Dikebut, 3 Kecamatan di Tanjab Barat Masuk Prioritas Pembangunan Jaringan Desa
- account_circle say say
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi: listrik masuk desa di Tanjung Jabung Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAMBISNIS.COM – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) mendorong percepatan pembangunan jaringan listrik desa untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat yang hingga kini belum terlayani.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat saat menghadiri rapat pembahasan Rencana Pembangunan Jaringan Listrik Desa Kabupaten Tanjab Barat di Ruang Fahmi Muchtar, PLN UP3 Jambi, Rabu (19/8/2026).
Pembahasan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Program Listrik Pedesaan (Lisdes) 2026 yang dijalankan pemerintah bersama PLN untuk memperluas jangkauan layanan listrik ke wilayah yang belum mendapatkan akses jaringan.
Dalam rencana tersebut, terdapat tiga lokasi yang menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik desa di Tanjab Barat. Ketiganya berada di kawasan hutan produksi. Lokasi pertama berada di Kecamatan Batang Asam, tepatnya Desa Sungai Penoban, Dusun Sungai Penoban.
Kemudian lokasi kedua berada di Kecamatan Renah Mendaluh, yakni Desa Sungai Paur, Dusun Ibul. Sementara lokasi ketiga berada di Kecamatan Betara, Desa Muntialo, Dusun Karya Lestari.
Pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap energi listrik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan pedesaan.
Pasalnya, listrik tidak hanya dibutuhkan untuk penerangan rumah, tetapi juga menunjang pendidikan, komunikasi, kegiatan usaha masyarakat hingga pelayanan publik. Pemkab Tanjab Barat menyebut persoalan akses listrik masih menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 6.000 rumah yang belum mendapatkan akses listrik dan tersebar di 13 kecamatan.
Karena itu, pemerintah daerah menyatakan siap memberikan dukungan agar pembangunan jaringan listrik dapat berjalan lebih cepat. Anwar Sadat mengatakan dukungan Pemkab Tanjab Barat mencakup fasilitasi perizinan kawasan hutan, pemanfaatan badan jalan serta penyediaan infrastruktur dasar.
“Kami akan memfasilitasi percepatan pengurusan perizinan kawasan hutan, pemanfaatan badan jalan, serta penyediaan infrastruktur dasar berupa akses jalan dan jembatan agar material bisa sampai ke lokasi,” kata Anwar.
Menurutnya, pemerintah daerah pada prinsipnya akan selalu mendukung program pembangunan listrik desa. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat sebagian lokasi pembangunan berada di kawasan yang memiliki tantangan akses dan membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung.
Pemkab Tanjab Barat berharap kolaborasi bersama pemerintah pusat dan PLN dapat mempercepat realisasi pembangunan jaringan listrik tersebut.
Dengan bertambahnya wilayah yang teraliri listrik, masyarakat di kawasan pedesaan diharapkan memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup serta mengembangkan aktivitas ekonomi.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk listrik, tidak hanya dinikmati masyarakat yang berada di kawasan perkotaan.
- Penulis: say say
